1000 Hari Perlindungan
Image

Tips Mudah Menghilangkan Kuman pada Mainan Bayi yang Wajib Bunda Coba

Selama pandemi yang sudah berbulan-bulan lamanya, Bunda pasti sering menemani si Kecil bermain. Mungkin bosan bagi Bunda dan si Kecil karena selama ini sangat jarang keluar rumah. Hiburan sekaligus media belajar si Kecil adalah mainan yang ada di rumah saja. Mumpung Bunda sering berada di rumah, perhatikanlah mainan-mainan si Kecil. Apakah terlihat kotor atau berdebu? Apakah sering ditaruh di lantai dan terinjak? Apakah sering dimasukkan ke dalam mulut si Kecil? Jika jawabannya ya, maka tips menghilangkan kuman pada mainan bayi ini wajib Bunda coba di rumah.


Bunda sering “menangkap basah” si Kecil sedang memasukkan benda ke dalam mulutnya? Jika benda tersebut berbentuk makanan atau teether, tentu tidak jadi masalah. Namun biasanya bayi cenderung akan memasukkan apapun benda yang ada di sekitarnya. Tidak hanya makanan atau teether, melainkan mainan, sepatu, baju, dan kainnya. Apa penyebabnya si Kecil suka memasukkan benda ke dalam mulutnya?


Bayi memiliki mulut dengan ujung syaraf yang lebih banyak jika dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Maka ketika ia ingin tahu mengenai tekstur dan rasa dari suatu benda, tentu saja akan dimasukkan ke dalam mulutnya. Biasanya, bayi melakukan ini ketika ia berusia di bawah satu tahun atau sekitar 7 bulan saat ia bisa menggenggam benda dengan tangannya. Bayi lebih tertarik dengan benda apapun, apalagi pada mainan yang mempunyai warna dan bentuk yang mencolok. Tak hanya sedang penasaran atau eksplorasi, bayi yang memasukkan benda atau mainan ke mulutnya bisa jadi karena ia akan tumbuh gigi. Biasanya disertai dengan menetesnya air liur. Pada beberapa anak, kebiasaan ini akan berhenti pada usia 3 tahun, ketika ia sudah mengeksplorasi banyak hal dan mengetahui benda yang bisa dimakan atau tidak. 


Untuk itu, sebisa mungkin awasi si Kecil ketika ia menemukan benda atau mainan yang menarik minatnya karena pasti akan masuk ke mulutnya. Jika langsung dilarang, keinginan eksplorasinya akan terbatas. Jadi sebaiknya, bersihkan benda dan mainan si Kecil secara berkala agar aman jika ia akan memasukkannya ke dalam mulut. 


Apa yang terjadi jika si Kecil memasukkan mainan yang kotor ke dalam mulutnya? Terdapat dua penyakit yang diakibatkan dari mainan kotor. Penyakit ini cukup sering terjadi pada bayi. Apa saja? 


Infeksi Saluran Alat Pernapasan (ISPA)

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan sehingga mudah terkena penyakit. Salah satu penyakit yang biasa terjadi ialah ISPA. Bayi yang terkena penyakit ini akan merasa tidak nyaman dengan hidungnya, entah itu tersumbat atau pilek. Penyebab penyakit ini karena adanya virus dan bakteri. Asalnya bisa dari mainan yang jarang dibersihkan dan yang terkena virus ISPA. Bagaimana caranya?


Misalnya, ada orang dewasa yang terinfeksi ISPA, bersin atau batuk tanpa menutup mulut dan hidung. Sementara di dekatnya ada mainan yang biasa dimainkan si Kecil. Mungkin saja droplet jatuh pada mainan tersebut dan orangtua tidak menyadarinya. Jadi ketika si Kecil memainkannya, virus akan masuk ke tubuh kecilnya. Selain itu, debu-debu yang menempel pada mainan si Kecil juga wajib diperhatikan karena bisa masuk ke pernapasan si Kecil dan menimbulkan alergi.


Diare

Diare atau gangguan pencernaan juga merupakan penyakit yang sering ditemukan pada si Kecil. Diare terjadi karena kondisi pencernaan si Kecil masih sangat sensitif terhadap hal baru. Apapun yang masuk melalui mulut sampai ke pencernaannya, bisa saja menimbulkan reaksi tidak nyaman dan berujung pada diare. Biasanya, diare diakibatkan oleh makanan atau minuman yang tidak atau belum cocok dikonsumsi si Kecil. Atau bisa juga karena tak sengaja ternyata sudah kedaluwarsa.


