1000 Hari Perlindungan
Image

Kiat Memilih dan Membersihkan Botol Susu untuk Batita

Botol susu adalah perlengkapan yang wajib dimiliki untuk memenuhi kebutuhan batita (bayi usia di bawah tiga tahun). Ternyata bukan hanya bayi baru lahir yang butuh botol susu lho, Bunda. Meskipun sudah bisa minum dengan gelas, penggunaan botol susu untuk batita juga penting agar si Kecil tidak rewel pada momen tertentu. Batita lebih mudah menggenggam botol susu daripada gelas sehingga isinya tidak mudah tumpah.

Kebutuhan si Kecil terhadap botol susu membuat Bunda harus cermat memilih dan merawat botol susu tersebut. Yuk, simak dulu ulasan tentang kiat memilih dan merawat botol susu untuk batita supaya nantinya botol susu si Kecil selalu higienis dan aman digunakan:

Tips Memilih Botol Susu Berkualitas untuk Balita

Bunda wajib memperhatikan beberapa hal ini saat memilih botol susu untuk si Kecil:

  • Mengenal bentuk-bentuk botol susu terlebih dahulu. Klasifikasi botol susu berdasarkan bentuknya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Standar: bentuknya lurus, tinggi, dan mudah dibersihkan. Jenis botol ini cocok bagi si Kecil yang sudah terbiasa menggenggam botol susu sendiri.
  • Lekukan: ada botol susu dengan pola lekukan di bagian botol sehingga susu berkumpul pada dasar botol. Jenis botol ini efektif untuk meminimalkan masuknya udara ke perut buah hati Bunda. Namun, botol ini agak sulit diisi dan sulit dibersihkan.
  • Lebar: botol ini dirancang untuk si Kecil yang baru beralih dari proses menyusui dengan payudara ke botol susu. 
  • Memprioritaskan botol susu berbahan plastik berkualitas. Botol susu berbahan kaca lebih cocok digunakan untuk bayi usia 0 hingga 5 bulan karena pada usia tersebut si Kecil belum bisa memegang botol susunya sendiri. Sebaliknya, batita lebih cocok menggunakan botol plastik karena bobotnya lebih ringan dan tak mudah pecah bila jatuh ke lantai.
  • Memilih botol susu yang bebas kandungan Bisphenol-A (BPA) dan Phthalate. Zat kimia yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik tersebut berbahaya bagi bayi. Jadi, Bunda harus sungguh-sungguh menghindari dua kandungan tersebut ketika memilih botol susu. Para ahli kesehatan anak menyarankan penggunaan botol kaca karena material kaca benar-benar bebas Bisphenol-A (BPA) dan Phthalate. Saat ini, sudah ada botol susu kaca yang bobotnya ringan dan daya tahannya cukup kuat terhadap benturan. Bunda juga bisa melengkapi botol susu kaca dengan lapisan silikon supaya botol tersebut tidak mudah pecah saat jatuh.
  • Menentukan ukuran botol susu yang tepat. Pada umumnya, batita membutuhkan botol susu dengan ukuran 250 ml hingga 350 ml. Botol susu yang besar akan mempermudah Bunda memberikan susu kepada si Kecil dengan takaran yang tepat.
  • Mencermati keberadaan fitur tambahan pada botol. Salah satu fitur yang penting untuk si Kecil adalah sistem ventilasi internal. Keberadaan sistem ventilasi internal berfungsi memisahkan jalur udara dan cairan dalam botol. Sehingga jumlah gelembung udara dalam botol susu kian berkurang dan tak mudah masuk ke perut si Kecil. Meskipun tampak sepele, nyatanya fitur ini penting untuk mencegah risiko kembung dan gangguan pencernaan lainnya pada bayi.

