Mom's Area

Image

Ada 5 Makanan “Terlarang” Saat Bunda Lagi Hamil!

Saat mengetahui hasil tes kehamilan positif, mulailah untuk mengubah gaya hidup. Bunda bisa memulainya dari asupan makanan, lebih ekstra menjaga kebersihan, hingga mengecek kesehatan secara rutin ke dokter kandungan. Tentu semua dilakukan agar calon Si Kecil tumbuh sehat.

 

Berbicara mengenai asupan makanan, Bunda wajib memastikan makanan yang hendak dikonsumsi bernutrisi baik untuk janin dan diri sendiri. Berikut ini ada lima jenis makanan “terlarang” yang sebaiknya Bunda hindari selama kehamilan.

 

Daging olahan

Hampir semua daging olahan (ham, sosis, nugget, dan lainnya) diproses menggunakan pengawet dan mengandung banyak garam. Belum lagi proses penyimpanannya memungkinkan bakteri masuk. Jika hal tersebut terjadi dan Bunda mengonsumsinya, bukan tak mungkin kehamilan Bunda bisa mengalami masalah. Buat Bunda yang ingin sekali makan daging olahan atau ngidam, Bunda dapat membuatnya sendiri hanya dengan mengandalkan daging sapi sebagai bahan dasar beserta bumbunya. Di rumah, Bunda dapat mengolahnya menjadi daging burger, bakso, atau membuat homemade steak dengan tingkat kematangan sempurna atau well-done.

 

Ikan yang terpapar merkuri

Sebagian besar ikan predator di laut memiliki kadar merkuri tinggi. Sebut saja ikan barakuda, marlin, tuna, dan ikan cucut. Merkuri merupakan racun yang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan menghambat perkembangan otak bayi. Jika Bunda menginginkan ikan laut, sebaiknya pilihlah ikan dengan kadar merkuri paling rendah, seperti sardin, salmon, atau makerel. Masak ikan tersebut hingga matang dan jangan lupa batasi konsumsinya, tidak lebih dari 300 gram per minggu. Pilihan lain, Bunda bisa mengonsumsi ikan air tawar sebagai pengganti.

 

Kedelai

Semua kedelai dan olahannya (susu, tahu, tempe, dan lainnya) wajib diwaspadai oleh Bunda hamil. Umumnya, produk kedelai yang beredar di Indonesia telah mengalami modifikasi genetika atau genetically modified organism. Jika ingin mengonsumsinya, pilih kedelai dan produk olahannyayang organik. Namun, hindari mengonsumsinya secara berlebihan, mengingat kedelai mengandung isoflavon dan phytoestrogen yang dapat memicu kanker.

 

Pemanis buatan

Saat ini, banyak produk pemanis buatan yang menjanjikan kalori rendah dan tidak menambah berat badan. Namun, sebagian besar pemanis buatan mengandung pemanis aspartam, acesulfame-potassium, sukralosa, siklamat, dan sakarin. Jika Bunda terus menerus mengonsumsi makanan dan minuman dengan pemanis buatan, bukan tak mungkin janin akan mengalami komplikasi.

 

Makanan serba mentah

Selain itu, semua bahan makanan serba mentah dan setengah matang juga pantang dinikmati oleh Bunda selama kehamilan. Untuk seafood dan sushi, ada baiknya Bunda memilih varian menu matang. Hal ini juga berlaku untuk hidangan telur, pilihlah telur yang matang. Sedangkan untuk sayuran, ada beberapa sayur yang bisa dinikmati mentah asal dicuci bersih, kecuali kecambah, alfalfa, sprouts, brokoli, dan kacang hijau yang harus dimasak hingga matang. Hanya buah-buahan yang bisa tetap Bunda nikmati tanpa diolah, namun dengan catatan buah harus dicuci bersih terlebih dahulu sebelum disantap.

 

Jika Bunda ragu-ragu terhadap makanan yang akan dikonsumsi, sebaiknyalakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Yang terpenting, jangan lupa untuk mencatat semua makanan yang pantang dikonsumsi. 

Leave a comment