1000 Hari Perlindungan
Image

Simak Cara Meningkatkan Percaya Diri Setelah Melahirkan Berikut

Setelah melahirkan, banyak Bunda yang merasa tidak percaya diri karena perubahan fisik dan mental yang dialami. Menyambut Hari Ibu, kami akan membahas tentang bagaimana cara tepat agar Bunda bisa percaya diri dan semangat menjalani hari baru menjadi seorang ibu terbaik. Lalu bagaimana cara meningkatkan percaya diri setelah melahirkan?


Sebelum mengetahui caranya, mari kita ungkap beberapa penyebab mengapa ibu tidak percaya diri setelah melahirkan sebagai berikut:


Adanya tekanan dari luar

Semua Bunda pasti menyadari bahwa menjadi orangtua baru tidaklah mudah karena tidak ada sekolah khusus. Ilmu dipelajari sendiri dan dialami sendiri. Maka seringkali Bunda kebingungan perihal menyusui, MPASI, hingga pola pengasuhan. Ketika Bunda dalam kondisi seperti ini, akan ada banyak sekali nasihat yang datang dari lingkungan luar. Mulai dari ibu, ibu mertua, tetangga, teman, tante, dan lainnya yang belum tentu semua benar serta cocok dengan kondisi Bunda. Terkadang nasihat tersebut juga dibalut paksaan dengan alasan takut terjadi hal buruk pada si Kecil. Kondisi ini membuat beberapa Bunda menjadi insecure dan merasa tidak mampu mengurus bayinya sendiri. 


Perubahan fisik yang signifikan setelah melahirkan

Hal yang paling sensitif bagi tiap wanita ialah perubahan bentuk tubuh. Apalagi setelah melahirkan. Jika biasanya memakai pakaian ukuran S, kini hanya ukuran XL yang nyaman dikenakan. Jika biasanya angka timbangan termasuk ideal, kini hanya tinggal kenangan. Masih banyak perubahan-perubahan signifikan yang biasanya dicemaskan para Bunda. Kecemasan tersebut juga dipengaruhi oleh media sosial yang memperlihatkan selebritis yang sudah melahirkan tapi memiliki tubuh ideal seperti sebelum hamil. Hal ini tentu memicu rasa tidak percaya diri karena tidak bisa mengikuti bentuk tubuh seperti selebritis tersebut.


Masalah kulit seperti jerawat dan stretchmarks

Dua hal ini masih berkaitan dengan perubahan fisik di atas. Jerawat biasa dialami oleh Bunda yang sedang hamil dan setelah melahirkan karena adanya perubahan hormon. Banyak Bunda yang saat hamil memiliki wajah bercahaya. Tetapi tidak sedikit juga Bunda yang mengalami jerawat parah dengan kulit muka kusam. Hal ini membuat Bunda tidak percaya diri untuk kumpul dengan teman atau keluarga.


Begitu pula dengan stretchmarks. Stretchmarks hadir karena kulit yang meregang saat hamil. Jadi akan timbul bekas pada perut, paha, dan bokong yang membuat tidak mulus lagi. Masalah kulit ini biasanya membuat Bunda malu dan tidak percaya diri.


Working Mom vs Stay at Home Mom

Satu hal yang membuat Bunda merasa tidak percaya diri adalah tentang pekerjaan. Pada working Mom, terdapat kecemasan karena tidak bisa mengasuh si Kecil setiap waktu. Selain itu, beberapa menganggap working Mom bukanlah ibu sejati karena tidak mengasuh bayinya secara langsung. Tentu anggapan seperti ini membuat para working Mom tidak percaya diri dan resah ingin resign namun kebutuhan finansial juga perlu didukung.


Bunda yang menjalani peran sebagai stay at home Mom juga memiliki masalah ketidakpercayaan diri. Waktu bersama si Kecil memang jauh lebih banyak dibanding dengan working Mom. Namun ada kalanya Bunda ingin bisa mandiri secara finansial seperti wanita karier, apalagi kini kebutuhan untuk si Kecil semakin banyak. Anggapan miring tentang stay at home Mom juga ada, misalnya seperti, “Sekolah tinggi tetapi hanya jadi ibu rumah tangga saja”. Kalimat seperti ini tidak sedikit yang membuat para Bunda terpuruk dan merasa minder dengan dirinya sendiri.


Perbandingan dengan anak lain

Tidak ada Bunda yang rela buah hatinya dibanding-bandingkan dengan anak lain yang seolah terlihat lebih hebat. Biasanya perbandingan ini hadir ketika melihat media sosial, bertemu dengan tetangga yang negatif, pertemuan keluarga besar, dan acara lainnya yang memungkinan masuknya komentar kurang baik dari orang lain. Ketika si Kecil dibandingkan dengan anak lain, akan ada dua hal yang terjadi. Bunda sedih karena merasa si Kecil tidak sehebat anak lain dan Bunda kecewa karena merasa gagal sebagai orangtua. 


