1000 Hari Perlindungan
Image

Mengatasi Perut Kembung Bayi dengan Minyak Telon dan Cara Alami Lainnya

Resah sekali rasanya bila si Kecil sedang sakit dan menjadi rewel. Apalagi bila buah hati Bunda baru lahir dan membuat Bunda bingung mengatasi kerewelannya sepanjang hari. Beberapa penyakit pada bayi baru lahir bisa diidentifikasi dengan mudah karena gejalanya kasat mata. Namun, ada pula penyakit yang membutuhkan pengamatan dan pemeriksaan secara detail, salah satunya adalah kembung.

Anggapan perut kembung bayi sembuh dengan minyak telon memang tepat. Namun, Bunda tetap harus proaktif mencari tahu penyebab, gejala, dan cara penanganan lainnya untuk mengatasi perut kembung pada bayi. Yuk, simak dulu ulasan selengkapnya berikut ini supaya Bunda tak panik lagi jika nanti si Kecil kembali mengalami kembung.

Penyebab Perut Bayi Kembung

Beberapa hal yang menyebabkan bayi baru lahir rentan mengalami perut kembung, yaitu:

  • Gas atau udara berlebih dalam perut bayi tidak bisa keluar secara lancar karena sistem pencernaan bayi belum sempurna atau lazim dikenal dengan istilah kolik. Hal ini jelas menyebabkan perut bayi jadi kembung bila tidak ditangani sesegera mungkin.
  • Makanan yang Bunda konsumsi selama menyusui juga bisa menjadi penyebab perut kembung pada si Kecil yang baru lahir. Karena makanan tersebut adalah sumber asupan gizi dalam ASI. Alangkah lebih baik jika Bunda menghindari konsumsi makanan yang mengandung gas seperti kubis, kembang kol, kentang, bawang, dan brokoli. Pilihlah bahan makanan lain yang tak kalah sehat sekaligus tak rentan memicu pembentukan gas dalam tubuh.
  • Bayi yang belum genap berusia 6 bulan tidak dianjurkan menerima asupan cairan selain ASI. Pemberian air putih, jus buah, atau minuman apapun pada bayi dapat meningkatkan risiko perut kembung. Hal ini bahkan bisa lebih parah bila Bunda memberikan minuman yang mengandung fruktosa sebab sistem pencernaan bayi belum mampu memproses fruktosa dengan cara yang tepat.
  • Pemilihan dot bayi yang keliru ternyata juga dapat menyebabkan perut bayi kembung. Bunda harus memilih dot berkualitas yang bagian lubangnya tidak terlalu kecil. Lubang dot yang terlalu kecil menyebabkan banyak udara masuk ke perut bayi selama minum susu. Akibatnya, bayi jadi mudah kembung dan rewel.
  • Tak dapat dipungkiri kalau menangis terlalu lama juga membuat banyak udara masuk ke perut bayi. Jadi, sebaiknya Bunda lekas mengatasi penyebab tangis bayi secara sigap, misalnya saat bayi menangis karena lapar, mengantuk, atau popoknya sudah penuh. Bayi yang jarang menangis atau tidak pernah menangis terlalu lama akan terhindar dari risiko perut kembung.
  • Pada kasus tertentu, ada bayi yang tidak memiliki enzim laktase pada sistem pencernaannya. Ketiadaan enzim laktase membuat sistem pencernaan bayi tak mampu mengolah asupan laktosa sehingga menyebabkan kram perut, kembung, dan kemunculan gas pada perut bayi.
  • Flu perut (gastroenteritis) yang disebabkan kontaminasi virus atau infeksi lainnya pada sistem pencernaan bayi. Selain menyebabkan kembung, penyakit ini juga membuat bayi mengalami dehidrasi, muntah, dan demam tinggi.

Gejala Perut Kembung pada Bayi

Bunda harus cermat mengidentifikasi beberapa gejala perut kembung pada bayi berikut ini agar bisa lekas menentukan langkah penanganan yang tepat:

  • Perut bayi terasa lebih keras dan ukurannya tampak lebih besar dari biasanya.
  • Bayi jadi rewel (menangis tanpa alasan yang jelas), susah tidur, dan kehilangan keinginan untuk minum ASI.
  • Buang angin beberapa kali.
  • Menggeliat atau menekuk punggung dan mengangkat kedua kaki.
  • Berbagai gejala lain seperti diare, sembelit, dan demam.

