1000 Hari Perlindungan
Image

Tak Perlu Bingung Lagi, Ini Perbedaan Minyak Telon dan Kayu Putih

Tubuh bayi yang masih sangat kecil dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dapat membuatnya mudah merasa kedinginan, masuk angin dan bahkan terserang flu. Salah satu cara agar menjaga tubuhnya tetap hangat adalah dengan mengoleskan minyak pada tubuhnya. Ada dua macam jenis minyak yang dapat Bunda gunakan untuk menghangatkan tubuh si kecil, yaitu minyak telon dan minyak kayu putih.

          Kedua jenis minyak ini, minyak telon dan minyak kayu putih seakan menjadi teman setia bagi si kecil untuk membantu menjaga tubuhnya agar tetap hangat dan terhindar dari perut kembung dan masuk angin. Biasanya Bunda mengoleskannya pada si kecil setelah ia mandi, di bagian perut dan telapak kaki. Tidak hanya bayi saja yang sering menggunakan minyak telon dan minyak kayu putih ini, orang dewasa juga sering membawa minyak ini ketika bepergian untuk pertolongan pertama saat kedinginan melanda atau mual ketika di dalam kendaraan.

          Walau sudah tak asing lagi dan sering digunakan sehari-hari dengan tujuan yang sama, namun masih ada beberapa orang merasa kesulitan menemukan perbedaan minyak telon dan kayu putih. Lalu, apa sebenarnya perbedaan minyak telon dan kayu putih? Berikut penjelasan mengenai perbedaan minyak telon dan kayu putih ya, Bunda.

1.       Komposisi

Meskipun sama-sama bisa digunakan untuk membuat si kecil merasa hangat, nyaman serta terlindungi, namun perbedaan minyak telon dan kayu putih terletak di segi komposisi. Minyak telon memiliki 3 (tiga) komposisi utama, yaitu campuran minyak kelapa, minyak adas/anisi, dan minyak kayu putih dengan kadar yang berbeda-beda dan telah disesuaikan agar memberikan manfaat optimal bagi si kecil. Sedangkan minyak kayu putih merupakan hasil ekstraksi dan penyulingan dari daun dan ranting tanaman eucalyptus, yakni pohon jenis Melaleuca leucadendra atau Melaleuca cajuputi. Selain itu, ada juga minyak kayu putih yang dibuat dengan menambahkan campuran cengkeh, minyak esensial dan menthol. Ketika ketiga bahan ini dicampur dalam proses tertentu, maka minyak kayu putih ini pun dapat mengeluarkan sensasi rasa hangat saat dioleskan ke tubuh.

 

2.       Fungsi dan manfaat

Perbedaan minyak telon dan kayu putih juga terletak pada segi fungsi dan manfaatnya. Dengan adanya perbedaan komposisi antara minyak telon dan minyak kayu putih, ini memungkinkan adanya perbedaan manfaat juga di antara keduanya. Minyak telon sering digunakan oleh bayi baru lahir hingga usianya menginjak 5 tahun, dengan manfaat yang dapat menghangatkan tubuh sehingga terhindar dari masuk angin, melegakan pernapasan si kecil saat pilek atau hidung tersumbat serta membuat tidurnya lebih nyenyak dengan aromanya yang menenangkan. Tak hanya itu, aromanya yang khas berkat campuran minyak eucalyptus dan minyak adas ini juga mampu mengusir nyamuk agar si kecil terhindar dari rasa gatal akibat gigitan nyamuk. Minyak telon juga memiliki keunggulan lain, yaitu dapat membantu meredakan nyeri. Zat antioksidan dari kandungan minyak eucalyptus dapat merangsang produksi hormon serotonin sehingga mengurangi rasa sakit. Serotonin merupakan hormon yang bisa membuat seseorang merasa nyaman dan senang sehingga rasa sakit berkurang. Maka itu, gunakan Sleek Baby Telon Oil untuk mendapatkan manfaat ini, terlebih Sleek Baby Telon Oil mengandung 2x telon biasa dan minyak anisi yang ampuh meredakan perut kembung.

