1000 Hari Perlindungan
Image

Tips Menyimpan ASI Perah yang Aman untuk Ibu Bekerja

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan nutrisi yang utama dan terbaik bagi kebutuhan bayi. ASI memang lebih baik diberikan kepada si kecil dalam kondisi segar dan langsung disusui dari tubuh sang ibu. Namun dalam kondisi tertentu, beberapa ibu memilih untuk memerah dan menyimpan air susunya ke dalam sebuah wadah untuk disimpan dan diberikan kepada si kecil kemudian. Mereka adalah ibu menyusui yang beraktivitas di luar rumah, seperti bekerja di kantor. Memerah ASI pun menjadi pilihan agar asupan nutrisi si kecil tetap terpenuhi. Oleh karena itu, penting bagi Bunda yang beraktivitas di luar rumah untuk mengetahui bagaimana proses penyimpanan ASI perah dengan tepat hingga cara penyajiannya agar ASI perah tetap aman untuk dikonsumsi bayi.

Menyimpan ASI perah dengan aman

    Ada berbagai macam wadah atau tempat yang biasa dipilih oleh para ibu untuk menyimpan ASI perahnya, seperti botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kantung kemasan plastik yang khusus untuk penyimpanan ASI perah. Bunda sebaiknya hindari penyimpanan ASI perah dengan menggunakan botol atau kemasan plastik yang biasa digunakan untuk keperluan umum, sebab tempat penyimpanan ikut mempengaruhi kualitas ASI yang disimpan. Berikut beberapa tips untuk menyimpan ASI perah dengan aman:

1.   Bunda wajib membersihkan wadah penyimpanan ASI, baik botol kaca bertutup atau kantong ASI plastik khusus (BPA free) agar steril dan aman digunakan untuk menyimpan ASI. Gunakan sabun pembersih khusus untuk mencuci botolnya. Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi atau biasa dikenal dengan Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser atau dapat Bunda pilih untuk membersihkan botol penyimpanan ASI. Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser hadir dengan formula yang telah disempurnakan dan dilengkapi dengan 8 Proteksi (Improved 8 Protection Formula). Salah satu di antaranya adalah 100% food grade sehingga aman digunakan untuk mencuci buah dan sayuran juga Bahan yang 100% food grade ini membuat Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser aman, sehingga Bunda tidak perlu khawatir jika ada residu atau sisa sabun dari Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser yang tertinggal dan tidak sengaja tertelan oleh si kecil.

2.   Jangan mengisi botol atau plastik kemasan sampai penuh. ASI perah cenderung akan mengembang dalam keadaan membeku. Jika Bunda menggunakan kemasan plastik sebagai wadah penyimpanan ASI perah, tempatkan lagi dalam kontainer atau kotak kemasan lain sebelum memasukkannya ke dalam lemari pendingin untuk meminimalisir resiko terjadi kebocoran.

3.   Berikan label yang mencantumkan tanggal dan waktu kapan Bunda memerah dan menyimpan ASI tersebut pada setiap botol atau kantung penyimpanan ASI. Pemberian label ini berguna untuk mengetahui botol ASI perah yang mana yang harus dipakai terlebih dahulu. Karena Bunda disarankan untuk menggunakan ASI perah yang disimpan berdasarkan urutan waktu penyimpanan (first in, first out).

4.   Simpan ASI perah dalam lemari pendingin (kulkas) atau freezer untuk menjaga kualitas terbaiknya.

5.   Hindari meletakkan botol penyimpanan ASI perah pada bagian pintu dalam lemari pendingin (kulkas) karena pintu kulkas akan sering dibuka-tutup dan ASI akan mudah terpapar dengan udara luar.

6.   Bunda sebaiknya melakukan pengecekan suhu lemari pendingin (kulkas) secara rutin setidaknya 3 kali sehari agar tidak terjadi perubahan suhu.

7.   Bunda akan lebih sering memerah ASI saat ke kantor atau ke luar rumah, maka ASI perah yang disimpan harus selalu dalam keadaan dingin dalam cooler box dengan ice pack di dalamnya. Pastikan suhunya tetap terjaga sampai nanti sesampainya di rumah dapat dipindahkan dalam freezer atau lemari pendingin (kulkas) di rumah.

