1000 Hari Perlindungan
Image

Sebelum Si Kecil Lahir, Yuk Simak Tips Menjadi Ayah Baru

Menyambut Hari Ayah Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 November, sudahkah Ayah mempersiapkan diri menyambut kelahiran si Kecil?


Menjadi Ayah bukanlah hal yang mudah. Butuh banyak belajar dan juga pengalaman yang cukup panjang. Jika calon Ayah belum siap mengemban tanggung jawab besar ini, bisa jadi ada kemungkinan ia akan mengalami baby blues syndrome seperti yang dialami Bunda. Baby blues syndrome yang dialami Ayah sebetulnya adalah depresi pasca kelahiran bayi. Namun masyarakat awam biasanya menyebutnya dengan istilah baby blues.


Baby blues syndrome pada Ayah penyebabnya bukan dari hormon, melainkan dari faktor:

- Takut dan panik dengan tanggung jawab menjadi seorang Ayah

- Kurang istirahat

- Takut tidak mampu membiayai keluarga

- Kurang diperhatikan Bunda

- Minim pengetahuan tentang bayi


Untuk mencegah baby blues syndrome, Ayah bisa menerapkan beberapa tips menjadi Ayah baru sebagai berikut:


Menyiapkan dana

Tidak bisa dipungkiri, masalah finansial kerap menjadi pikiran utama seorang Ayah. Ketika mengetahui Bunda sedang mengandung, rencanakan finansial dengan matang. Tanggung jawab ketika memiliki anak akan cukup besar karena biaya yang diperlukan cukup banyak. Mulai dari biaya kontrol kehamilan, vitamin dan obat penunjang, biaya melahirkan, perlengkapan bayi, biaya sekolah, dan lainnya. Maka, perbaiki kondisi finansial keluarga dan mulai untuk menabung baik melalui investasi atau asuransi pendidikan.


Memiliki pengetahuan soal bayi

Berbicara tentang tips menjadi Ayah baru, tentu tidak bisa lepas dari pengetahuan soal bayi. Bunda pasti sudah membekali diri dengan beragam wawasan dan pengetahuan seputar kehamilan, melahirkan, hingga merawat bayi. Ayah pun sepatutnya sama dengan Bunda. Seorang Ayah wajib mempunyai peran aktif membantu Bunda mulai dari masa kehamilan. Gali sebanyak-banyaknya informasi melalui buku, artikel terpercaya, atau belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman. Setelah itu, pilah yang mana yang sekiranya cocok untuk Ayah terapkan pada Bunda dan calon bayi, karena tidak semua saran bisa diterapkan.


Stay positive

Selama masa kehamilan, Bunda sering kali mengalami perubahan hormon. Otomatis memengaruhi emosinya yang seringkali naik tidak menentu. Jadi kadang Ayah akan melihat Bunda sedih tanpa sebab yang jelas atau mudah marah pada hal yang sepele. Hal ini wajar adanya dan Ayah harus bersiap diri menghadapinya. Kuncinya adalah selalu ingat bahwa hal ini terjadi karena hormon ibu hamil dan tetaplah dukung Bunda apapun yang terjadi.


Dampingi Bunda saat kontrol

Usahakan untuk selalu ada saat kunjungan ke dokter kandungan tiba. Nikmati tiap tahap perkembangan jabang bayi yang terlihat pada layar USG. Hal ini dapat membantu membangun bonding antara Bunda, Ayah, dan si Kecil. Akan hadir perasaan sayang dan semangat untuk segera bertemu. Kebiasaan ini bisa menjadi latihan ketika nanti setelah si Kecil lahir, Bunda dan Ayah akan sering ke dokter untuk pemeriksaan tumbuh kembang dan imunisasi. Momen kontrol ke dokter akan membuat Ayah terbiasa untuk meluangkan waktu bonding bersama Bunda dan si Kecil.


Mengubah gaya hidup

Dalam rangkaian tips menjadi Ayah baru, bagian mengubah gaya hidup bisa dikatakan sedikit sulit. Mengapa? Gaya hidup ketika masih lajang pasti berbeda ketika sudah menikah. Ketika si Kecil hadir ke dunia, tentu gaya hidup akan berubah lagi. Misalnya dari segi finansial. Sebelum memiliki si Kecil, mungkin Ayah suka membeli barang-barang hobi yang harganya tidak murah. Ketika punya si Kecil, tentu keinginan ini harus direm karena kebutuhan seorang anak tidaklah sedikit dan pastinya tidak murah. Akan lebih baik jika Ayah mengatur keuangan keluarga dengan menabung atau asuransi pendidikan demi masa depan si Kecil. 


