1000 Hari Perlindungan

Image

Yuk, Lindungi Si Kecil dari Gigitan Nyamuk

Sejak tahun lalu, Indonesia mengalami pergeseran musim dan musim kemarau yang cukup lama. Kondisi ini membuat serangga berkembang biak dan bertebaran di mana-mana. Salah satunya adalah nyamuk. Meski demikian, gigitan nyamuk dapat dicegah. Pasti, Bunda tak rela Si Kecil digigit nyamuk, kan? Kalau begitu mari lakukan beberapa langkah dibawah ini!

 

1. Jaga kebersihan

Menjaga rumah dan lingkungan sekitar tetap bersih merupakan langkah wajib. Biasanya, nyamuk senang sekali bertelur di genangan air. Mereka membutuhkan waktu 10 hari untuk menetas. Yang Bunda harus lakukan adalah membersihkan genangan air di pot, vas bunga, tempat minum binatang peliharaan, hingga penampung air di halaman rumah. Hal tersebut berguna untuk menghalau gerombolan nyamuk.

 

Jika di sekitar rumah ada genangan air yang susah dibersihkan, Bunda bisa meneteskan sedikit minyak tanah ke dalamnya. Minyak tersebut akan membentuk selaput tipis, yang mampu menghentikan perkembangan telur nyamuk. Jangan lupa, buang benda-benda yang sudah tidak terpakai di tempat sampah dan bersihkan bak mandi seminggu dua atau tiga kali. Jika tak digunakan, usahakan wastafel, ember, dan bak cuci piring dalam kondisi kering.

 

2. Pilih busana cerah

Warna gelap cenderung mengundang nyamuk untuk mendekat, begitu juga sebaliknya. Jadi cara terbaik untuk melindungi Si Kecil selanjutnya adalah memakaikan busana berwarna cerah dan panjang. Misalnya celana panjang, long sleeve t-shirt, atau jumpsuit. Supaya Si Kecil tidak gerah, pilih baju berbahan katun.

 

3. Hindari wewangian

Selain warna gelap, wewangian dari sabun, lotion, essentials oil, dan parfum juga menarik perhatian nyamuk. Saat di rumah, sebisa mungkin Bunda tidak perlu menggunakan wewangian yang mencolok.

 

4. Wire mesh (besi atau kawat anyam)

Perlindungan Si Kecil dari “serangan” nyamuk sebaiknya dilakukan dari segala sisi. Tak terkecuali penggunaan wire mesh pada pintu dan jendela. Jika tak begitu suka dengan wire mesh dari kawat, Bunda bisa membelinya dari bahan nylon atau velcro.

 

5. Kelambu nyamuk

Selain wire mesh, Bunda bisa menggunakan kelambu nyamuk untuk Si Kecil yang tengah tidur. Saat ini, banyak dijual kelambu nyamuk lipat di online shop maupun toko perlengkapan Si Kecil. 

 

6. Pembasmi nyamuk

Untuk perlindungan maksimal, gunakan pembasmi nyamuk, seperti semprotan nyamuk, penangkal nyamuk elektrik, maupun lotion anti nyamuk. Namun, perhatikan penggunaannya mengingat pernapasan Si Kecil belum siap dengan aroma yang “menusuk”.

 

Di sisi lain, Bunda dapat membuat pembasmi nyamuk sendiri dari bahan alami. Caranya tuang minyak eucalyptus, lemongrass, atau citronella dalam oil burner. Cara lainnya, nyalakan lilin lavender atau lemongrass yang ampuh untuk mengusir nyamuk.

 

Kalau Bunda, lebih memilih cara yang mana?

 

Leave a comment