Cara Alami Mengatasi Perut Bayi yang Kembung

Jangan panik dulu jika menemukan gejala perut kembung pada si Kecil ya, Bunda. Kepanikan membuat Bunda jadi sulit fokus dan gagal menemukan solusi. Bunda bisa mencoba beberapa cara alami berikut ini untuk mengatasi perut bayi yang kembung:

  • Membaringkan bayi dengan posisi telentang di atas kasur sambil memegang kedua kaki bayi. Gerakkanlah kaki bayi seperti mengayuh sepeda. Gerakan sederhana ini sangat efektif membantu mengeluarkan gas dari dalam perut bayi. Bunda bisa melakukan teknik ini beberapa kali hingga bayi bersendawa atau buang angin.
  • Meletakkan bayi di antara kedua paha dalam posisi telungkup lalu mengusap-usap dan menepuk-nepuk punggung bayi. Cara ini juga dikenal ampuh menstimulasi bayi untuk bersendawa sehingga risiko kembung pada perut bayi akan berkurang.
  • Mengatur posisi tubuh bayi agar sedikit tegak ketika Bunda menyusuinya. Dengan demikian, ASI dapat mengalir lancar ke perut bayi tanpa menyebabkan kembung.
  • Memberi ASI sebelum bayi menangis karena lapar. Jika Bunda menyusui si Kecil yang sedang menangis, kemungkinan besar si Kecil rentan kembung karena banyak udara yang masuk ke perut bersamaan dengan konsumsi ASI.
  • Meletakkan bayi di kasur dengan posisi telentang lalu memijat perutnya secara perlahan-lahan dengan gerakan searah jarum jam. Rutinitas memijat perut si Kecil sangat baik untuk mendukung kelancaran sistem pencernaannya.
  • Meminimalkan penggunaan botol susu dan dot saat menyusui si Kecil. Jika kondisi payudara Bunda memungkinkan, alangkah lebih baik jika Bunda menyusui buah hati secara langsung. Tak cuma dapat mengurangi risiko kembung, menyusui secara langsung juga membantu Bunda membangun ikatan emosional yang kuat dengan si Kecil.
  • Memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil membuat Bunda harus siap mengatur pola makan secara ketat. Sebaiknya Bunda menghindari makanan yang rentan memicu produksi gas dan buah-buahan bercita rasa asam selama masih dalam masa menyusui. Sehingga kualitas ASI Bunda senantiasa baik dan tidak menyebabkan efek samping bagi kesehatan buah hati.
  • Mengompres perut dan punggung bayi dengan kain lap bersih yang telah direndam dalam air hangat. Air hangat dapat menstimulasi sistem pencernaan bayi dan meredakan kembung. Cara ini juga baik untuk mencegah sembelit.
  • Membiarkan bayi tengkurap dalam waktu agak lama. Bunda juga bisa merangsang kemampuan bayi yang satu ini dengan melakukan tummy time setiap hari. Caranya, baringkan bayi dengan posisi tengkurap pada dada Bunda atau Ayah. Selain menjadi cara mengatasi perut kembung, tummy time juga menstimulasi kekuatan otot leher bayi.
  • Mengoleskan minyak telon secara teratur pada tubuh bayi. Bunda bisa mempercayakan aktivitas ini pada produk Sleek Baby Telon Oil. Produk andalan Sleek Baby ini mengandung minyak kelapa, minyak cajuput, dan minyak anisi. Kandungan minyak telon pada Sleek Baby Telon Oil terbukti 2x lebih banyak sehingga tak hanya menghangatkan tetapi juga melancarkan pernapasan dan mencegah kembung pada bayi. Usai memandikan si kecil, oleskan Sleek Baby Telon Oil pada bagian dada, perut, dan punggungnya. Sehingga buah hati Bunda akan merasa nyaman dan hangat usai mandi, bebas kembung, dan siap tidur nyenyak sepanjang malam. Mengatasi perut kembung bayi dengan minyak telon juga bisa dilakukan ketika Bunda memijat perut si Kecil.


Sekarang, Bunda pasti lebih terampil mengatasi perut kembung pada bayi setelah menyimak ulasan informasi ini. Bila kondisi perut kembung yang dialami si Kecil tak kunjung membaik, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter anak supaya buah hati Bunda lekas mendapatkan penanganan intensif.

Leave a comment