Gaya hidup lainnya yang tak kalah penting adalah soal kesehatan. Jika sebelumnya Ayah seorang perokok, setelah mengetahui Bunda hamil, sangat amat disarankan untuk berhenti. Walau sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin jika sudah memiliki niat dan usaha untuk berhenti merokok. Rokok tidak hanya merusak kesehatan organ tubuh Ayah saja, namun juga berbahaya bagi Bunda dan bayi. Bukan saja meningkatkan risiko penyakit paru-paru dan otak pada bayi, tetapi juga bisa menyebabkan kematian dini serta SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Sebaiknya jangan korbankan nyawa bayi demi sebatang rokok milik Ayah.


Berlatih kebiasaan baru

Sebelum si Kecil lahir, ada baiknya jika Ayah berlatih menjalankan peran “ayah” yang sesungguhnya. Mulai dari mencium Bunda dan perutnya, mengajak ngobrol si Kecil yang berada di dalam kandungan, hingga memijat ringan Bunda untuk setidaknya sedikit meredakan pegalnya. Jika kebiasaan ini sudah dibangun sejak si Kecil dalam kandungan, ketika ia hadir Ayah sudah terbiasa melakukannya tanpa rasa canggung.


Saat si Kecil sudah lahir, Ayah bisa melakukan hal-hal berikut:


Selalu ada untuk Bunda dan si Kecil

Memiliki si Kecil tentu akan hadir tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Tanggung jawab dalam mengurus si Kecil, tentu bukan hanya milik Bunda saja, tetapi juga milik Ayah. Ayah bisa turut andil saat menenangkan si Kecil, memandikannya, mengganti popok, mengajaknya bermain, memberi ASIP, dan lain sebagainya. Jadilah Ayah yang bisa diandalkan di setiap kondisi dimana Bunda dan si Kecil butuhkan.


Prioritaskan waktu Ayah

Saat masih lajang, mungkin Ayah bisa dengan bebas kemana saja, kapan saja, bahkan untuk bekerja pun bisa dikatakan, “tidak mengenal waktu”. Ketika menikah, ada prioritas yang harus diutamakan yaitu pasangan. Lalu hadir si Kecil di tengah kehidupan Bunda dan Ayah. Otomatis prioritas yang wajib diutamakan akan bertambah. Luangkan waktu Ayah di tengah kesibukan untuk aktif berinteraksi dengan Bunda dan si Kecil.


Bermain memperkuat bonding

Tidak sedikit penelitian yang mengungkap bahwa jika Ayah bermain dengan si Kecil dapat memperkuat bonding dan memberikan hal-hal positif terhadap tumbuh kembangnya. Ketika pertama kali melakukannya mungkin Ayah merasa canggung ketika mencoba skin-to-skin dengan si Kecil. Namun cara bermain dengan bayi yang baru lahir inilah yang akan membuat bonding menjadi lebih kuat.


Kenalkan dengan mainan

Jika Ayah sudah lancar bermain dengan si Kecil, kenalkan ia dengan mainan yang sesuai usianya. Banyak sekali mainan yang dirancang sesuai tahapan usia bayi. Ada mainan untuk melatih kepekaan warna, mainan untuk melatih motoriknya, hingga mainan untuk merangsang tumbuh gigi. Ayah dan Bunda bisa memilih mainan mana yang tepat untuk si Kecil.


Berbicara tentang mainan, tentu tidak lepas dari soal kebersihannya. Mainan apapun yang bersentuhan dengan bayi, entah itu dipegang maupun dimasukkan ke mulut, perlu dilihat kebersihannya. Untuk itu, gunakan Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser untuk mencuci mainan sebelum diberikan ke bayi. Formulanya aman, bebas paraben, dan juga 100% FOOD GRADE. Jadi Bunda dan Ayah tidak perlu khawatir saat memberikan mainan pada bayi untuk mereka gigit dan mainkan, karena sudah dicuci dengan Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser yang berbahan alami dan tidak meninggalkan residu. Untuk info lebih lanjut, kunjungi link berikut.

Leave a comment