8.   Setelah memompa ASI, jangan lupa untuk selalu bersihkan alat pompa ASI tersebut dengan air dan Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser. Kemudian bilas dan tunggu sampai mengering sebelum menyimpannya kembali.

9.   Jaga kebersihan semua benda yang bersinggungan langsung dengan ASI perah untuk meminimalisir resiko bakteri berkembang dalam ASI yang disimpan, termasuk mencuci tangan sebelum dan setelah memompa ASI hingga menyimpannya.

Waktu penyimpanan ASI

          Waktu penyimpanan ASI juga menjadi hal yang tak kalah penting dalam proses penyimpanan ASI perah. Lama waktunya bergantung pada tempat penyimpanan ASI  dan jadwal Bunda menyusui bayi. Semakin cepat ASI digunakan, semakin sering juga Bunda memompa ASI. ASI yang akan digunakan secepatnya, sebaiknya cukup dimasukkan dalam bagian lemari pendingin yang tidak akan membuat beku. Berikut aturan waktu penyimpanan ASI yang biasa menjadi pedoman para ibu menyusui berdasarkan tempat penyimpanannya:

1.   Dalam suhu ruangan

ASI yang baru diperah dapat disimpan dalam suhu ruangan yang berkisar pada 25 derajat Celcius dan sebaiknya digunakan dalam waktu hingga 4 jam setelah dipompa. Sementara untuk ASI perah beku yang disimpan pada suhu ruangan sebaiknya digunakan dalam waktu 1-2 jam.

2.       Cooler box

Saat menyimpan ASI perah dalam cooler box, masukkan banyak es batu dalam kantung (ice pack) ke dalam cooler box untuk menjaga suhu agar tetap dingin. ASI perah ini akan tahan lama hingga 24 jam atau 1 hari.

3.   Lemari pendingin (kulkas)

ASI yang baru diperah dapat disimpan dalam lemari pendingin (kulkas) dengan suhu ideal 4 derajat Celcius atau lebih rendah dan batas penyimpanan hingga 5 hari untuk menjaga kualitasnya. Sementara ASI perah beku dapat disimpan dalam kulkas dengan batas penyimpanan sekitar 24 jam atau 1 hari. Hindari meletakkan botol penyimpanan ASI perah pada bagian pintu dalam lemari pendingin (kulkas) karena pintu kulkas akan sering dibuka-tutup dan ASI akan mudah terpapar dengan udara luar.

4.   Freezer dalam lemari pendingin (kulkas)

ASI perah juga dapat langsung disimpan dalam freezer yang ada di kulkas dengan suhu -10 derajat Celcius. Jika lemari pendingin (kulkas) tersebut memiliki 2 pintu, ASI yang baru diperah dapat disimpan dalam freezer selama 3-4 bulan. Jika hanya memiliki 1 pintu, lama waktu penyimpanan ASI hanya sekitar 2 minggu. ASI beku di dalam freezer yang telah dikeluarkan tidak boleh dibekukan kembali.

5.       Freezer

Freezer terbagi menjadi 2 macam, freezer dengan pintu dibuka ke depan dan freezer box yang dibuka ke atas. Jika ASI perah segar disimpan dalam freezer dengan pintu dibuka ke depan, ASI dapat bertahan selama 6-12 bulan dengan suhu minimal -18 derajat Celcius. Sementara jika ASI perah segar disimpan dalam freezer box yang dibuka ke atas, ASI dapat bertahan selama 6-12 bulan dengan suhu minimal -20 derajat Celcius. Hindari membekukan kembali ASI beku yang telah dikeluarkan dari freezer.

Perlu diingat ya, Bunda, bahwa proses pembekuan ASI perah kemungkinan menghilangkan beberapa zat yang penting dalam kandungannya. Semakin lama penyimpanan ASI perah, baik didinginkan maupun dibekukan, semakin banyak kandungan vitamin C pada ASI yang akan hilang.

Menghangatkan dan menyajikan ASI perah

Sebelum memberikannya pada si kecil, ASI perah yang telah disimpan harus dihangatkan terlebih dahulu. Berikut tips untuk menghangatkan dan menyajikan ASI perah untuk si kecil:

1.   Bunda disarankan untuk menggunakan ASI perah yang disimpan berdasarkan urutan waktu penyimpanan (first in, first out).