Mainan yang kotor juga bisa menjadi penyebab diare pada bayi. Bayi berusia di bawah satu tahun cenderung memasukkan apapun ke dalam mulutnya, termasuk mainan. Jika saat itu mainannya kotor, tentu akan ada kuman yang masuk ke dalam tubuhnya dan timbul penyakit diare.


Ada beberapa cara membersihkan sekaligus tips menghilangkan kuman pada mainan bayi yang cukup ampuh. Berikut kami sajikan untuk Bunda.


Mainan berbahan plastik

Mainan berbahan plastik seperti mobil-mobilan atau Lego, paling banyak dimiliki si Kecil karena bentuk dan warnanya yang sangat beragam. Cara membersihkannya cukup dengan menggunakan sabun pembersih khusus bayi dan air hangat. Caranya, tambahkan sabun pembersih ke dalam air hangat. Rendam mainan lalu gosok beberapa kali pada bagian yang terlihat kotor. Setelah itu bilas hingga bersih.


Mainan lembut atau boneka

Jenis mainan seperti ini biasanya menjadi rumah bagi tungau yang berbahaya bagi si Kecil. Jadi wajib dibersihkan secara berkala, misalnya 2 minggu sekali. Bunda bisa menggunakan air panas yang dicampur sabun pembersih dan rendam. Setelah itu, gosok seperti mencuci baju, bilas, dan jemur dengan cara diangin-anginkan hingga benar-benar kering. Jika Bunda mencucinya dengan rutin, tungau pun akan malas mampir.


Mainan karet atau silicon

Karena bahannya yang kenyal, biasanya bayi suka menggigit mainan karet. Maka perlu dibersihkan dengan benar. Caranya campur air hangat dan sabun khusus pembersih yang aman untuk bayi. Rendam mainan beberapa menit, lalu bilas dan keringkan. Sebelum mencuci, perlu Bunda ketahui jenis mainan tersebut apakah tahan dengan air panas atau tidak.


Tips menghilangkan kuman pada mainan bayi ini bisa Bunda coba di rumah, baik itu untuk mencuci mainan lama, maupun untuk mainan baru. Walaupun baru, Bunda tidak bisa tahu ada berapa banyak kuman, bakteri, atau bahkan virus yang menempel pada mainan tersebut. Mumpung banyak waktu #dirumahaja, saatnya jadwalkan pembersihkan mainan si Kecil. 


Di atas telah disebutkan untuk membersihkan mainan bayi, diperlukan sabun pembersih khusus untuk bayi. Apakah beda dengan sabun pembersih yang biasa dipakai?


Tentu berbeda. Sabun pembersih khusus bayi biasanya mengandung bahan yang aman, terutama untuk kulit bayi yang sangat sensitif. Kandungan utama wajib 100% food grade karena mainan tersebut akan masuk mulut bayi. Lalu sabun pembersih khusus bayi yang bagus adalah tidak mengandung pewangi alias no fragrance. Pewangi dapat menimbulkan risiko alergi pada kulit dan pernapasan bayi. Selain itu, sabun pembersih khusus bayi juga harus bebas bahan kimia berbahaya seperti paraben. Sama seperti pewangi, paraben dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan pernapasan bayi. Ketiga hal tersebut wajib ada dalam sabun pembersih khusus bayi. Jadi ketika Bunda ingin membelinya, jangan lupa cek kemasan dan pastikan ada ketiga kriteria tersebut.


Jika Bunda tidak ingin repot-repot mencari sabun pembersih khusus bayi yang cocok, langsung saja pilih Sleek Baby Bottle, Nipple and Cleanser. Produk ini memiliki ketiga kriteria di atas, yaitu sudah pasti 100% food grade, no fragrance, dan bebas dari paraben. Tak hanya itu, Sleek Baby Bottle, Nipple and Cleanser juga memiliki formula Natural Antibacterial dan Stain Removal Formula yang mampu menghilangkan kuman & bakteri sekaligus bau amis pada botol susu. Sleek Baby Bottle, Nipple and Cleanser bisa digunakan untuk mencuci mainan dan juga botol susu. Jadi satu produk bisa Bunda gunakan untuk beragam manfaat. Lebih hemat, bukan?


Maka, yuk beralih ke Sleek Baby Bottle, Nipple and Cleanser agar mainan tetap bersih, si Kecil aman, Bunda pun tenang. Ingin mengetahui apa saja produk Sleek Baby lainnya? Silakan klik tautan berikut.

Leave a comment