1000 Hari Perlindungan
Image

Trik Jitu agar Anak Lahap Menyantap MPASI

Para Bunda biasanya mulai khawatir saat buah hatinya mulai bertumbuh dan membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Di satu sisi, senang sekali rasanya karena si Kecil menunjukkan tumbuh kembang yang pesat. Namun di sisi lain, deg-degan juga rasanya bila si Kecil rewel saat menyantap MPASI yang disajikan untuknya. Beberapa tindakan yang menunjukkan bahwa si Kecil tidak menikmati MPASI-nya adalah sebagai berikut:

  • Makanan dimuntahkan oleh si Kecil.
  • Si Kecil memalingkan wajah atau melakukan gerakan tutup mulut ketika disuapi makanan.
  • Waktu makan terlalu lama, bahkan melebihi 30 menit.
  • Si Kecil mulai tak fokus makan dan malah asyik bermain.

Menghadapi si Kecil yang rewel menyantap MPASI adalah tahapan yang wajar, Bun. Jangan menyerah dulu menyiapkan MPASI yang bergizi karena si Kecil sangat membutuhkan asupan nutrisi seimbang. Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut ini agar si Kecil kembali lahap menyantap MPASI yang Bunda sajikan:

Menentukan Batasan Waktu Makan

Tubuh buah hati Bunda akan mengirimkan sinyal kenyang ke otak setelah makan selama 30 menit. Itulah sebabnya si Kecil cenderung menolak makanan jika sudah makan selama lebih dari 30 menit. Jadi, Bunda tak perlu terlalu memaksakan si Kecil untuk tetap makan setelah 30 menit, ya. Alangkah lebih baik jika Bunda menyisihkan sisa makanannya agar si Kecil tidak rewel dan bisa melanjutkan aktivitas lainnya. Kalau Bunda takut si Kecil kekurangan asupan gizi, tawarkan makanan kepadanya tanpa harus berpatokan pada jadwal makan yang sudah Bunda buat.

Membiarkan Buah Hati Makan Sendiri

Jika si Kecil sudah memiliki beberapa gigi dan bisa menggenggam makanan sendiri, sebaiknya Bunda membiarkannya makan sendiri. Kebiasaan memasukkan benda apapun ke mulut harus dimanfaatkan untuk menstimulasi kemampuan makan si Kecil. Bunda bisa memberikan MPASI yang mudah dikunyah dan digenggam, misalnya biskuit bayi, kentang rebus, pisang, dan pepaya. Biasanya anak lebih bernafsu makan bila bisa menggenggam sendiri makanannya. Selain itu, aktivitas makan sendiri juga baik untuk mendukung perkembangan motorik halus anak lho, Bun.

Mendampingi Proses Makan Anak Sendirian

Ternyata ada kelebihan yang bisa didapatkan bila Bunda selalu mendampingi proses makan anak sendirian. Kebiasaan ini akan membuat si Kecil lebih fokus makan karena tidak terganggu kehadiran orang lain. Namun, Bunda harus sabar dalam mendampingi si Kecil menyantap MPASI, ya. Jangan sampai waktu makan membuat buah hati trauma karena Bunda terlalu memaksanya untuk menghabiskan makanan.

Memberikan MPASI ASI dari Bahan Makanan Tunggal

Banyak orang beranggapan bahwa MPASI dari bahan makanan tunggal kurang baik karena tidak memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Pada awal tahap menyantap MPASI, justru sebaiknya Bunda memberikan MPASI dari bahan makanan tunggal untuk menguji selera dan reaksi alergi si Kecil. Misalnya, Bunda memberikan MPASI berupa buah yang dihaluskan (pisang, mangga, alpukat, atau buah naga) atau bubur nasi yang dihaluskan dengan satu jenis lauk (bayam rebus, campuran ayam, atau wortel). Dengan demikian, Bunda jadi lebih mudahmengenali selera si Kecil melalui reaksinya saat menyantap MPASI buatan Bunda. 

Mengeksplorasi Resep Makanan Baru untuk Si Kecil

Kalau Bunda ingin si Kecil lahap menyantap MPASI, maka Bunda pun harus rajin mengeksplorasi resep makanan baru untuk si Kecil. Sekarang, Bunda bisa mendapatkan inspirasi resep MPASI dari internet, buku resep, dan majalah. Jangan bosan mencoba bahan-bahan makanan baru yang belum pernah dicicipi si Kecil. Varian bahan MPASI yang beragam akan membuat buah hati Bunda tak mudah bosan dan selalu bersemangat mencicipinya. 

