Mom's Area

Image

Ini Dia Pilihan Olahraga yang Cocok Untuk Bunda Hamil

Kehamilan bukan alasan bagi Bunda untuk berhenti melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik seperti olahraga ringan tetap dapat Bunda lakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Hasil penelitian yang dipaparkan di Society for Neuroscience, San Diego, Amerika Serikat menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya memberikan manfaat bagi Bunda hamil, tetapi juga pada perkembangan otak janin.

Dalam penelitian tersebut juga dijelaskan bahwa olahraga yang baik pada masa kehamilan sebaiknya dilakukan selama 20 menit, tiga kali dalam seminggu. Olahraga ringan bagi Bunda hamil bermanfaat untuk pernapasan, membuat tubuh lebih lentur, dan tulang kuat.

Berikut beberapa jenis olahraga yang dapat Bunda lakukan :

1. Menari

Siapa sangka menari bisa menjadi salah satu latihan yang baik untuk Bunda yang sedang hamil?  Menari selama 20 menit dapat melatih otot tubuh Bunda menjadi lebih fleksibel dan kuat. Namun, perlu diingat selalu lakukan pemanasan sebelum menari dan hindari menari menggunakan musik dengan ritme cepat.

2. Belly dance

Sejak berabad-abad lalu, tarian perut sangat populer dilakukan oleh Bunda hamil di berbagai negara, seperti Mesir, Hawai, Selandia Baru, hingga India. Tarian perut dapat bermanfaat bagi Bunda hamil untuk memperkuat otot panggul, tulang ekor, mengurangi sakit punggung, dan membentuk postur tubuh yang baik.

3. Aerobic

Bagi yang suka aerobic, Bunda bisa melakukan  gerakan low impact aerobic di dalam kolam renang . Kolam renang dipilih untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan pada Bunda saat melakukan gerakan-gerakan tersebut. Low impact aerobic bermanfaat untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

4. Prenatal yoga

Prenatal yoga juga menjadi olahraga terbaik selama kehamilan karena memiliki banyak manfaat mulai dari melatih kekuatan otot, mengurangi gangguan syaraf, mengatasi stres, hingga kecemasan. Yoga akan membantu Bunda lebih mudah tidur serta meningkatkan kinerja kardiovaskular (Darah dari jantung mengalir melalui sisi sebelah kiri jantung yang kaya oksigen) yang berpengaruh pada pertumbuhan pada Si Kecil.

Meski Bunda diperbolehkan berolahraga, pada kasus kehamilan tertentu yang memiliki risiko sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter kandungan. Jika tidak ada faktor risiko, maka Bunda bisa memilih olahraga yang disuka.

Leave a comment