1000 Hari Perlindungan

Image

Penyebab Si Kecil Masih Mengompol

Hampir setiap pagi kejadian ini berulang. Anak mengompol, seprai dan kasur basah, dan ruangan berbau pesing. Bunda pasti pernah mengalami hal demikian, kan?

Ya, hampir seluruh anak di dunia pernah mengompol. Karena anak di bawah usia lima tahun masih kesulitan mengontrol aliran urin ketika tidur, terutama tidur malam. Lalu apa penyebab anak di atas lima tahun masih mengompol? Yuk, cari tahu penyebabnya di bawah ini, Bunda.

 

Keturunan

Mengompol bukan mengindikasikan gagalnya toilet training pada Si Kecil. Tetapi hal tersebut sebagai sifat yang diturunkan. Jika salah satu atau kedua orang tua waktu kecil kerap mengompol, kemungkinan 50 persen, Si Kecil juga mengompol. Si Kecil akan berhenti mengompol pada usia yang sama dilakukan orang tuanya dulu.

 

Neurologis

Pada beberapa kasus, ada Si Kecil yang membutuhkan waktu lama untuk mengontrol fungsi tubuh tertentu. Hal ini dapat menyebabkan Si Kecil mengompol, karena tubuhnya belum belajar mengontrol kandung kemih.

Di sisi lain, Si Kecil mengompol karena tubuhnya kurang memproduksi hormon anti-diuretik (ADH), hormon yang mengatur kadar air dalam tubuh. Secara umum, level ADH tertinggi diproduksi pada malam hari dan kemungkinan tidak terjadi pada Si Kecil. Sebaliknya, level ADH terendah menyebabkan seseorang sulit bangun dari tidurnya. Inilah yang dialami oleh Si Kecil.

 

Stres

Si Kecil pun bisa stres. Bahkan banyak kasus menunjukkan, Si Kecil baik-baik dan mampu mengontrol kandung kemihnya, tiba-tiba ia mengompol lagi. Itu terjadi karena ia tengah stres dalam menanggapi peristiwa tertentu seperti pindah ke rumah baru, mulai sekolah, konflik orang tua, kedatangan anak baru, bullying, dan lainnya.

Sebaiknya, Bunda jangan menghakimi Si Kecil yang mengompol. Cari tahu dahulu apa penyebabnya, sehingga Bunda bisa mengajak Si Kecil berkomunikasi untuk mengatasi masalahnya.

Leave a comment