Mom's Area

Image

Bekerja Membuat Proses Menyusui Terganggu? Siapa Bilang!

Tak dapat dipungkiri, Bunda bekerja menghadapi berbagai kendala, mulai dari waktu, perhatian, hingga pemberian Air Susu ibu (ASI) kepada Si Kecil. Untuk masalah teknis kantor, Bunda dapat berkompromi dengan rekan kerja atau pimpinan. Di luar itu, kita harus pandai menyiasatinya.

 

1. Peralatan wajib

Sebelum berangkat kerja, Bunda jangan lupa menyiapkan peralatan wajib menyusui. Peralatan tersebut terdiri dari pompa ASI, botol ASI, breast pad, apron, cooler box, dan usahakan Bunda menggunakan bra khusus menyusui, agar mudah ketika memompa. Semua siap? Saatnya berangkat.

 

2. Tak tersedia ruang pompa ASI

“Semakin rajin memompa, ASI keluar semakin banyak, dan konsumsi ASI Si Kecil akan tercukupi.” Saat ini sudah banyak kantor pemerintahan maupun swasta yang telah menyediakan ruang pompa ASI yang nyaman. Tetapi, bagaimana jika di kantor Bunda tak tersedia ruang pompa ASI?

 

Bunda bisa mengajukan usulan ruang pumping kepada pimpinan atau kepala HRD. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Pasal 128 (2) Selama pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh melalui penyediaan waktu dan fasilitas khusus. Sedangkan Pasal 200 dalam Undang-Undang tersebut mengatakan,setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah). 

 

3. Tugas di luar kantor

Untuk urusan satu ini, Bunda harus bicara empat mata dengan pimpinan. Jelaskan dengan tentang kondisi Bunda yang masih menyusui Si Kecil, sehingga tugas luar kota dapat didelegasikan kepada rekan kerja lain. Jelaskan pula, kondisi ini bersifat sementara dan Bunda bersedia kembali bertugas ke luar kota saat Si Kecil sudah siap, karena telah sapihan.

 

4. Pekerjaan beresiko

Apapun pekerjaan Bunda, tak ada alasan untuk tidak memompa ASI. Namun terkadang ada saja kendalanya, alhasil produksi ASI pun tersendat. Jika kantor Bunda tidak menyediakan ruangan khusus untuk memompa ASI, maka pilihlah ruang bersih yang jauh dari ruang kerja, jaga peralatan pompa tetap bersih, biasakan mencuci tangan, dan pakai masker bila perlu saat memompa ASI. Sebaiknya simpan botol ASI ke dalam cooler box. Jika jarak antara rumah dan kantor tidak jauh, sebaiknya segera kirim ASI ke rumah melalui jasa pengiriman khusus ASI yang sekarang sudah tersedia di kota-kota besar.

 

5. Jalanan macet

Setuju atau tidak, situasi jalanan ibu kota bisa membuat warganya stres. Tak percaya? Lihat saja kemacetan jalanan protokol ketika jam pulang kantor. Lebih baik manfaatkan kemacetan dengan memompa ASI. Jika Bunda pulang dengan supir, maka gunakan apron sebagai penutup selama Bunda memompa. Namun jika menyetir sendiri, maka sebaiknya menepilah terlebih dahulu daripada harus memaksakan diri menerabas kemacetan jalan.

 

Jadi bekerja bukanlah masalah selama periode menyusui. Hal ini bergantung juga kepada bagaimana Bunda menyiasati situasi yang ada. Bunda punya cara lain dalam mengatasi situasi di atas? Yuk, berikan komentar di kolom bawah.

Leave a comment