1000 Hari Perlindungan
Image

Si Kecil Menyusu dari Botol? Perhatikan Hal Ini Agar Selalu Aman Digunakan

Bayi yang sudah menyusu dari botol, seyogyanya butuh perhatian khusus. Terlebih, anak di bawah 1 tahun belum memiliki daya tahan tubuh memadai. Perhatikan kesterilan botol itu sendiri tiap kali hendak menggunakannya. Sebab, botol yang kurang dicuci bersih dapat memicu sejumlah penyakit mulai dari infeksi jamur di sekitar mulut hingga diare. Sabun pencuci botol bayi pun menjadi andalan untuk membersihkan benda tersebut. 


Kenapa Harus Pakai Sabun Pencuci Botol Bayi

Ya, kebanyakan bunda sekarang memang lebih memilih sabun pencuci botol bayi daripada sabun cuci piring biasa untuk membersihkan perangkat menyusu si kecil. Mengapa demikian? Padahal fungsinya sama-sama bisa membersihkan kotoran. Ketahui 3 alasannya berikut ini:


1. Ampuh membunuh kuman dan bakteri

Perlu diingat, salah satu media penyebaran kuman dan bakteri terhadap bayi adalah perlengkapan feeding si kecil. Bagi anak yang terbiasa menyusui ASI atau formula melalui botol, residu susu tersebut kadang masih suka tertinggal di sela-sela dot. Residu adalah sisa susu yang mengendap karena proses mencuci kurang maksimal. Sisa susu ini kemudian dapat memicu berkembangnya sumber penyakit. Bahkan dengan air mendidih atau sterilizer saja, tidak cukup menghilangkannya. Maka itu, kamu perlu sabun pencuci botol bayi yang formulasinya ampuh membunuh kuman dan bakteri. 


2. Sabun pencuci botol bayi tidak meninggalkan residu

Tanpa disadari, bunda sering merasa ada rasa sabun cuci piring biasa dalam sendok atau peralatan makan yang dipakai. Itu tandanya residu detergen masih terdapat dalam peralatan makan bunda. Bayangkan kalau itu terjadi di dalam botol susu bayi. Bisa-bisa si kecil mengalami keracunan ataupun gangguan kesehatan lainnya.

Sabun cuci botol khusus bayi dipilih bunda karena tidak berisiko meninggalkan residu di dalam botol susu yang sudah dicuci. Jadi, si kecil aman untuk menggunakan botol susu kembali. Bila ada residu pun, sabun jenis tersebut dapat dibersihkan dengan mudah. Cukup membilasnya sekali lagi dengan menggunakan air bersih.


3. Aroma sabun cuci botol bayi tidak menyengat

Bayi punya beragam alasan ketika tiba-tiba enggan menyusu. Entah karena sakit, kenyang, atau aroma botol susunya itu sendiri. Nah, sabun pencuci botol bayi umumnya tidak memiliki bau sabun menyengat. Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi misalnya, hanya memberi sensasi wangi lemon yang justru sangat menyegarkan. Aroma dalam sabun cuci ini pun mudah hilang setelah 2-3 kali bilas atau ketika botol dimasukan ke dalam air panas untuk proses sterilisasi. Tentunya, hal ini mengurangi risiko si kecil menolak untuk minum susu lewat botol. 


Baca Juga : Memilih Sabun Pencuci Botol Yang Aman Untuk Bayi


Langkah-Langkah Mencuci Botol Susu Bayi

Sekilas memang terlihat hanya mencuci biasa. Namun, khusus untuk botol susu bayi, membersihkannya tidak bisa sembarangan. Hal ini karena sewaktu digunakan, botol susu akan menempel langsung dengan mulut bayi. Maka dari itu, kebersihan botol susu bayi sangat berkaitan dengan kesehatan si kecil.


Umumnya bunda-bunda di Indonesia membersihkan botol susu bayi secara manual dengan tangan. Ada beberapa langkah tepat mencuci botol susu bayi, agar perlengkapan menyusu si kecil ini benar-benar bersih dan bebas dari sumber penyakit, yaitu:


- Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir. Gosok tangan menggunakan sabun selama kurang lebih 20 detik.

- Pisahkan semua bagian botol, seperti botol, dot, katup botol, dan tutup botol. Setelah itu, bilas dengan air bersih yang mengalir.

- Rendam bagian-bagian botol dalam baskom berisi air hangat dan sabun. Hindari meletakkannya di wastafel, karena dapat meningkatkan risiko botol terkontaminasi kuman.

