1000 Hari Perlindungan
Image

Napas Bayi Bunyi: Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya

Merawat bayi yang baru lahir, tentu memiliki tantangan berbeda. Terutama bagi para new mom alias ibu baru. Anak nangis pun, rasanya belum paham betul cara menenangkannya. Selain itu, gerak-gerik tak biasa seperti napas bayi bunyi juga kerap mengundang kekhawatiran. Padahal ternyata, hal ini lumrah terjadi dan tidak mengindikasikan penyakit apapun.


“Grok… grok…” begitu napas yang terdengar saat bayi tidur. Tenang, umumnya kondisi ini berlangsung selama beberapa minggu. Setelah ia semakin besar, bunyi tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Namun meski tergolong normal, tak ada salahnya mengenali penyebab sekaligus cara ampuh mengatasinya di sini. Yuk, simak bersama!


Penyebab Napas Bayi Bunyi

Sebagian ibu beranggapan, napas bayi bunyi berasal dari air ketuban tidak dibersihkan dengan maksimal saat lahir. Ada pula yang beranggapan anaknya pilek atau kedinginan. Faktanya, bayi memang kerap memproduksi lendir dalam jumlah cukup besar. Mengutip detikcom, dr Meta Hanandita, SpA juga menjelaskan bahwa dinding saluran pernapasan akan menghasilkan lendir yang bermanfaat menangkap zat asing dari udara dari hirupan anak. 


Namun apabila jumlahnya banyak, refleks batuk akan terangsang. Nah, pada bayi yang baru lahir, mekanisme reflek ini belum sempurna sehingga tersisa lah lendir dalam saluran napasnya. Secara teknis, bunyi grok-grok pun muncul dari suara udara napas yang melewati lendir tadi.


Produksi lendir bisanya disebabkan karena adanya infeksi virus, debu atau benda-benda asing yang masuk ke hidung. Selain itu dalam beberapa kasus, napas bayi bunyi juga bisa dikarenakan oleh alergi dan retensi ASI pada saluran pernapasan.


Tanda Napas Bayi yang Perlu Dikhawatirkan

Meski normal terjadi, napas bayi bunyi terkadang bisa menandakan bahwa ada gangguan pada sistem pernapasan si kecil. Bagaimana cara menetahui napas tersebut masih normal atau tidak? Dengar seperti apa bunyinya. Kenali dua tipe bunyi napas pada bayi yang perlu diwaspadai berikut ini:


1. Bunyi napas mendengkur

Napas bayi terdengar seperti mendengkur? Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada sumbatan atau penyempitan pada saluran napas bayi. Bunyi tersebut biasanya disebabkan oleh epiglotitis, croup, kelainan bawaan lahir pada pita suara dan tenggorokan, atau masuknya benda asing pada saluran napas bayi. Selain terdengar berbeda dari biasanya, bayi dengan stridor juga bisa mengalami batuk, suara serak, sesak napas, dan demam.


2. Bunyi napas mengi

Napas bayi yang perlu juga dikhawatirkan, yakni ketika bunyinya terdengar mengi alias melengking dengan nada tinggi. Berbeda dengan bunyi siulan yang normal, bayi dengan napas meni biasanya akan tampak sesak, lemas, batuk-batuk, dan perlu bersusah payah untuk bernapas. Jika napas bayi bunyi seperti itu, umumnya disebabkan oleh peradangan atau infeksi pada saluran napas. Semisal karena pneumonia dan bronkiolitis. Infeksi ini biasanya muncul beserta demam dan batuk pilek. Jika tidak terdapat demam, bunyi napas mengi pada bayi kemungkinan disebabkan oleh alergi.


Nah, coba sekarang dengar lagi seperti apa bunyi napas pada si kecil? Jika grok-grok halus, berarti masih terhitung normal. Semoga tidak mendekati dua tipe di atas yang menandakan awal suatu penyakit ya!


Baca Juga : Ibu Harus Tahu, Begini Tips Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi


Simak Cara Ampuh Mengatasinya

Ketika mengalami napas bayi bunyi, sebaiknya tetap tenang dan jangan buru-buru membawanya ke dokter. Memang sebagai ibu atau ayah, pasti tak tega melihat keadaan tersebut. Napas bayi terasa kurang plong, takut kenapa-kenapa deh pokoknya. 


Jangan khawatir, kamu bisa mengatasi sendiri masalah ini, kok. Begini 5 cara ampuh menghilangkan bunyi grok-grok pada napas bayi:


1. Keluarkan lendir dari hidungnya

Pertama, keluarkan lendir dari hidung bayi secara perlahan dengan nasal aspirator alias alat pengisap lendir. Bentuknya seperti tabung kecil yang dihubungkan oleh selang.  Untuk membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah disedot, kamu bisa meneteskan larutan air garam steril (saline) terlebih dahulu.


