1000 Hari Perlindungan
Image

Mencermati Beragam Penyakit yang Rentan Dialami Bayi Baru Lahir

Merawat bayi yang baru lahir memang butuh ketelitian dan perjuangan ekstra. Apalagi bila si Kecil adalah buah hati pertama Ayah dan Bunda. Sudah pasti Ayah dan Bunda harus beradaptasi dengan banyak hal selama merawat si Kecil. Salah satu yang patut jadi perhatian utama adalah penyakit yang rentan dialami bayi baru lahir.

Para orang tua baru biasanya panik menghadapi si Kecil yang tiba-tiba sakit saat belum lama dilahirkan. Namun, jangan panik berlebihan, ya. Mudah-mudahan ulasan tentang beberapa penyakit yang sering dialami bayi baru lahir ini dapat menambah wawasan sehingga Ayah dan Bunda tak mudah panik lagi:

Penyakit Kuning

Salah satu jenis gangguan kesehatan yang sering dialami bayi baru lahir adalah penyakit kuning. Penyakit ini menyebabkan kulit bayi berwarna kuning karena kadar bilirubin berlebihan dalam darah. Bayi yang lahir secara prematur lebih rentan mengalami penyakit kuning karena organ hatinya belum berkembang dengan sempurna. Namun, bayi yang lahir tepat waktu pun bisa mengalaminya. Pada umumnya kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya bila Bunda rutin menjemur si Kecil di pagi hari. Kalau gejala penyakit kuning tak kunjung reda dalam waktu dua minggu, sebaiknya Bunda langsung berkonsultasi dengan dokter supaya si Kecil mendapatkan penanganan serius.

Apnea

Warna biru yang muncul pada permukaan kulit bayi baru lahir adalah hal wajar. Warna tersebut akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan sirkulasi darah bayi yang semakin sempurna. Bunda patut mencurigai warna biru pada kulit bayi jika warna tersebut tak kunjung hilang dan kerap disertai henti napas selama 15 hingga 20 detik. Karena gejala-gejala tersebut menunjukkan bahwa si Kecil mengalami gangguan jantung yang harus lekas ditangani secara intensif.

Perut Kembung

Pada umumnya orang menganggap perut kembung pada bayi baru lahir disebabkan oleh masuk angin. Dalam istilah kedokteran, perut kembung pada bayi baru lahir disebut distensi perut. Hal yang harus dilakukan ketika bayi masuk angin sebenarnya tidak sulit. Bunda hanya perlu memandikannya dengan air hangat, mengoleskan minyak telon pada dada dan punggung si Kecil, serta menepuk-nepuk pungung bayi supaya bisa bersendawa atau buang angin. Kalau Bunda sudah melakukan semua hal yang harus dilakukan ketika bayi masuk angin tetapi si Kecil masih rewel, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak.

Ruam Popok

Tak sedikit bayi baru lahir yang mudah rewel akibat mengalami ruam popok. Iritasi di sekitar bokong memang terasa gatal, perih, dan tak nyaman sehingga si Kecil jadi sering menangis. Bunda harus mengatasi masalah ini dengan menggunakan popok hypoallergenic yang ukurannya sesuai dengan tubuh si Kecil. Gantilah popok setiap 3 hingga 4 jam sekali supaya tidak membuat bokong bayi jadi iritasi. Untuk menghilangkan bekas ruam popok yang terasa tidak nyaman, Bunda bisa mengoleskan lotion khusus bayi secara rutin. Pastikan bahwa kondisi bokong bayi senantiasa bersih sebelum Bunda memakaikan popok baru.

Batuk

Bukan hanya orang dewasa yang tersisa jika mengalami batuk. Bayi baru lahir juga merasakan hal serupa. Kondisi batuk yang tak kunjung sembuh bisa mengindikasikan gejala gangguan pencernaan atau paru-paru, terutama jika batuk terjadi secara intens di malam hari. Batuk berkepanjangan membuat si Kecil jadi susah tidur, enggan minum ASI, dan mengalami gangguan tumbuh kembang. Itulah sebabnya penyakit ini harus ditangani secara tepat agar kondisi kesehatan si Kecil kembali pulih.

