1000 Hari Perlindungan
Image

Meluruskan Mitos Keliru Seputar Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Kehadiran buah hati di tengah keluarga Bunda tentu menjadi anugerah besar yang sangat disyukuri. Biasanya bukan cuma Ayah dan Bunda nih yang sibuk mengurus si Kecil yang baru lahir. Kakek nenek dan sesepuh keluarga lainnya juga kerap ambil bagian karena ingin menyiapkan segala yang terbaik bagi si Kecil. Sayangnya, tak sedikit sesepuh keluarga yang masih mempercayai mitos keliru dalam merawat bayi baru lahir.

Jadi, mitos tentang perawatan bayi baru lahir apa saja yang keliru dan segera harus diluruskan?

Bayi Harus Dibedong agar Kakinya Tidak Bengkok

Penggunaan bedong bayi bukan bermaksud membuat kaki bayi menjadi lurus. Tak ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa bayi yang dibedong pasti memiliki kaki yang lurus. Membedong bayi penting untuk memberikan rasa hangat dan nyaman selama bayi tidur. Selain itu, penggunaan bedong bayi juga efektif meminimalkan refleks terkejut karena bayi seakan merasa dipeluk Bunda. Bayi baru lahir yang dibedong biasanya memiliki kualitas tidur yang lebih baik daripada yang tidak dibedong.

Kuku Bayi Tak Boleh Dipotong Sebelum Usia 40 Hari

Sebenarnya kuku bayi sudah boleh dipotong sejak baru lahir. Ketika baru lahir, kuku bayi masih bertekstur lembut sehingga mudah dikelupas dengan jari-jari Bunda. Setelah beberapa hari, biasanya kuku bayi baru lahir akan mengeras dan rentan melukai kulit serta mata bila tidak lekas digunting. Bunda wajib menggunakan gunting kuku khusus bayi untuk meminimalkan timbulnya luka saat kuku digunting.

Pusar Bayi Harus Ditempel Koin agar Tidak Bodong

Otot-otot perut bayi yang masih lemah ketika baru lahir membuat pusarnya mudah menonjol keluar saat bayi bergerak atau menangis. Jadi, Ayah dan Bunda sekeluarga tak perlu panik dengan hal yang satu ini, ya. Para orang tua mengatakan bahwa pusar bayi harus ditempeli koin supaya tidak bodong. Namun, anggapan tersebut justru keliru karena koin yang kotor malah rentan menyebabkan infeksi. Bila tetap ingin menutup pusar bayi, gunakan plester saja dan jangan lupa menggantinya secara rutin dua kali sehari.

Menyusui Bayi Secara Langsung Membentuk Ikatan Emosional yang Kuat

Tak sedikit orang beranggapan bahwa menyusui bayi secara langsung dengan payudara bisa membentuk ikatan emosional yang kuat antara Bunda dan si Kecil. Namun, mitos ini jelas sangat keliru karena tidak didasari penelitian ilmiah. Ada beberapa kondisi khusus yang membuat para Bunda tidak dapat menyusui buah hatinya secara langsung, misalnya produksi ASI yang sangat rendah, konsumsi obat-obatan yang mempengaruhi kualitas ASI, atau terjangkit penyakit menular. Itulah sebabnya penggunaan botol susu kerap disarankan sebagai solusi agar si Kecil yang baru lahir tetap bisa memperoleh asupan gizi seimbang.

Bayi Jadi Terikat dengan Orang Tua Bila Sering Digendong

Menggendong bayi penting untuk meningkatkan kualitas ikatan emosional antara Bunda dan si Kecil. Mitos bahwa bayi jadi terlalu terikat dengan orang tua bila sering digendong tentu saja salah. Faktanya, bayi baru lahir memang merasa nyaman digendong orang tuanya. Seiring berjalannya waktu, bayi yang mulai besar akan memilih lepas dari gendongan karena ingin mengeksplorasi lingkungan sekitar secara bebas.

Bayi Baru Lahir Tak Boleh Dibawa Keluar Rumah Sebelum 40 Hari

Anggapan ini membuat banyak orang memilih untuk berada di rumah bersama buah hati yang baru lahir hingga 40 hari. Padahal, bayi boleh dibawa keluar rumah untuk hal-hal penting, misalnya berjemur di pagi hari dan kontrol ke dokter anak. Selain untuk hal penting tersebut, bayi memang disarankan untuk tidak diajak bepergian ke tempat yang ramai. Daya tahan tubuh bayi yang masih terbilang lemah membuatnya rentan sakit jika terkontaminasi kotoran atau mikroorganisme penyebab penyakit di tempat umum.