2.   ASI perah yang telah dibekukan sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruangan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa perubahan suhu yang cepat dapat mempengaruhi kandungan antibodi dalam ASI yang bermanfaat untuk si kecil. Maka, Bunda tidak disarankan untuk memanaskan ASI tersebut di atas kompor yang menyala.

3.   ASI perah yang beku setelah disimpan dalam freezer dapat dicairkan di dalam kulkas selama 12-24 jam atau diletakkan dalam mangkuk yang berisi air hangat. Diamkan beberapa saat hingga mencair.

4.   Jika ASI perah dibutuhkan segera, Bunda dapat menempatkannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa, lalu dilanjutkan mengalirinya dengan air hangat.

5.   ASI perah beku yang sudah mencair sebaiknya direndam dalam air panas dengan suhu tidak lebih dari 70 derajat Celcius lalu kocok ASI perah yang sudah mencair agar larutan handmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.

6.   Meski mudah, Bunda sebaiknya menghindari penggunaan microwave untuk mencairkan dan menghangatkan ASI perah beku. Perubahan suhu yang terlalu cepat pada ASI perah dapat berisiko merusak kandungan nutrisi dan antibodi dalam ASI yang dibutuhkan oleh si kecil.

7.   Sebelum ASI perah diberikan kepada si kecil, cek suhunya terlebih dahulu dengan cara meneteskannya pada pergelangan tangan Bunda. Pastikan suhu ASI perah sudah terasa hangat atau sekitar 32-37 derajat Celcius.

8.   Hindari membekukan kembali ASI perah beku yang sudah mencair. ASI perah yang telah disimpan sebelumnya atau tidak dihabiskan oleh si kecil sebaiknya dibuang.

Jaga kebersihan peralatan ASI

          Untuk menjaga kualitas ASI, penting untuk selalu menjaga kebersihan alat pompa dan kemasan penyimpanan ASI perah dengan mencucinya menggunakan pembersih botol yang aman seperti Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser. sleek bottle nipple & baby accessories cleanser ini memiliki tekstur yang kental namun tidak menyisakan bau sabun serta membuat botol dan perlengkapan bayi lainnya bersih. sleek bottle nipple & baby accessories cleanser hadir dengan formula yang telah disempurnakan dan dilengkapi dengan 8 Proteksi (Improved 8 Protection Formula), yaitu:

1.   Food Grade: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan dan aman untuk bayi.

2.   Natural Antibacterial: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser mengandung bahan alami yang mampu membasmi kotoran dan mematikan kuman, bakteri dan jamur dengan maksimal.

3.   Stain Removal: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser mengandung bahan yang mampu membersihkan noda, sisa lemak dan bau yang menempel pada peralatan bayi secara menyeluruh.

4.   Hypoallergenic: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser mengandung bahan yang mampu meminimalisir terjadinya iritasi kulit, gatal dan kasar baik pada kulit bayi ataupun kulit Bunda.

5.   Dermatologically Tested: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser telah teruji secara klinis.

6.   Microbiological Tested: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser telah teruji secara efektif dalam membunuh mikroorganisme berbahaya.

7.   High Quality Concentrate: penggunaan Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser sedikit saja, botol susu dan peralatan bayi lainnya sudah bersih dan terlindung dari kuman.

8.   Paraben Free: Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser tidak mengandung paraben dan bahan pengawet lainnya.

Selain efektif menghilangkan bau amis dan sisa lemak susu dalam botol dan perlengkapan bayi lainnya, formula Sleek bottle nipple & baby accessories cleanser yang konsentrat sangat hemat dan membantu mencegah terjadinya kerusakan atau korosi pada botol susu bayi. Sabun pencuci botol bayi sangat dianjurkan penggunaannya untuk membersihkan botol, dot dan perlengkapan bayi lainnya dibanding sabun pencuci piring biasa. Hal ini dikarenakan sabun pencuci botol bayi memiliki kandungan surfaktan yang lebih rendah dibanding sabun pencuci piring biasa. Surfaktan ini sendiri bisa berasal dari bahan alami ataupun bahan kimia buatan. Keduanya memiliki daya pembersih yang baik, namun ada beberapa zat kimia yang biasanya terkandung di dalam cairan sabun pencuci piring biasa yang sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu kesehatan si kecil.

Leave a comment