Mom's Area

Image

Kebersihan dan menjaga kulit sensitive Bunda yang baru melahirkan

Wanita sering tidak memerhatikan penampilan dirinya usai melahirkan karena terlalu fokus pada bayinya. Padahal, masalah kulit yang dihadapi pasca melahirkan cukup beragam, mulai dari jerawat, gatal, hingga infeksi. Yuk, cari tahu cara merawatnya.

 

1. Mandi dua kali sehari. Sibuk mengurus bayi bukan alasan untuk tidak mandi. Justru rutinitas membersihkan tubuh ini tidak boleh ditinggalkan karena sekarang ada bayi yang 24 jam menempel di tubuh Bunda. Mandi teratur akan membersihkan tubuh dari keringat, kotoran, sisa ASI, serta mencegah risiko infeksi dari luka bekas persalinan.

2. Jaga kebersihan luka bekas persalinan. Luka episiotomi harus dijaga kebersihannya, misal dengan membasuh dari bagian depan ke belakang setiap habis buang air dan mengeringkannya dengan tisu bersih. Sedangkan luka bekas operasi bisa dirawat dengan rutin mengganti kain kassa steril penutup luka dan memastikan area di sekitar bekas jahitan selalu bersih.

3. Sering ganti pembalut. Setelah melahirkan, Bunda akan mengalami masa nifas selama kurang lebih 1 bulan. Ganti pembalut sesering mungkin untuk meminimalkan risiko infeksi pada vagina.

4. Kenakan pakaian dalam bersih. Ganti bra dan celana dalam minimal dua kali sehari. Segera ganti bra jika terkena rembesan ASI.

5. Pilih produk perawatan khusus kulit sensitif. Pasca melahirkan, Bunda mungkin mengalami masalah kulit berjerawat, kering dan bersisik, serta gatal-gatal. Jangan sembarang menggunakan produk perawatan kulit, karena bisa saja akan memperparah kondisi kulit Bunda. Jika masalah kulit sensitif sulit diatasi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kulit, dan jangan lupa katakan pada dokter tersebut bahwa Bunda sedang menyusui.

6. Istirahat yang cukup. Stres dan lelah ternyata juga bisa memicu masalah kulit pasca melahirkan. Oleh karena itu, pastikan Bunda mendapat istirahat yang cukup, misal dengan ikut tidur bersama bayi setelah ia menyusu.

 

Leave a comment