2. Menjaga kebersihan dan kelembapan udara

Jaga udara di sekitar bayi agar tetap bersih dan lembap. Bila perlu, kamu bisa menggunakan pelembap udara (humidifier), terutama ketika menggunakan AC dalam ruangan. Hindari paparan langsung polusi, seperti asap rokok, kendaraan bermotor, atau asap pembakaran sampah. Di siang hari, usahakan untuk tidak menggunakan pendingin ruangan, agar kelembapan pernapasannya terjaga dengan baik.


3. Jemur maksimal 10 menit

Sinar matahari pagi membawa banyak manfaat bagi si kecil, salah satunya untuk menghilangkan napas bayi bunyi grok-grok. Maka, jemur bayi selama 5 hingga 10 menit setiap hari. Adapun waktu terbaiknya adalah di atas pukl 9 pagi, karena sinar UVB yang kaya akan vitamin D ada di jam tersebut.


4. Terapi uap

Upaya lain untuk mengatasi napas bayi bunyi dengan tuntas, kamu juga bisa melakukan terapi uap di rumah. Caranya, cukup siapkan air panas dalam baskom yang ditetesi minyak telon yang mengandung ekstra telon seperti Sleek Baby Telon Oil yang mengandung bahan yang alami. Seketika, ruangan pun akan lebih lembab dan segar untuk melegakkan pernapasan bayi. Arahkan kepala bayi ke wadah tersebut agar hasil lebih maksimal. 


5. Posisi tidur harus benar

Hal sepele yang kadang terlupa, pastikan bayi tidur dalam posisi tepat. Selalu letakkan ia dalam posisi telentang. Sebisa mungkin jangan memaksanya tengkurap, terlebih saat kemampuannya untuk membolak-balikan tubuh belum ada. Di samping bisa mengatasi napas bayi bunyi, hal ini juga disarankan untuk menghindari terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), akibat terganggunya pernapasan ketika tidur dengan posisi keliru.


6. Memberikan ASI lebih banyak

Berikan ASI lebih sering, karena air susu ibu ini mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh yang dapat mencegah bayi terkena berbagai infeksi. Termasuk infeksi saluran pernapasan atas. Dengan memenuhi kebutuhan cariannya dari ASI, cara ini juga dapat membantu melonggarkan lendir dan membersihkan saluran hidung bayi.


Baca Juga : Atasi Hidung Bayi Mampet Dalam Sekejap, Lakukan Cara-Cara Ini


Kapan Harus Dibawa ke Dokter?


Adanya lendir pada saluran pernapasan bayi, merupakan kondisi yang wajar terjadi selama tidak mengganggu aktivitas keseharian. Misalnya berat badan yang masih berada di angka normal, pola tidur yang terjaga, lendir masih berwarna bening dan tidak berbau, asupan makan dan minum susunya masih sangat baik.


Pun seperti yang dikatakan tadi, napas bayi bunyi akan hilang dengan sendirinya ketika ia bertambah besar di usia enam bulan. Hal ini karena refleks batuk yang mulai berfungsi sempurna. Jadi lendir dalam saluran pernapasan, dapat keluar dan berkurang melalui cara tersebut. 


Melansir Alodokter, kamu hanya perlu waspada dan segera membawa si kecil rumah sakit terdekat jika napasnya berbunyi seperti mendengkur atau mengi, disertai dengan tanda-tanda berikut ini:

- Bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit.

- Tampak kesulitan bernapas. Tandanya adalah jika ia mendengus terus-menerus dan lubang hidungnya kembang kempis saat bernapas.

- Mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk terus-menerus.

- Otot-otot di dada dan leher tampak naik turun atau tertarik kencang saat bernapas.

- Napas terhenti selama lebih dari 10 detik.

- Bibir, mulut, dan kulitnya tampak kebiruan. Ini menandakan bahwa kadar oksigen dalam tubuhnya mulai berkurang.

- Tidak nafsu menyusu.

- Nampak lesu.

- Demam dengan suhu di atas 37 derajat celsius.


Pernapasan  yang memburuk dapat membuat pola tidur bayi terganggu. Kesehatannya pun akan berdampak serius, apabila ia sampai kehilangan nafsu untuk menyusu. Khusus dalam kondisi ini, usahakan tidak menunda-nunda untuk mengobatinya lebih lanjut ke dokter, agar masalah napas bayi bunyi yang tak kunjung usai bisa cepat terselesaikan.

Leave a comment