1000 Hari Perlindungan
Image

Persiapan MPASI untuk Mendukung Tumbuh Kembang Buah Hati

Senang sekali rasanya bila melihat si Kecil tumbuh sehat dan aktif ya, Bun. Tanpa terasa buah hati yang baru lahir mulai beranjak besar dan bisa mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Pertumbuhan si Kecil membuatnya harus dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) agar kebutuhan gizinya selalu tercukupi.

Bunda tak perlu resah soal masalah pencernaan saat MPASI. Kalau Bunda memperkenalkan MPASI dengan cara yang tepat, niscaya masalah pencernaan tersebut tak akan mengganggu si Kecil. Yuk, intip dulu ulasan tentang persiapan MPASI yang penting untuk buah hati Bunda berikut ini:

Mencermati Tanda-Tanda Anak Siap Menyantap MPASI

Pada umumnya, anak mulai diberi MPASI sejak usia 6 bulan. Namun, beberapa tanda berikut ini juga harus Bunda cermati agar bisa memberikan MPASI pada waktu yang tepat:

  • Anak siap menyantap ASI ketika sudah bisa duduk tegak dan menegakkan kepalanya. Perkembangan ini biasanya mulai terjadi pada usia 4 hingga 5 bulan.
  • Anak sudah bisa duduk di kursi khusus untuk makan (high chair).
  • Anak mau membuka mulut lebar-lebar ketika disodori sendok. Hal ini biasanya terjadi karena si Kecil sudah pandai meniru perilaku Ayah dan Bunda saat makan.
  • Anak tampak tertarik dengan makanan yang dimakan orang lain. Bahkan, tidak jarang si Kecil akan merengek ingin mencicipi makanan tersebut.
  • Anak mengalami perubahan pola makan dan tidur. Misalnya, si Kecil bisa menyusu sebanyak 6 hingga 7 kali dalam sehari padahal biasanya menyusu hanya 5 kali atau terbangun lebih sering untuk menyusu. Padahal, bayi berusia 6 bulan memiliki waktu tidur lebih lama daripada bayi baru lahir yang bangun 2-3 jam sekali untuk menyusu.
  • Anak mulai tumbuh gigi. Pertumbuhan gigi merupakan salah satu tanda bahwa si Kecil siap mengonsumsi makanan setengah padat.
  • Anak memiliki berat badan yang cukup, yaitu sekitar dua kali berat badan saat baru lahir atau minimal 6 kg.

Membuat Jadwal MPASI

Kalau si Kecil sudah siap menyantap MPASI, sebaiknya Bunda mulai membuat jadwal pemberian MPASI. Contoh jadwalnya adalah sebagai berikut:

Jam 06.00: ASI atau susu formula.

Jam 08.00: MPASI bertekstur lumat.

Jam 10.00: ASI atau makanan selingan bertekstur lembut, misalnya buah yang disaring.

Jam 12.00: MPASI

Jam 14.00: ASI atau susu formula.

Jam 16.00: Makanan selingan, misalnya biskuit bayi.

Jam 18.00: MPASI.

Jam 20.00 dan seterusnya: ASI atau susu formula.

Bunda tak harus mengikuti contoh jadwal tersebut karena bisa membuat jadwal sendiri sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Misalnya, mengurangi pemberian makanan selingan bila bayi sudah minum ASI dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Mengenal Aneka Makanan yang Tepat untuk MPASI

Bunda harus teliti memilih jenis makanan agar tidak menimbulkan masalah pencernaan saat MPASI. Beberapa jenis makanan yang tepat untuk MPASI anak antara lain:

  • Bubur nasi yang teksturnya sangat lembut.
  • Sumber karbohidrat lainnya yang dihaluskan, misalnya kentang, ubi, dan labu.
  • Buah yang dihaluskan, misalnya apel, pisang, alpukat, buah naga, dan pir.
  • Sayuran yang dihaluskan, misalnya brokoli, labu, dan wortel.
  • Bubur susu atau biskuit bayi yang dihaluskan. 

Kalau si Kecil bisa menyantap MPASI tahap awal dengan lancar, Bunda bisa melanjutkan pemberian MPASI dengan menyiapkan beberapa menu tambahan berikut ini:

  • Kacang-kacangan yang dihaluskan, misalnya edamame, kacang hijau, dan kacang merah.
  • Daging atau ikan yang dihaluskan.
  • Campuran sayuran dan kentang yang dihaluskan.
  • Sayuran berdaun yang dihaluskan, misalnya bayam, sawi hijau, dan sawi putih.
  • Susu, krim keju, dan yogurt.