Lalu bagaimana cara meningkatkan percaya diri setelah melahirkan?


Mencintai diri sendiri

Setelah melahirkan, perubahan fisik biasanya langsung terlihat. Mulai dari tubuh yang tidak langsing lagi, timbul jerawat di wajah, stretchmarks di beberapa bagian tubuh, dan lainnya. Sebaiknya, Bunda mulai bercermin dan memuji diri sendiri bahwa Bunda berharga. Bagian tubuh yang dikeluhkan adalah bukti bahwa Bunda istimewa untuk si Kecil dan keluarga. Bunda adalah sosok yang lebih penting dari sekadar bentuk tubuh yang dimiliki.


Menikmati waktu bersama si Kecil

Daripada memikirkan bentuk tubuh pasca melahirkan, sebaiknya Bunda menikmati waktu bersama dengan si Kecil. Perbanyak pengetahuan mengenai parenting dan tumbuh kembang anak. Jadikan si Kecil motivasi Bunda untuk menjalani kehidupan yang lebih baik karena ia mampu mengalihkan pikiran negatif Bunda tentang bentuk tubuh. Ingat, mau bagaimanapun bentuk tubuh Bunda, si Kecil akan tetap sayang dan menganggap Bunda adalah pahlawan terhebatnya.


Diskusi dengan Ayah

Salah satu cara meningkatkan percaya diri setelah melahirkan adalah dengan menceritakan apa yang dirasakan kepada Ayah. Bercerita dapat mengurangi stres yang Bunda hadapi, sekaligus mendapat solusi yang tepat. Minta Ayah untuk menjadi pendengar yang baik lalu tanyakan apa yang perlu Bunda lakukan agar masalah ini bisa selesai. Sekecil apapun dukungan dari orang terdekat, pasti akan mampu menguatkan Bunda.


Merawat diri

Setelah mencintai diri sendiri dan mendapat dukungan dari orang terdekat, saatnya Bunda merawat diri. Bisa dimulai dari mengonsumsi makanan sehat, merawat tubuh dan rambut, dan merias wajah. Gunakan kesempatan ini sebagai hadiah untuk Bunda karena telah bersusah payah melahirkan si Kecil. Sempatkan waktu merawat diri agar Bunda terafirmasi positif untuk mencintai diri sendiri. Jangan lupa lakukan olahraga rutin setiap hari. Selain sehat, angka timbangan ideal juga bisa Bunda dapatkan.

Hindari lingkungan negatif

Lingkungan negatif di sini adalah orang-orang yang kerap berkomentar soal bentuk tubuh Bunda, tumbuh kembang si Kecil, melakukan perbandingan, hingga mempertanyakan gaya parenting Bunda. Jika bisa dihindari, lakukanlah demi kesehatan mental dan fisik Bunda. Bertemulah dengan lingkungan yang optimis dan positif sehingga Bunda akan merasa didukung serta dihargai terhadap keputusan yang diambil.


Yuk, bangun kembali rasa percaya diri Bunda dan fokus merawat si Kecil. Jadilah orang pertama yang peduli dengan kebutuhan si Kecil. Mulai dari memahami proses tumbuh kembangnya, hingga memperhatikan kebersihan benda di sekitarnya. Berbicara soal kebersihan benda milik si Kecil, apakah Bunda sudah memilih pembersih yang tepat?


Benda-benda milik si Kecil seperti botol susu dan mainan perlu dibersihkan dengan sabun pembersih khusus yang mengandung formula 100% food grade dan tanpa pewangi. Mengapa? Karena formula tersebut aman untuk kulit bayi yang sangat sensitif. Apalagi barang-barang tersebut suka dimasukkan ke mulut jadi akan bahaya kalo meninggalkan zat kimia berbahaya sehingga penting untuk memilih produk yang aman untuk si kecil. Nah, sabun pembersih yang tepat adalah Sleek Baby Bottle, Nipple and Accessories, karena diformulasikan khusus untuk bayi. Selain 100% food grade dan tanpa pewangi, juga mengandung formula Natural Antibacterial dan Stain Removal yang mampu menghilangkan kuman sekaligus noda susu pada botol. Jadi sebelum Bunda memilih sabun pembersih yang aman untuk si Kecil, cek dahulu komposisi bahan pada kemasan agar tidak salah. Jika Bunda ingin melihat beberapa produk Sleek Baby lainnya, silakan menuju tautan berikut.

Leave a comment