1000 Hari Perlindungan
Image

Patut Dicoba! 5 Ide Sensory Play untuk Mengasah Kreativitas Si Kecil

Work from home selama masa darurat Covid-19, tentu memberi banyak kesempatan quality time dengan sang buah hati. Semisal, meluangkan waktu untuk membacakan cerita atau bermain dengannya. Bunda punya anak balita? Bermain sensory play boleh dicoba untuk mengisi waktu luang si kecil. Namun karena aktivitas ini umumnya melibatkan air, pewarna alami, hingga bahan makanan, jaga selalu kebersihan pakaiannya dengan Sleek Baby Laundry Detergent ya, Bun! Sensory play adalah aktivitas yang melibatkan indera anak, termasuk indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan. Melalui permainan DIY (Do it Yourself), sensory play  bukan hanya menyenangkan tetapi juga dapat memberikan manfaat yang luar biasa untuk untuk mengasah kecerdasan mereka.

 

Manfaat Bermain Sensory Play

Setiap ibu mungkin perah merasa bingung ketika anak mulai aktif bermain. Jika gadget tak mungkin diberikan di usia terlalu dini, mainan pun sering kali membuatnya bosan, lantas permainan seperti apa yang baik untuk mendukung tumbuh-kembangnya? Nah, lewat sensory play, manfaat tersebut bisa dengan lebih cepat didapat karena mampu:

  • Melatih perkembangan otak
  • Meningkatkan bonding dimana saat orang tua bermain bersama anaknya, maka saat itu pula ikatan batin antara orang tua dan anak terbangun.
  • Mendorong ‘pemikiran ilmiah’ dan pemecahan masalah
  • Mendukung pengembangan bahasa
  • Melatih perkembangan motorik kasar halus, kognitif, kreatifitas, bersosialisasi, dan kecerdasan emosi.

Baca Juga : Daftar Perlengkapan Bayi yang Harus Bunda Ketahui

Bahkan menurut Very Well Family, sensory play juga ampuh memberi ketenangan pada anak sejak mereka bayi, karena dapat mengatur ketidaknyamanan internal seperti kebosanan, kegelisahan, atau berbagai jenis agitasi lainnya.

 

Kapan Anak Membutuhkan Sensory Play?

Perlu diingat bahwa ketika bayi sudah berusia 8 bulan, maka perlu ada beberapa milestone yang seharusnya sudah dilakukan mulai dari kemampuan motorik, berkomunikasi, keterampilan tangan, hingga kekuatannya dalam menggenggam sesuatu benda. Sejak usia itulah, sebisa mungkin anak sudah diperkenalkan dengan sensory play.

Namun ketika mengajak anak bermain sensory play, jangan lupa sesuaikan dengan usia mereka. Sebab ada bahan dan jenis permainan yang hanya boleh digunakan oleh anak dengan kemampuan di usia tertentu, seperti contoh di bawah ini:

  • Bayi – Melihat gelembung yang melayang lalu membiarkan mereka merasakan gelembung tersebut menyentuh kulit mereka
  • Balita – Mengamati cahaya dan bayangan yang diciptakan oleh cahaya lampu ataupun api, atau melihat penyatuan warna (dengan cat yang aman untuk anak-anak) hingga berubah menjadi warna lain, serta membentuk berbagai pola.
  • Anak pra-sekolah – Bermain alat musik dan mendengarkan nada-nada yang dihasilkan ketika Si Kecil memukul atau meniup instrumen dengan lembut atau kuat. Selain itu, mereka bisa memanfaatkan pasir kinetik untuk membuat berbagai bentuk.

 

5 Ide Sensory Play di Rumah

Bentuk permainan sensory play dapat berupa mengejar cahaya, main tebak suara, bermain pasir dan air, bermain lompat-lompat mengikuti garis, atau permainan lainnya. Nah, bagi kamu yang bingung mencari referensi kegiatan untuk si kecil di rumah, yuk coba permainan ini! Melansir berbagai sumber, berikut 5 ide sensory play yang bisa kamu buat sendiri dari bahan-bahan sederhana:

  1. Wash the Animals
    Pertama, cobalah buat sensory play bertemakan ‘wash the animals’. Permainan ini bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, tapi juga bisa menanamkan kebersihan dan rasa tanggung jawab pada anak.

    Alat dan Bahan:
    • Mainan binatang dari karet
    • Wadah plastik
    • Air
    • Sikat gigi bekas
    • Alat mandi khusus bayi
    • Handuk kecil

    Cara membuat:
    • Tuang air ke dalam wadah.
    • Campurkan sabun yang aman untuk bayi seperti Sleek Baby Travel Wash.
    • Biarkan anak ‘memandikan’ mainan binatang di dalam wadah tersebut.
    • Minta gunakan sikat agar lebih bersih.
    • Berikan handuk untuk mengeringkan.
  1. Jelly Beach
    Mau ke pantai, namun tak mungkin ke sana karena PSBB? Buat saja replikanya dari jelly dan pasir kinetik. Sensory play ini bisa sekaligus memperkenalkan anak seperti apa teksur agar-agar dan pasir.