Sementara itu, minyak kayu putih sering digunakan untuk meredakan pilek atau hidung tersumbat dan sakit kepala dengan cara mengoleskannya pada bagian bawah hidung. Efek aromaterapinya dapat membantu meredakan masalah tersebut. Minyak kayu putih diketahui mengandung senyawa sineol yang dapat meresap dan bekerja untuk mengurangi rasa sakit di area kulit yang dioleskan. Sensasi rasa hangatnya yang kuat dapat membantu meredakan rasa nyeri hingga ke dalam dan meredakan otot-otot yang pegal. Hindari mengoleskan minyak kayu putih pada area luka terbuka karena akan menimbulkan rasa perih yang menyengat.

 

3.       Aroma dan tekstur

Memang, baik minyak telon maupun minyak kayu putih sama-sama memiliki efek aromaterapi karena aromanya yang sama-sama menenangkan. Namun, perbedaan minyak telon dan kayu putih dari segi aromanya adalah aroma minyak kayu putih jauh lebih kuat dan menyengat dibandingkan dengan minyak telon. Ini disebabkan oleh kandungan minyak kayu putih pada minyak telon kadarnya sedikit dan sudah bercampur dengan dua kandungan minyak lainnya, yaitu minyak kelapa dan minyak adas. Perbedaan minyak telon dan kayu putih juga dapat dilihat dari tekstur cairan minyaknya. Minyak telon memiliki tekstur yang lebih kental dan licin sehingga lebih lama meresap saat dioleskan di kulit. Sedangkan minyak kayu putih memiliki tekstur yang tidak licin dan lebih cepat meresap saat dioleskan di kulit.

 

4.       Tingkat kehangatan

Selain aroma dan teksturnya, perbedaan minyak telon dan kayu putih juga dapat dirasakan dari sensasi hangat yang dihasilkannya. Memiliki aroma yang lebih kuat dan menyengat, minyak kayu putih terasa lebih hangat saat dioleskan di kulit daripada minyak telon. Oleh karena itu, minyak telon lebih sering digunakan pada bayi yang baru lahir, sedangkan minyak kayu putih cenderung lebih sering digunakan oleh bayi di atas 5 tahun atau orang yang usianya lebih dewasa. Dikhawatirkan, saat minyak kayu putih digunakan untuk bayi baru lahir atau bayi berusia di bawah 1 tahun, maka efeknya akan terlalu hangat atau bahkan panas untuk si kecil.

Untuk beberapa kondisi tertentu, terlepas dari perbedaan minyak telon dan kayu putih, kedua minyak ini memang sama-sama memberikan manfaat dan khasiatnya, terutama menghangatkan tubuh saat kedinginan agar terhindar dari masuk angin atau bisa juga meredakan rasa mual karena mabuk perjalanan saat bepergian. Meskipun kedua minyak ini aman untuk dipakai, Bunda diharapkan untuk tetap berhati-hati saat menggunakan minyak telon dan minyak kayu putih untuk si kecil.

Bunda sebaiknya mencermati kualitas produk minyak telon dan minyak kayu putih yang akan digunakan dengan benar. Perhatikan kemasannya, cek tanggal kadaluarsanya serta sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Selain itu, batasi penggunaan minyak telon dan minyak kayu putih pada si kecil sebagai antisipasi karena kulit bayi dan anak-anak masih sangat rentan dan khawatir akan berdampak buruk akibat rasa hangat dan bahan kimia yang terkandung di dalam minyak telon dan minyak kayu putih.

Oleskan minyak telon dan minyak kayu putih hanya di bagian sekitar perut, dada, punggung dan telapak kaki. Hindari area wajah, telapak tangan dan alat kelamin si kecil. Bayi dan anak-anak rentan memasukkan tangan ke dalam mulutnya, jika Bunda mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih di bagian telapak tangannya, khawatir si kecil mengecap rasa minyaknya yang pahit dan panas. Begitu juga jika Bunda mengoleskan pada alat kelaminnya yang sensitif, si kecil akan merasa tidak nyaman akibat kepanasan. Minyak telon dan minyak kayu putih tergolong jenis obat luar, sehingga akan berbahaya bagi organ bagian dalam tubuh jika terminum oleh si kecil. Taruh minyak telon dan minyak kayu putih di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh si kecil ya, Bunda.


Leave a comment