Bayi Boleh Diberi Air Putih Sebelum Usia Enam Bulan

Jangan terkecoh dengan mitos yang menyatakan bahwa bayi baru lahir boleh diberi air putih. Faktanya, air putih malah bisa menghalangi sistem pencernaan bayi menyerap nutrisi secara maksimal. Pemberian air putih pada bayi malah rentan memicu diare dan keracunan air yang ditandai oleh sejumlah gejala seperti muntah atau kejang. Bayi hanya boleh diberi asupan ASI atau susu formula sebelum menginjak usia 6 bulan.

Bayi Rewel Karena akan Tumbuh Gigi

Bukan hanya momen tumbuh gigi yang membuat bayi jadi rewel. Biasanya bayi juga rewel karena mengalami ketidaknyamanan, misalnya saat sakit, merasa kedinginan atau kepanasan, tidak nyaman dengan popok yang basah, atau ruam popok. Bunda dan Ayah harus lebih cermat mengamati kondisi fisik si Kecil yang lebih rewel dari biasanya. Jangan biarkan si Kecil rewel berkepanjangan akibat gangguan kesehatan tertentu.

Bayi Merasa Lebih Nyaman Jika Tidur Tengkurap

Menurut dokter anak, tidur tengkurap pada usia 1-4 bulan dapat memperbesar risiko kematian bayi secara mendadak (Sudden Infant Death Syndrome). Jadi, sebaiknya Bunda tidak menidurkan si Kecil dalam posisi tengkurap. Jangan malas memeriksa kondisi tidur bayi, terutama jika si Kecil mulai bisa membalikkan tubuhnya sendiri. Jika ingin meletakkan bayi dalam posisi tengkurap, Bunda dapat melakukannya saat tummy time (meletakkan bayi dengan posisi tengkurap pada dada Bunda atau Ayah). Momen tummy time saat bermain dengan bayi sangat bermanfaat untuk melatih kekuatan otot leher si Kecil.

Rambut Bayi Harus Dicukur Habis agar Tumbuh Lebat

Bayi yang lahir dengan rambut tipis biasanya akan dicukur habis dengan harapan rambutnya tumbuh lebih lebat. Padahal, lebat tipisnya rambut dipengaruhi faktor genetik. Bunda tak harus mencukur habis rambut bayi yang baru lahir. Proses mencukur yang dilakukan tanpa menggunakan alat-alat cukur steril malah berisiko menimbulkan iritasi pada kulit kepala bayi.

Botol Susu Bayi Tak Perlu Dicuci dengan Sabun

Orang tua konvensional menganggap bahwa botol susu bayi tak perlu dicuci dengan sabun. Karena zat-zat kimia dalam sabun sangat berbahaya jika tertinggal dalam botol dan tertelan oleh si Kecil. Faktanya, botol susu bayi justru harus dibersihkan dengan sabun khusus agar sisa lemak susu dan kotoran yang melekat di dalamnya benar-benar bersih. Pembersih botol bayi melindungi bayi dari penyakit karena botol jadi benar-benar higienis.

Kini, ada produk Sleek Baby Pembersih Botol (Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser) yang siap membantu Bunda membersihkan botol susu sampai tuntas. Dapatkan 8 perlindungan sempurna berikut ini bila Bunda selalu menggunakan Sleek Baby Pembersih Botol:

1. Produk yang satu ini telah lolos uji klinis di lembaga terakreditasi.

2. Mengandung bahan yang aman dan natural, seperti Natural Anti Bacterial yang ampuh membasmi semua bakteri dan kotoran dan kotoran dari sisa susu.

3. Stain Removal Formula membuat botol menjadi kesat setelah mencuci lemak susu.

4. Bersifat paraben free sehingga pembersih botol bayi ini melindungi bayi dari penyakit akibat bahan kimia berbahaya.

5. Food Grade Formula yang diklaim aman jika ada sisa sabun pada botol susu yang tidak sengaja tertelan oleh si Kecil serta tidak meninggalkan residu apapun.  

6. Hypoallergenic sehingga kandungannya tidak akan membuat kulit Bunda jadi kering atau mengelupas sesering apapun bunda mencuci botol dengan Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser.

7. Cairannya bersifat konsentrat dengan tekstur kental dan padat. Pemakaian dalam jumlah sedikit sudah cukup untuk mencuci banyak botol dan membuat Bunda jadi lebih hemat. 

8. Microbiological Tested atau telah teruji efektif membunuh mikroorganisme berbahaya yang rentan mendiami dan merusak bahan pangan.


Kesimpulannya, jangan sampai Bunda dan Ayah terjebak dengan mitos-mitos keliru saat merawat si Kecil yang baru lahir. Biasakan untuk mencari fakta di balik setiap anggapan umum seputar cara merawat bayi. Kecermatan Ayah dan Bunda pasti membuat tumbuh kembang si Kecil berlangsung maksimal dan tak gampang sakit. 


Leave a comment