Menghindari Jenis Makanan yang Tak Baik untuk MPASI

Meskipun jenis MPASI sangat beragam, sebaiknya Bunda tidak memberikan beberapa jenis makanan ini kepada si Kecil untuk menghindari risiko gangguan pencernaan atau tersedak:

  • Makanan yang bertekstur lengket dan keras, misalnya kacang utuh dan dodol.
  • Keju yang tidak dipasteurisasi. Biasanya keju yang tidak dipasteurisasi mengandung bakteri sehingga meningkatkan risiko keracunan pada anak.
  • Zat aditif penambah rasa, warna, dan aroma. Alangkah lebih baik jika MPASI hanya menggunakan sedikit garam dan gula sebagai penambah rasa alami.
  • Madu karena berisiko menyebabkan keracunan (botulisme).
  • Aneka hidangan laut seperti kerang-kerangan, lobster, dan kepiting karena beresiko mengandung merkuri. Sebagai gantinya, Bunda bisa membuat MPASI dari ikan air tawar seperti gurami, udang sungai, dan gabus.

Mempertahankan ASI Sebagai Asupan Utama Anak

Kalau selama ini si Kecil tidak bermasalah saat minum ASI, maka sebaiknya Bunda tidak menggantinya dengan susu formula atau susu sapi ketika si Kecil menyantap MPASI. Karena ASI adalah asupan penting yang mengandung gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Jadi, Bunda bisa tetap menggunakan ASI sebagai campuran makanan pendamping, misalnya membuat bubur dari biskuit bayi yang dicampur ASI. Seiring berjalannya waktu, Bunda juga bisa memperkenalkan menu cair tambahan seperti jus buah kepada si Kecil.

Mewaspadai Alergi Makanan pada Anak

  • Selain masalah pencernaan saat MPASI, hal lain yang kerap membuat para Bunda jadi resah adalah alergi makanan pada anak. Ada beberapa bahan makanan yang rentan menimbulkan alergi, misalnya susu sapi dan produk turunannya, telur, kerang, dan kacang-kacangan. Alergi makanan pada buah hati Bunda biasanya menyebabkan beberapa gejala, yaitu:
  • Diare.
  • Kulit memerah dan gatal-gatal.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, dan lidah.
  • Batuk.
  • Pada kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan sesak napas dan kehilangan kesadaran.

Kalau Bunda menemukan gejala tersebut setelah si Kecil menyantap makanan tertentu, maka pemberian jenis makanan tersebut mesti dihentikan. Biasanya alergi makanan bisa hilang seiring dengan bertambahnya usia anak. Namun, ada juga alergi makanan yang permanen hingga anak bertumbuh dewasa. Itulah sebabnya pemberian MPASI harus dilakukan dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk mengetes reaksi alergi pada anak.



Mengantisipasi Masalah Pencernaan saat MPASI

Momen pemberian MPASI biasanya tak lepas dari masalah pencernaan. Hal tersebut ditandai dengan perut kembung dan diare sehingga si Kecil jadi rewel. Namun, Bunda tak perlu khawatir menghadapi hal tersebut. Salah satu cara mengatasi masalah perut kembung adalah Mengoleskan minyak telon pada perut si Kecil. Bunda bisa menggunakan Sleek Baby Telon Oil untuk mengatasi masalah perut kembung.

Produk andalan Sleek Baby ini mengandung minyak kelapa, minyak cajuput, dan minyak anisi. Kandungan minyak telon pada Sleek Baby Telon Oil terbukti 2x lebih banyak sehingga tak hanya menghangatkan tetapi juga melancarkan pernapasan dan mencegah kembung pada bayi. Oleskan Sleek Baby Telon Oil pada bagian dada, perut, dan punggung saat si Kecil mengalami masalah perut kembung atau setiap kali selesai mandi. Maka buah hati Bunda akan merasa nyaman dan hangat, bebas kembung, dan siap tidur nyenyak tanpa terganggu masalah perut kembung. 

 

Usai menyimak ulasan ini, Bunda pasti sudah siap memberikan MPASI terbaik untuk si Kecil. Yuk, dukung tumbuh kembang si Kecil dengan proses pemberian MPASI yang lancar dan menyenangkan. Makanan lezat dan bergizi pasti membuat si Kecil bersemangat saat makan.


Leave a comment