Menambahkan Bahan Perasa Alami pada Makanan

Ahli kesehatan anak memang tidak menyarankan penambahan garam dan gula dalam MPASI anak. Namun, bahan perasa alami bisa digunakan untuk membangkitkan nafsu makan si Kecil sebab indra perasa anak usia 6 bulan ke atas mulai aktif dan harus mendapat stimulasi. Bunda bisa menambahkan bahan perasa alami berupa sediki keju, air kaldu jamur yang dibuat sendiri, bawang putih, rosemary, kaldu kepala udang, atau madu. Pemberian madu murni hanya boleh dikonsumsi anak usia satu tahun ke atas yang tidak menunjukkan reaksi alergi atau gangguan pencernaan saat menyantapnya.

Mengenali Berbagai Reaksi Si Kecil saat Makan

Sama seperti orang dewasa, si Kecil juga memiliki selera yang khas saat menyantap MPASI. Ada anak-anak yang menyukai makanan kering, makanan basah, atau makanan yang mudah digenggam. Ada pula yang lebih menyukai buah daripada sayuran atau camilan kering. Jadi, Bunda harus lebih peka mengenali berbagai reaksi si Kecil saat makan, ya. Amati apakah si Kecil makan dengan lahap dalam waktu singkat atau justru mengabaikan makanannya dan sibuk bermain sendiri. Buah hati Bunda biasanya tampak lebih ceria kalau disuguhkan makanan favoritnya. Jika Bunda sudah mengenali MPASI favorit si Kecil, pasti Bunda tidak akan kesulitan meningkatkan nafsu makannya dengan menyajikan makanan tersebut.

Menyiapkan MPASI dalam Porsi Kecil

Buah hati Bunda akan mudah bosan dengan MPASI yang disuguhkan dalam porsi besar. Untuk menyiasati hal ini, sebaiknya Bunda menyiapkan MPASI dalam porsi kecil. Pemberian MPASI juga harus dilakukan bergantian setiap hari supaya si Kecil tetap berselera, contohnya Bunda memberikan MPASI berupa buah pada jam 10 pagi dan MPASI berbahan nasi pada jam 2 siang. Kemudian, gantilah bahan MPASI pada hari berikutnya. Dengan demikian, si Kecil akan tetap nagsu makan karena diberi menu yang berbeda.

Menghadiahi Peralatan Makan Lucu untuk Si Kecil

Anak-anak yang sedang dalam fase makan MPASI akan lebih bersemangat bila diberi peralatan makan yang lucu. Jadi, sebaiknya Bunda menyiapkan peralatan makan dengan warna yang menarik atau bergambar tokoh kartun, ya. Pilihlah peralatan makan yang berlabel food grade agar kandungannya aman bagi si Kecil. Sekarang, peralatan makan berbahan silikon juga semakin diminati karena ringan, tidak mudah pecah, dan resistensinya terhadap suhu terbilang baik (mencapai 2200 C).

Membersihkan Peralatan Makan Si Kecil Secara Cermat

Sisa makanan yang tertinggal pada peralatan makan bisa membuat si Kecil kehilangan selera makan. Lebih parahnya lagi, peralatan makanan yang kotor dapat meningkatkan risiko penyakit menular dan gangguan pencernaan. Perlindungan alat makan bayi saat pandemi harus dilakukan ekstra ketat agar buah hati Bunda selalu sehat.

Kini, Bunda tak perlu repot menyiapkan perlindungan alat makan bayi saat pandemi. Karena ada Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser yang siap membantu Bunda. Selain bisa digunakan untuk membersihkan botol susu bayi, Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser juga bisa dimanfaatkan untuk mencuci peralatan makan anak yang lain, misalnya piring, sendok, gelas. Bunda bisa mendapatkan 8 perlindungan menyeluruh berikut ini bila menggunakan Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser:

1. Telah lolos uji klinis di lembaga terakreditasi.

2. Mengandung bahan yang aman dan natural, seperti Natural Anti Bacterial yang ampuh membasmi semua bakteri dan kotoran dan kotoran dari sisa susu maupun makanan.

3. Stain Removal Formula membuat botol menjadi kesat setelah mencuci lemak.

4. Bersifat paraben free sehingga aman dari bahan kimia berbahaya.

5. Food Grade Formula yang diklaim aman jika ada sisa sabun pada peralatan makan yang tidak sengaja tertelan oleh si Kecil serta tidak meninggalkan residu apapun.  

6. Hypoallergenic sehingga kandungannya tidak akan membuat kulit Bunda jadi kering atau mengelupas sesering apapun Bunda mencuci botol dengan Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser.

7. Cairannya bersifat konsentrat dengan tekstur kental dan padat. Pemakaian dalam jumlah sedikit sudah cukup untuk mencuci banyak botol dan membuat Bunda jadi lebih hemat. 

8. Microbiological Tested atau telah teruji efektif membunuh mikroorganisme berbahaya yang rentan mendiami dan merusak bahan pangan.


Menyiapkan bahan makanan yang beragam dan menjaga kebersihan peralatan makan si Kecil akan mendukung kelancaran pemberian MPASI. Bunda pasti ingin kan melihat si Kecil lahap makan setiap hari sehingga tumbuh kembangnya maksimal? 


Leave a comment