1000 Hari Perlindungan
Image

Tips Mengatasi ‘Gerakan Tutup Mulut’ Pada Anak Balita

Mengurus buah hati selalu memiliki challenge tersendiri di setiap fasenya. Termasuk ketika memberi si kecil makan, lalu dihadapi dengan masalah GTM. Apalagi usia balita yang umumnya mulai picky, sehingga butuh kreasi menu makan anak dua tahun agar menarik keinginannya untuk makan.


GTM atau Gerakan tutup mulut adalah istilah baru dari mogok makan. Tidak hanya menutup mulut, anak yang susah makan ini bahkan bisa menyemburkan makanannya, melepeh, atau cara 'ajaib' lain agar makanan jauh-jauh darinya.


Kalau sudah begini, cukup banyak dampak yang dikhawatirkan oleh para Bunda. Mulai dari anak mudah sakit, berat badan turun, dan tentu saja kekurangan gizi untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Penyebab Anak GTM

Penelitian multisenter yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan penyebab tersering GTM pada anak adalah inappropriate feeding practice, yakni pemberian makanan yang kurang sesuai dengan prosedurnya.


Fase ini seringkali terjadi saat dimulainya pemberian MPASI atau selama proses menyapih anak. Untuk itu ketika akan memberi makan si kecil, Bunda wajib memperhatikan beberapa feeding rules-nya terlebih dulu, antara lain:


Baca Juga : Atasi Hidung Bayi Mampet Dalam Sekejap, Lakukan Cara-Cara Ini


- Tepat waktu; tidak kurang atau lebih dari usia 6 bulan

- Menu sesuai dengan tahapan perkembangan anak

- Kualitas makanan sudah baik

- Kuantitas makanan sudah tepat

 - Kebersihan penyiapan dan penyajian makanan


Sementara menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK(K), penyebab GTM pada anak lebih beragam lagi. Dari mulai merasa bosan dengan makanannya, sedang sakit, tumbuh gigi, tidak merasa lapar, trauma terhadap makanan atau prosesnya, hingga penyajian yang kurang menarik.


Jangan Lakukan Ini Ketika Anak GTM

Menghadapi anak yang sedang GTM memang membutuhkan kesabaran ekstra. Bunda tak bisa memaksanya untuk makan sampai habis, tapi di sisi lain sulit membiarkannya makan dalam porsi sedikit karena memikirkan kecukupan gizi si kecil. Agar keadaan tidak semakin parah, ada baiknya Bunda menghindari perlakukan berikut:


1. Hindari pernah memaksa si kecil untuk makan, apalagi sampai mengancamnya dengan kekerasan. Hal ini dapat mengakibatkan trauma, yang membuat anak semakin tidak tertarik untuk makan.


2. Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti menonton televisi, berjalan-jalan, atau bermain.


3. Saat makan, jangan berikan si kecil minuman lain selain air putih, karena akan membuatnya kenyang duluan.


4. Hindari mengiming-imingi reward atau hadiah setelah makan selesai. Sebab, kedepannya bisa saja ia menolak makan jika Bunda tak memberinya imbalan.


5. Usahakan tidak memberi si kecil junk food atau makanan instan, lantaran dapat merusak cita rasanya terhadap makanan alias semakin pemilih.


 Baca Juga : Penyebab Perut Bayi Kembung dan Berbunyi


Cara Mengatasi Anak GTM

GTM pasti berlalu. Ada kalanya si kecil kembali doyan makan seperti yang Bunda harapkan. Untuk mengakhiri permasalahan ini khususnya pada anak usia dua tahun, berikut cara-cara mengatasi GTM yang bisa dicoba:


1. Biasakan memberi makan di pagi hari ketika perutnya sedang kosong. Jangan berikan si kecil susu dulu, sehingga makanan pun akan habis dilahap.


2. Teratur memberi anak makanan utama dan snack. Makanan utama dengan menu makan anak dua tahun empat bintang, perlu diberikan 3 kali sehari, dan dua kali snack di antaranya. 


3. Jika Bunda ingin memberikan si kecil susu, mulai beri porsi agar perutnya tak hanya bergantung pada itu saja tapi juga makanan. Sebaiknya berikanlah 2-3 kali saja sehari, sekitar 500-600 ml/hari).


