Mom's Area

Image

Bolehkah Bunda Hamil Melakukan Sauna?

Banyak cara untuk relaksasi dan melepas lelah. Beberapa di antaranya adalah sauna dan berendam di air panas atau hot tub. Namun, keduanya tidak dianjurkan untuk Bunda hamil. Apa alasannya? Berikut ini penjelasannya.

Sauna. Di dalam ruangan sauna, semua hal berubah menjadi panas dan dapat meningkatkan suhu tubuh. Kondisi tersebut dapat melepaskan toksin dan kotoran melalui keringat, karena panas menyebabkan pembuluh darah pori-pori terbuka serta mengendur. Tetapi bagi Bunda hamil, hal itu justru bisa menyebabkan dehidrasi parah, hipotensi (tekanan darah rendah), dan pusing.

Menurut Organization of Teratology Information Services (OTIS), suhu 38º celcius ke atas dapat meningkatkan risiko pada kehamilan. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa Bunda hamil yang terpapar suhu lebih dari 38º celcius pada trisemester ketiga, ia memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi perempuan cacat bahkan mengalami keguguran.

Hot tub. Hampir sama seperti sauna, hot tub diprogram untuk menjaga air tetap berada pada suhu 40º celcius. Berendam di dalam hot tub selama 10-20 menit, suhu tubuh dapat berubah menjadi 38º celcius. Tetapi untuk Bunda hamil, kondisi itu tidak diperbolehkan.

The March of Dimes (lembaga kesehatan nirlaba Amerika Serikat) menjelaskan bahwa Bunda hamil akan mengalami gangguan kehamilan jika berendam di hot tub dengan suhu di atas 38º celcius. Pada trisemester terakhir, suhu tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan oksigen dan nutrisi dari Bunda ke janin. Mereka menyarankan Bunda juga menjauhi spa bath, jacuzzi, maupun whirlpool.

Jika Bunda hamil ingin menikmati sensasi sauna, mandi menggunakan air suam-suam kuku atau tak lebih dari 37º celcius. Bunda juga dapat berendam air hangat tidak lebih dari 15 menit. Tetapi jangan benamkan kepala, lengan, bahu, dan dada bagian atas ke dalam air. Kalau Bunda merasa pusing, sebaiknya segera keluar dari tub

Leave a comment