Diare

Salah satu penyebab diare yang paling sering terjadi adalah kondisi botol susu yang kurang bersih. Hal ini tak akan terjadi kalau Bunda mencuci botol susu secara cermat. Jangan sampai sisa lemak susu dan kotoran dalam botol menjadi habitat bagi mikroorganisme penyebab penyakit. Kini, ada produk Sleek Baby Pembersih Botol (Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser) yang siap membantu Bunda membersihkan botol susu sampai tuntas. Risiko diare akibat botol susu yang kurang bersih bisa diminimalkan. Dapatkan 8 perlindungan sempurna berikut ini bila Bunda selalu menggunakan Sleek Baby Pembersih Botol:

1. Produk yang satu ini telah lolos uji klinis di lembaga terakreditasi.

2. Mengandung bahan yang aman dan natural, seperti Natural Anti Bacterial yang ampuh membasmi semua bakteri dan kotoran dan kotoran dari sisa susu.

3. Stain Removal Formula membuat botol menjadi kesat setelah mencuci lemak susu.

4. Bersifat paraben free sehingga pembersih botol bayi ini melindungi bayi dari penyakit akibat bahan kimia berbahaya.

5. Food Grade Formula yang diklaim aman jika ada sisa sabun pada botol susu yang tidak sengaja tertelan oleh si Kecil serta tidak meninggalkan residu apapun.  

6. Hypoallergenic sehingga kandungannya tidak akan membuat kulit Bunda jadi kering atau mengelupas sesering apapun bunda mencuci botol dengan Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser.

7. Cairannya bersifat konsentrat dengan tekstur kental dan padat. Pemakaian dalam jumlah sedikit sudah cukup untuk mencuci banyak botol dan membuat Bunda jadi lebih hemat. 

8. Microbiological Tested atau telah teruji efektif membunuh mikroorganisme berbahaya yang rentan mendiami dan merusak bahan pangan.

Demam yang Berujung pada Kejang

Demam ringan pada bayi baru lahir sebenarnya bukan gangguan kesehatan serius. Kondisi demam tersebut menandakan bahwa tubuh bayi sedang melawan infeksi. Kesehatan si Kecil akan segera membaik pasca demam bila Bunda tetap memberikan asupan gizi seimbang. Kendati demikian, kondisi demam mulai harus ditangani secara serius jika sudah mencapai lebih dari 38,80 C. Demam tinggi yang tidak ditangani dengan benar bisa berujung pada kejang-kejang.

Muntah yang Sering atau Berwarna Hijau

Muntah yang dialami bayi baru lahir sebenarnya wajar karena sistem pencernaan bayi masih beradaptasi dengan ASI atau susu formula. Kondisi muntah harus dianggap serius jika terjadi secara sering dan membuat si Kecil gagal mendapatkan asupan gizi seimbang. Bayi yang muntah terus-menerus bisa mengalami kondisi berat badan di bawah normal. Selain itu, muntahan bayi yang berwarna hijau menunjukkan bahwa tubuh bayi sedang mengalami infeksi.

Infeksi Telinga

Penelitian yang dilakukan National Institute on Deafness and Other Communications Disorders menyatakan bahwa 5 dari 6 anak mengalami infeksi telinga saat berusia di bawah 3 tahun. Penyakit ini bisa terjadi karena tuba eustachius pada telinga anak lebih pendek, lebih lebar, dan lebih horizontal daripada orang dewasa sehingga lebih mudah dilewati bakteri. Infeksi telinga ringan bisa sembuh dengan sendirinya karena telinga bisa melakukan mekanisme pembersihan secara mandiri. Namun, infeksi telinga yang sudah mengarah pada gangguan pendengaran tentu harus mendapatkan penanganan intensif.


Semoga buah hati Bunda selalu sehat dan terhindar dari beberapa penyakit tersebut, ya. Kalaupun si Kecil mengalami sakit, Bunda harus tetap tenang agar bisa lekas mendapatkan solusi terbaik.


Leave a comment