1000 Hari Perlindungan
Image

Tips Menyambut Kelahiran Bayi Bagi Para Ayah

Momen melahirkan memang menjadi saat yang paling dinantikan oleh Bunda dan Ayah, apalagi untuk anak pertama. Segala persiapan dibutuhkan untuk menyambut datangnya si Kecil di dunia, mulai dari kamar lengkap berisi peralatan bayi, nama indah dan bermakna, hingga mengikuti kelas melahirkan bagi Bunda. Tak hanya Bunda dan bayi saja yang perlu persiapan, Ayah pun juga harus memiliki persiapan yang matang.


Apa saja tips menyambut kelahiran bayi bagi para Ayah? Berikut kami sajikan tipsnya:


Dampingi Bunda

Saat melahirkan, memang bisa dikatakan sebagai magical moment bagi setiap Bunda. Namun bukan berarti tidak ada peran Ayah di saat tersebut. Justru Ayah wajib mendampingi dan membantu apapun yang Bunda perlukan. Mulai dari mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa, memilih rute tercepat agar tidak telat ke rumah sakit atau rumah bersalin, dan tentu, menenangkan Bunda.


Mempersiapkan perlengkapan

Supaya teratur dan tidak ada yang terlupa, buatlah daftar pada barang-barang yang akan dibawa. Diskusikan dengan Bunda apa saja yang diperlukan. Untuk mempermudah, Ayah bisa membuat daftar seperti berikut:


- Tas perlengkapan untuk Bunda, yang berisi:

Pakaian (untuk menginap dan pulang)

Korset untuk setelah melahirkan

Smartphone dan charger

Alat mandi

Pakaian dalam (bra menyusui dan celana dalam maternity)

Sandal

Kaus kaki

Pembalut melahirkan

Nursing cover

Pompa ASI

Kantong ASI

Breast massager

Barang personal Bunda seperti bantal pribadi atau buku bacaan.


- Tas perlengkapan untuk bayi, yang berisi:

Selimut tudung

Bedong

Bantal bayi

Baju bayi

Diapers cream (jika perlu)


- Dokumen rumah sakit untuk mengurus biaya inap seperti:

KTP

SIM

Kartu Keluarga

Kartu asuransi


- Uang tunai untuk berjaga-jaga kebutuhan mendesak


Mengetahui hal-hal terkait persalinan

Salah satu tips menyambut kelahiran bayi adalah dengan mengetahui berbagai hal yang terkait persalinan. Ayah bisa mencari informasi dari dokter atau sumber lain yang terpercaya. Jadi ketika Bunda mengeluh tentang kondisi kehamilannya, Ayah bisa dengan sigap membantu mencari solusi. Hal ini juga berguna ketika Bunda sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Bantu Bunda untuk membedakan kontraksi asli dengan kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Kontraksi palsu biasanya akan berakhir rasa sakitnya setelah Bunda mengubah posisi tubuh. Sedangkan kontraksi asli pasti disertai dengan keluarnya air ketuban dan rasa sakit yang berulang. 


Jika persiapan yang bersifat fisik seperti rumah sakit, perlengkapan bayi, hingga nama bayi sudah dipersiapkan dengan matang, maka ada satu hal penting yang tidak boleh terlupa. Adalah persiapan mental sang Ayah. Biasanya, Bunda sudah mempersiapkan mental sebelum hingga sesudah melahirkan. Persiapan mental bisa didapat dari membaca buku mengenai bayi, yoga, meditasi, bertukar pengalaman dengan sesama ibu, bertanya pada dokter kandungan, dan lainnya yang bisa menenangkan hati sekaligus menguatkan mental.


Walau proses melahirkan dilakukan oleh Bunda, namun mental sang Ayah juga perlu disiapkan. Pasalnya, baik Bunda maupun Ayah, harus sama-sama siap menjadi orangtua lahir dan batin. Bagaimana cara mempersiapkan mental ayah untuk menyambut kelahiran bayi?


Perbanyak olahraga

Stres memang tidak bisa dihindari oleh siapapun, terutama para Ayah. Pikiran berkecamuk mulai dari biaya melahirkan hingga kesiapan mengurus sang buah hati. Meski stres tidak mampu dihindari, tetapi Ayah bisa mengelolanya, salah satunya dengan cara berolahraga. Salurkan energi negatif yang ada di pikiran Ayah dalam bentuk olahraga. Ayah bisa mulai lari pagi atau sore hari, bersepeda, atau olahraga favorit lainnya. Selain meluruhkan stres, olahraga dapat membuat pikiran lebih segar sehingga kepanikan jelang melahirkan pun bisa teratasi.