    Alat dan Bahan:
    • Wadah plastik
    • Pasir kinetic
    • Agar-agar
    • Pewarna makanan warna biru
    • Kerang hiasan
    • Mainan binatang laut

    Cara Membuat:
    • Buat agar-agar di wadah persegi empat panjang.
    • Tambahkan pewarna makanan biru dan mainan binatang laut selagi masih cair.
    • Setelah jelly mengeras, potong seperempat bagiannya.
    • Tuangkan pasir ke sudut kosong tersebut.
    • Sebar beberapa kerang hiasan sebagai penyekat antara air dan pasir.

  2. Color Rice Bag
    Selanjutnya, buat sensory play bertema color rice bag. Dalam permainan ini, balita akan mengenal beragam jenis warna lewat beras-beras yang diberi pewarna makanan.

    Alat dan Bahan:
    • Beras
    • Pewarna makanan
    • Toples dan tutupnya
    • Mainan lama Si Kecil
    • Wadah plastik atau baking tray

    Cara membuat:
    • Masukkan beras pada toples dengan takaran yang dikehendaki.
    • Beri beberapa tetes pewarna makanan ke dalam toples berisi beras.
    • Tutup toples dan kocoklah agar pewarna makanan tercampur rata
    • Sebar beras tersebut ke dalam piring, diamkan sampai mengering.
    • Ulangi langkah-langkah di atas untuk warna yang berbeda.
    • Setelah beras yang telah diwarnai mengering, tuang ke dalam wadah
    • Tambahkan mainan dan biarkan ia bermain dengan imajinasinya.

  3. Water beads pond
    Untuk mengasah kemampuannya dalam berpikir, kamu bisa membuat sensory play dari water beads. Kemudian, sebar beberapa mainan-mainan kecil  dan minta anak untuk mencarinya satu per satu.

    Alat dan bahan:
    • Water beads
    • Air secukupnya
    • Wadah plastik
    • Mainan kecil-kecil

    Cara membuat:
    • Tuang water beads secukupnya pada wadah besar.
    • Masukkan air sedikit.
    • Tebar beberapa mainan kecil-kecil di balik water beads tersebut.
    • Biarkan anak bermain dengan menyentuh dan menggenggamnya.

  4. Bath paints
    Bagi anak yang kerap rewel setiap mandi, ini saatnya untuk membuat sensory play berupa cat mandi agar bath time jadi lebih menyenangkan sekaligus merangsang kreativitasnya. Lalu biarkan anak mengecat area sekitar kamar mandi seperti tembok atau bak dengan kuas. Jangan khawatir, cat ini sangat mudah dihapus, kok!

    Alat dan Bahan:
    • Shaving cream
    • Pewarna makanan
    • Botol plastik kecil
    • Kuas lukis
    Cara membuat:
    • Tuangkan shaving cream ke dalam botol plastik.
    • Masukkan beberapa tetes pewarna makanan, aduk hingga merata.
    • Ulangi langkah di atas untuk membuat beberapa warna cat mandi yang berbeda. 

 Baca Juga : Hidung Bayi Mampet Tapi Tidak Pilek, Ada Apa?

Tetap Jaga Kebersihan Pakaian Anak dengan Sleek Baby Laundry Detergent

Bermain sensory play memungkinkan pakaian anak lekas kotor. Tapi jangan khawatir, begitulah seharusnya anak belajar agar kreativitasnya lebih terasah sejak dini. Bunda hanya perlu mengawasi selama aktivitas berlansung, lalu setelahnya langsung cuci pakaian anak dengan meggunakan Sleek Baby Laundry Detergent.

Sleek Baby Laundry Detergent adalah detergen bersifat konsentrat yang aman digunakan untuk pakaian bayi, karena mengandung Natural Plant Extract sehingga tidak menyisakan residu pada baju dan celana si kecil. Mencuci pakaian dengan Sleek Baby Laundry Detergent juga tidak meninggalkan bau apek berkat Formula Anti Jamur dan Anti Bakteri di dalamnya. 

Untuk kebutuhan traveling, Sleek Baby Laundry Detergent tersedia dalam versi Sleek Baby Travel Wash berbentuk tube dengan tekstur krimnya yang lebih compact alias mudah dibawa kemana-mana.

Cara pakai Sleek Baby Laundry Detergent: Rendam baju si kecil, campur setengah tutup botol Sleek Baby Laundry Detergent ke dalam 10 liter air. Diamkan selama 30 menit agar noda dan bakteri bisa hilang dengan maksimal. Setelah itu, peras dan jemur pakaian hingga kering.

 

Leave a comment