Langkah-Langkah Membersihkan Botol Susu yang Benar

Proses membersihkan botol susu si Kecil tak akan terasa merepotkan bila Bunda sudah familiar dengan beberapa langkah ini:

  • Awali proses membersihkan botol susu dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Bunda harus mencuci tangan selama minimal 20 detik. Jangan lupa menggosok semua bagian tangan, termasuk sela-sela jari, ruas jari, dan punggung tangan. Bilas sabun pada tangan dengan air mengalir hingga tangan Bunda benar-benar bersih. Langkah pertama ini penting agar tak ada kotoran atau mikroorganisme berbahaya yang berpindah ke botol susu si Kecil.
  • Kemudian, Bunda bisa mulai mengisi botol susu si Kecil dengan air panas. Penggunaan air panas penting untuk membersihkan sisa-sisa lemak susu yang membandel. Kocoklah botol susu yang telah terisi air panas selama beberapa saat sebelum Bunda membuang air panas tersebut.
  • Langkah berikutnya dilanjutkan dengan melepas semua elemen botol, mulai dari dot, katup botol, tutup botol, dan botol. Proses melepas elemen botol akan mempermudah Bunda mencuci semua elemen tersebut secara seksama sehingga tak ada kotoran, lemak susu, atau sisa sabun yang tertinggal.
  • Selanjutnya, Bunda bisa mulai menggunakan sabun pembersih botol untuk mencuci botol susu si Kecil. Perlindungan sempurna pembersih botol bayi berkualitas akan membuat botol susu selalu higienis, aman bagi si Kecil, dan lebih tahan lama. Untuk urusan membersihkan botol bayi, Bunda dapat mempercayakannya pada produk Sleek Baby Pembersih Botol (juga dikenal dengan nama Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser). Karena Bunda bisa memperoleh 8 perlindungan sempurna ini bila menggunakan Sleek Baby Pembersih Botol:

1. Telah lolos uji klinis di lembaga terakreditasi.

2. Mengandung bahan yang aman dan natural, seperti Natural Anti Bacterial yang ampuh membasmi semua bakteri dan kotoran dan kotoran dari sisa susu.

3. Stain Removal Formula membuat botol menjadi kesat setelah mencuci lemak susu.

4. Bersifat paraben free sehingga aman dari bahan kimia berbahaya.

5. Food Grade Formula yang diklaim aman jika ada sisa sabun pada botol susu yang tidak sengaja tertelan oleh si Kecil serta tidak meninggalkan residu apapun.  

6. Hypoallergenic sehingga kandungannya tidak akan membuat kulit Bunda jadi kering atau mengelupas sesering apapun bunda mencuci botol dengan Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser.

7. Cairannya bersifat konsentrat dengan tekstur kental dan padat. Pemakaian dalam jumlah sedikit sudah cukup untuk mencuci banyak botol dan membuat Bunda jadi lebih hemat. 

8. Microbiological Tested atau telah teruji efektif membunuh mikroorganisme berbahaya yang rentan mendiami dan merusak bahan pangan.

  • Bila botol susu si Kecil sudah benar-benar bersih dan telah selesai dibilas dengan air mengalir, Bunda bisa segera menyimpan botol tersebut. Jangan lupa mengeringkan botol sampai tuntas untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.
  • Sesaat sebelum botol susu dipakai, sterilkan kembali botol susu tersebut dengan air mendidih atau alat steril elektrik. Proses ini juga penting untuk memastikan bahwa botol berada dalam keadaan higienis sebelum digunakan si Kecil.
  • Botol yang sudah selesai disterilkan bisa didiamkan beberapa sebelum diisi susu.


Selama kurun waktu penggunaan botol susu, Bunda tak perlu khawatir dengan kesehatan si Kecil bila sudah mendapatkan perlindungan sempurna pembersih botol bayi berkualitas. Niscaya kesehatan si Kecil akan senantiasa baik karena botol susu yang berkualitas dan selalu higienis. Botol susu berlabel BPA-free harus diganti secara teratur setiap enam bulan sekali.  

Sekarang, coba Bunda ingat-ingat kembali. Apakah sudah waktunya mengganti botol susu si buah hati dengan yang baru?


Leave a comment