1000 Hari Perlindungan

Image

Social Skills, Bekal Si Kecil yang Tak Kalah Penting

Bermain bersama teman merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil. Dengan bermain, Si Kecil dapat berinteraksi dengan teman-teman sebayanya dan secara tak langsung mengasah kemampuan sosialnya (social skills). Karena ke mana pun Si Kecil berada, ia tak lepas dari dunia sosial. Pentingkah social skills?

 

Menurut Susan Diamond, MA, ahli patologi bahasa dan berbicara, Si Kecil memerlukan social skills yang bisa diajarkan orangtua. Bermain bersama teman merupakan cara terbaik untuk mengenalkan Si Kecil mengenai konsep aturan, yaitu bagaimana menghadapi seorang teman yang datang dan mengajarkan sopan santun terhadap sesama. Biasanya, social skills pertama yang dikenalkan oleh Bunda antara lain kebiasaan menyapa (hai, halo), meminta tolong, maaf, terima kasih, melambaikan tangan, bersalaman, dan kiss bye.

 

Namun itu saja tak cukup, karena semakin usia bertambah Si Kecil akan memerlukan lebih banyak kemampuan sosialnya. Lawrence Balter, PhD, psikolog anak dan parenting expert, menyarankan empat hal ini.

 

Menghargai teman

Dalam hidup sudah seharusnya kita saling menghargai sesama, begitu pula dengan Si Kecil. Untuk itu, penting sekali mengenalkan konsep tentang saling menghargai antar teman. Katakan kepadanya bahwa setiap orang memiliki ruang pribadi. Praktikkan contoh sederhana kepada Si Kecil, seperti harus minta izin ke teman jika ingin bermain ke rumah atau meminjam mainannya. Jika teman tak ingin mainannya diusik, jangan merebutnya. Ajarkan pula hal sebaliknya, Si Kecil juga punya ruang pribadi.

 

Menghargai waktu

Selain itu, ajarkan Si Kecil untuk menghargai waktu sekaligus menunggu. Misalnya, ajak Si Kecil datang tepat waktu untuk kunjungan dokter gigi, jika ia lamban biarkan saja. Kalau Bunda dan Si Kecil datang terlambat dan banyak antrian, katakan kepadanya datang tepat waktu adalah bentuk menghargai waktu orang lain dan diri sendiri. Jelaskan pula konsekuensinya, yaitu harus sabar menunggu.

 

Empati

Bunda dapat mengambil contoh di sekolah atau lingkungan sekitar tempat tinggal. Misalnya jika ada teman yang sakit, jenguk dia bila memungkinkan, minta Si Kecil untu menanyakan apa yang dirasakan oleh temannya, dan bagaimana ia menjalani kegiatannya ketika sakit. Tanya juga bagaimana pendapat Si Kecil, apakah ia merasakan hal sama dengan teman, dan apa yang akan ia lakukan jika sakit.

 

Komunikasi non verbal

Untuk hal ini, Bunda dapat bermain ekspresi wajah dan body language dengan Si Kecil. Sebagai bantuan bisa juga melibatkan acara televisi kesukaannya. Mintalah ia menebak dan bergantian Bunda yang menebak. Lebih lucu lagi, jika setiap ekspresi difoto dan dicetak.

 

Intonasi

Usai bermain komunikasi non verbal, lanjut ke permainan intonasi. Bunda juga bisa menggunakan acara televisi favorit Si Kecil untuk menganalisa arti intonasi. Kenalkan social skills setiap saat, Bunda, karena kemampuan ini salah satu bekal penting untuk masa depannya. 

Leave a comment