- Bersihkan bagian botol satu per satu menggunakan sikat khusus. Jangan lupa untuk membersihkan botol sampai ke dasarnya ya, Bun.

- Saat membersihkan dot, pastikan Bunda bisa mengeluarkan air dari lubang dot. Hal ini bermanfaat untuk memastikan dot sudah benar-benar bersih.

- Setelah itu, bilas kembali semua bagian botol dengan air bersih dan keringkan dengan handuk bersih yang bebas dari debu.


Selain mencucinya dengan sabun pencuci botol bayi, kamu juga disarankan untuk melakukan sterilisasi. Boleh secara manual dengan air panas ataupun menggunakan sterilizer. Caranya kalau manual, pisahkan semua bagian botol, lalu rendam di panci berisi air hangat selama kurang lebih 5 menit. Jangan lebih dari waktu tersebut, karena akan merusak bahan seperti jadi lecet atau melepuh.


Baca Juga : 7 Tips Memilih Produk yang Bagus Untuk Si Kecil


Pilih Sabun Pencuci Botol Bayi yang Tepat

Biasanya sabun pencuci botol bayi dibuat dari bahan kimia yang terbukti aman untuk si kecil. Namun, formulanya tetap bisa mematikan kuman, bakteri, dan jamur yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare ataupun muntaber. Bahan yang aman tersebut juga tidak memicu alergi pada bayi.


Nah, dalam memilih sabun pencuci botol bayi yang tepat, pastikan kamu menggunakan Sleek Baby Pembersih Botol dengan  8 Proteksi yang terbukti kualitasnya. beberapa  formula yang ada di Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi adalah: 


- Cairan pembersih berlabel 100% food grade, aman untuk perlengkapan makan dan minum bayi. Jadi, jika ada sisa sabun yang tidak sengaja tertelan si kecil, tak perlu takut karena menggunakan bahan yang aman

- Stain removal formula, yang efektif untuk menghilangkan lemak susu dan bau tidak sedap. Formula ini juga tak kalah penting, karena bisa sekaligus mencegah bakteri menempel pada botol karena residu susu.


Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi ini juga boleh digunakan untuk mencuci selain botol susu. Misalnya, mainan atau teether bayi yang berpotensi menyebarkan kuman dan bakteri.


Jangan Lupa Rutin Mengganti Botol Susu

Kebersihan dalam mencuci botol memang harus diperhatikan. Mulai dari cara hingga pemilihan sabun pencuci botol bayi yang tepat. Namun di samping itu untuk menghalau timbulnya berbagai penyakit terutama infeksi jamur, botol susu bayi juga harus rutin diganti. 


Umumnya, dokter anak menyarankan untuk rutin mengganti dot dan botol susu selama 3 bulan sekali. Terlebih kalau botol tersebut amat sering digunakan. Jika kamu menemukan tanda-tanda berikut ini, jangan ragu untuk segera menggantinya lebih cepat:


- Mengalami perubahan warna yang menandakan bahwa kondisi dot memang sudah memburuk.

- Terjadi penipisan yang merupakan tanda awal dot rapuh. Untuk bisa menguji ketahanan dari dot, kamu bisa mencoba untuk menariknya. Dot yang normal seharusnya bisa langsung kembali ke bentuk aslinya. Jika tidak, maka sudah waktunya dot diganti.

- Menyusut atau melebar. Hal semacam ini menjadi karena pemuaian dimana juga berarti dot sudah tidak layak digunakan.

- Retak, merembes atau robek. Bila dot sudah menunjukkan ciri ini, segera ganti karena akan membahayakan keselamatan bayi saat menyusu, misalnya tersedak. Apalagi dot bayi yang sudah retak, testurnya akan berubah tajam dan bisa melukai bibir bayi. 


Sementara untuk bagian botol, ketika warnanya sudah berubah menjadi buram serta terlihat adanya goresan-goresan halus pada permukaan, jangan pikir dua kali untuk langsung menggantinya dengan yang baru demi kesehatan si kecil.


Baca Juga : Minyak Telon Bayi, Seberapa Penting? Kenali Ragam Khasiatnya


Jadi, begitulah hal-hal yang perlu diperhatikan jika sang buah hati selalu menggunakan botol susu untuk memenuhi asupan gizinya setiap hari. Perhatikan bagaimana cara mencucinya sampai bersih, gunakan sabun pencuci botol bayi yang food grade dengan stain removal formula, dan rutin menggatinya minimal tiga bulan sekali.

Leave a comment