4. Batasi waktu makan anak, maksimal 30 menit per sesi. Lebih dari itu, artinya anak sudah tertarik dengan makanan, atau mungkin belum lapar. 


5. Pastikan lingkungan saat menyantap menu makan anak dua tahun sudah menarik. IDAI menyarankan untuk membiasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan, setidaknya selalu latih si kecil untuk makan di meja makan. 


6. Dukung anak untuk makan sendiri. Jika ia terlihat tidak tertarik dengan makanan yang Bunda tawarkan (atau mungkin ia menutup mulutnya rapat-rapat), tawarkan kembali tanpa memaksa. 


7. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri saja proses makan tersebut. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

 

Kreasi Menu Makan Anak Dua Tahun

Bun halnya dengan orang dewasa, si kecil juga bisa bosan saat makan, bun. Bahkan mereka jauh lebih cepat untuk merasa jenuh terhadap makanan, apalagi jika sudah mengenal berbagai jenis macam rasa yang kuat

.

Nah, menyiasati anak supaya tak lagi GTM juga bisa dilakukan dengan memberinya menu makan anak dua tahun yang enak dan menarik. Seperti apakah makanan tersebut? Bunda dapat mencoba dua pilihan menu makan anak dua tahun dalam sehari (3 kali makan, 1 kali snack) berikut ini:


     Menu Makan Anak Dua Tahun #1

Makan pagi:

Oatmeal dengan topping buah-buahan

Yogurt

    Makan siang:

Nasi putih

 Ayam suwir keju

Sayur bayam jagung

Snack sore:

Sepotong roti dengan selai atau mentega

Jus buah

Makan malam:

Mashed potato

Kacang polong rebus

Semur daging cincang

 

Menu Makan Anak Dua Tahun #2

     Makan pagi:

 Setengah butir telur rebus

Pancake mini dengan potongan pisang

     Makan siang:

Nasi putih

Bistik daging cincang dan tempe

Cream soup

     Snack sore:

Salad buah

Biskuit susu

     Makan malam:

Bubur ayam

Potongan wortel kecil-kecil

Kecap manis

Untuk pemberian susu, sesuaikan dengan permintaan anak. Namun sekali lagi, usahakan tidak memberikannya sebelum si kecil menyantap menu makan anak dua tahun di atas.


Jaga Kebersihan Peralatan Makan Anak dengan Sleek

Balita umumnya lebih rentan terserang penyakit daripada bayi di bawah enam bulan. Hal ini karena fase makan yang membuatnya terjangkau oleh kontaminasi bakteri dari piring, sendok, atau botol minum. Adapun penyakit yang paling umum dialami oleh anak usia balita karena hal tersebut adalah diare hingga infeksi jamur.


Baca Juga : Manfaat Minyak Telon Pada Bayi


Untuk itu, pastikan peralatan makan anak selalu bersih dengan selalu mencucinya menggunakan Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi atau disebut Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser.  Berikut diantaranya kelebihan yang dimiliki oleh Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser:


- Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser sudah teruji klinis di lembaga terakreditasi. 

- Berbahan natural anti bacterial yang pastinya ampuh mematikan semua bakteri dan kotoran.

- Mengandung 100% Food Grade yang membuatnya aman untuk bayi.

- Ada stain removal formula, sehingga lemak susu atau makanan terangkat maksimal.

- Paraben free yang membuatnya bebas dari bahan kimia berbahaya.

- Dermatology tested/sudah teruji klinis dan memiliki formula hypoallergenic dimana Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser tidak membuat kulit kering atau mengelupas sekalipun sering digunakan.

- Cairannya bersifat high concentrate, kental dan padat. Jadi lebih irit karena dipakai sedikit saja, sudah bisa untuk mencuci banyak barang.


Jadi selain memikirkan cara mengatasi GTM dengan kreasi menu makan anak dua tahun, Bunda juga perlu ekstra menjaga kebersihan peralatan makannya agar si kecil selalu sehat. Produk Sleek Baby siap mendukung Bunda dalam mengasuh sang buah hati dari bayi, balita, hingga anak-anak.


Leave a comment