Mom's Area

Image

Bunda Bekerja vs Bunda di Rumah

Life is about choices, termasuk memilih untuk menjadi Bunda bekerja atau Bunda di rumah. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Bagi Bunda yang masih bimbang memilih, yuk cek pertimbangan berikut ini.

 

1. Waktu

Waktu merupakan masalah yang jelas menjadi kendala semua Bunda. Dua puluh empat jam sehari serasa tak cukup untuk menyelesaikan semua tugas, baik tugas rumah maupun kantor. Secara kasat mata, Bunda di rumah memiliki banyak waktu untuk Si Kecil mulai bangun pagi hingga tidur malam. Tetapi, Bunda bekerja pun masih bisa memiliki waktu berkumpul bersama Si Kecil. Bagi mereka, kualitas bertemu anak – meski waktu terbatas – lebih penting dibanding kuantitas waktu bertemu.

 

2. Pola pengasuhan

Soal pola pengasuhan, keduanya memegang peranan cukup penting. Memang, Bunda di rumah memiliki nilai plus soal ini. Karena Bunda bisa memperhatikan dan mengawasi kegiatan Si Kecil secara langsung. Bahkan, Bunda di rumah bisa antar jemput Si Kecil sekolah, les, atau aktivitas lainnya.

 

Di sisi lain, Bunda bekerja saat ini memanfaatkan teknologi sebagai media pengawasan Si Kecil. Ia sewaktu-waktu bisa menghubungi Si Kecil melalui pengasuh atau keluarga yang diamanatkan. Di rumah, ia memasang closed-circuit television (CCTV) dan alarm, yang dapat dipantau melalui smartphone. Jika ragu-ragu soal keamanan di rumah, Bunda bisa menitipkan Si Kecil di childcare atau daycare dekat kantor. Saat akhir pekan, Bunda bekerja bisa meluangkan waktu untuk lebih dekat dengan Si Kecil.

 

3. Management Stress

Stres merupakan ketegangan emosional dan psikis yang dapat menjadi pengaruh negatif terhadap Bunda. Baik Bunda bekerja dan di rumah bisa saja terserang stres. Untuk menciptakan hubungan baik antarkeluarga, Bunda perlu management stress serta kompak dengan Ayah.

 

Caranya, Bunda dan Ayah saling bagi tugas menjaga Si Kecil, tetap menyempatkan diri menikmati waktu berdua, dan mengizinkan masing-masing pasangan mengecap “me-time”. Hal tersebut tak hanya baik untuk Si Kecil, tapi juga untuk menjaga hubungan istri dan suami tetap sehat fisik dan psikis. Jika Bunda dan Ayah bahagia, Si Kecil pun akan berlimpah kasih sayang.

 

4. Aktualisasi diri

Salah satu alasan Bunda memutuskan bekerja adalah untuk aktualisasi diri, yaitu kebutuhan serta pencapaian diri seseorang dengan memaksimalkan kemampuan dan potensi dirinya. Jika Bunda ingin memaksimalkan potensi dengan bekerja di kantor, lakukan sembari memantau perkembangan Si Kecil jarak jauh. Begitu juga sebaliknya, kalau Bunda merasa mampu mencurahkan kemampuan di rumah, jalani dengan riang gembira. Untuk tetap up-to-date dengan apa yang terjadi di dunia luar, jaga komunikasi dengan teman lama, tetap menjalin silaturahmi dengan mantan teman sekantor, atau bahkan Bunda juga bisa mengikuti forum mom and kids.

 

5. Finansial

Secara kasat mata, Ayah dan Bunda bekerja akan menghasilkan pemasukan dua kali lipat. Jelas ini merupakan keuntungan, karena penghasilan tersebut bisa dialokasikan untuk kepentingan keluarga. Namun bukan berarti Bunda di rumah tak mampu menghasilkan uang.

 

Untuk Bunda di rumah yang ingin mendapatkan “gaji” dari usaha sendiri, dapat memulai bekerja freelance (penulis, desainer grafis) atau membangun bisnis mikro. Kedua pekerjaan tersebut tidak mengharuskan Bunda keluar rumah dan Bunda tetap dekat dengan Si Kecil.

 

Well, keputusan bekerja atau di rumah setelah melahirkan memang sulit bagi sebagian Bunda. Apapun pilihannya, tak ada yang salah soal Bunda bekerja atau di rumah. Selama Bunda bisa mengelola semua kegiatan dengan baik, Si Kecil bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup.

Leave a comment