Mencoba meditasi

Biasanya meditasi umum dilakukan oleh para Bunda agar tenang saat detik-detik menuju persalinan. Namun meditasi juga bisa dijadikan tips menyambut kelahiran bayi untuk para Ayah. Meditasi ditujukan agar pikiran Ayah menjadi lebih tenang sehingga bisa menciptakan aura positif saat mendampingi Bunda. Caranya, pejamkan mata, hirup udara dalam-dalam, pusatkan perhatian pada memori menyenangkan, lalu hembuskan perlahan. 


Berikan dukungan

Menjadi Ayah yang tenang dan suportif adalah sikap yang sangat Bunda butuhkan ketika melahirkan. Berikan dukungan kepada Bunda yang sedang kontraksi hebat dengan cara meyakinkan bahwa ia sudah melakukan yang terbaik lalu usap lembut pada leher atau punggungnya. Ketika Bunda sedang panik atau stres karena detik-detik melahirkan sudah dekat, usahakan Ayah menjadi orang yang paling tenang dan bisa Bunda andalkan.


Jadilah Ayah siaga

Ingat jargon lawas, Siaga = Siap Antar Jaga? Jargon ini wajib Ayah terapkan ketika Bunda sudah mendekati tanggal kelahiran (HPL). Sebelum hari H datang, Ayah perlu memastikan handphone selalu bisa dihubungi dan menghubungi. Lalu, buat akses cepat untuk menghubungi nomor-nomor penting seperti nomor rumah sakit atau rumah bersalin, dokter kandungan, nomor orangtua dan mertua, dan nomor lain yang sekiranya bisa dihubungi. Jangan lupa untuk merencanakan bagaimana Ayah akan mengantar Bunda, apakah dengan mobil pribadi, taksi, atau ambulans. Jangan lupa untuk membawa alas duduk untuk menampung air ketuban dan darah saat di mobil.


Setelah semua tips menyambut kelahiran bayi sudah dilakukan, maka saatnya Ayah fokus memberikan dukungan menghadapi detik-detik persalinan. Ketika sudah di rumah sakit, menunggu kontraksi bisa jadi hal yang lama dan melelahkan. Karena bisa saja saat Bunda dan Ayah sampai di rumah sakit sudah bukaan 1, namun untuk menuju bukaan selanjutnya membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari. Penting bagi Ayah untuk selalu mendukung dan menyemangati Bunda yang menahan sakit kontraksi, sulit tidur, juga diselimuti rasa panik. 


Jika sang Bunda sudah siap melahirkan atau sudah bukaan terakhir, sebisa mungkin Ayah dampingi di sampingnya. Genggam tangan Bunda dan tatap matanya penuh cinta agar ia merasa lebih tenang. Ayah juga bisa membisikkan kata-kata positif supaya Bunda tetap semangat berjuang. Ketika Bunda telah berhasil mempertaruhkan hidup dan matinya untuk melahirkan si Kecil, maka Ayah bisa langsung melakukan tugas pertama. Seperti bagi yang muslim, Ayah bisa mengazankan di telinga mungil si Kecil sambil menggendongnya. Ketika si Kecil sedang tidak menyusu, Ayah bisa melakukan skin-to-skin agar tercipta bonding sejak dini. Jika sejak bayi sudah dekat dengan Ayah, maka hubungan harmonis akan terjaga hingga dewasa kelak.


Begitu banyak persiapan untuk menyambut kelahiran bayi, baik dari sisi Bunda maupun dari sisi Ayah. Setelah melahirkan, akan banyak kejutan baru yang menanti Bunda dan Ayah mulai dari cara menidurkan, memandikan bayi, hingga memberi ASI langsung dan ASIP dari botol. Jika Bunda memberi ASIP dari botol dan dot, pastikan dalam keadaan bersih dan bebas bakteri. Mencucinya pun sebisa mungkin menggunakan produk khusus pembersih botol seperti dari Sleek Baby. Sleek Baby memiliki produk Bottle Nipple & Accessories Cleanser yang dilengkapi dengan formula Natural Antibacterial dan Stain Removal Formula yang efektif membunuh bakteri serta menghilangkan bau amis dan noda susu. Bebas dari paraben dan 100% FOOD GRADE yang aman bagi bayi karena tidak akan meninggalkan residu berbahaya. Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser juga sudah dermatologically tested jadi  walau sering menggunakannya, tidak menyebabkan iritasi di tangan. Bunda dan Ayah ingin tahu lebih banyak lagi tentang Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser? Silakan kunjungi tautan berikut.

Leave a comment