1000 Hari Perlindungan
Image

Ketahui Cara Merawat Bayi Bagi Ayah di Rumah

Bonding atau ikatan batin sangat diperlukan dalam hubungan orangtua dan anak. Seorang Bunda memiliki ikatan batin yang lebih kuat dibanding Ayah. Hal ini dikarenakan selama 9 bulan sebelum si Kecil hadir ke dunia, Bunda sudah berkomunikasi melalui tubuhnya. Jadi ketika si Kecil lahir, ia akan merasa lebih dekat dengan sang Bunda. Lalu bagaimana dengan Ayah? 


Cukup banyak penelitian yang menyebutkan bahwa Ayah memiliki peranan besar dalam tumbuh kembang si Kecil. Salah satunya pada penelitian di Inggris yang menyatakan bahwa ikatan emosional yang terjadi pada Ayah dan anak berusia dibawah satu tahun (bayi), memiliki pengaruh yang besar ketika sang anak beranjak dewasa nanti. Ayah yang aktif terlibat pada pengasuhan bayi sejak ia lahir hingga usia tiga bulan, akan berdampak positif terhadap sikap dan perilaku anak. Sedangkan jika Ayah yang jarang terlibat pengasuhan, akan berdampak pada perilaku anak yang agresif dan temperamental.


Maka, kini saatnya para Ayah ambil andil dalam merawat buah hatinya sendiri mulai dari usia dini. Apalagi saat ini sedang masa pandemi yang membuat Ayah sering menghabiskan waktu #dirumahaja bersama keluarga. Untuk itu, kami memiliki beberapa cara merawat bayi bagi Ayah seperti berikut:


Menyusun rencana tugas dengan Bunda

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa merawat bayi hanya tugas para Bunda saja. Padahal yang menginginkan dan mengusahakan si Kecil hadir di dunia adalah kedua orangtua. Maka untuk merawat bayi hingga besar nanti, wajib menjadi tugas Ayah juga. Supaya kewajiban ini terlaksana dengan baik, maka buatlah rencana tugas apa yang akan dilakukan beserta pembagiannya. Misalnya jika malam hari adalah tugas Ayah untuk memberi ASI di botol sambil menidurkan bayi, lalu bergantian dengan Bunda di pagi harinya. Jika semua dikerjakan dengan teratur dan ikhlas, pasti tidak terasa berat bagi Ayah.


Membagi waktu dengan si Kecil

Merawat bayi terutama dari lahir, memang menyita waktu, tenaga, dan pikiran orangtua. Maka baik Bunda maupun Ayah harus bisa membagi waktu merawat si Kecil. Sediakan waktu yang cukup untuk bermain dengannya. Ayah juga bisa membacakan buku cerita yang sesuai usia si Kecil. Pusatkan perhatian penuh pada si Kecil, walau mungkin Ayah sedang ada deadline pekerjaan setelahnya.


Ambil cuti

Salah satu cara merawat bayi bagi Ayah ialah dengan mengambil cuti kantor. Saat pandemi seperti ini Ayah banyak menghabiskan waktu #dirumahaja dan pekerjaan pun otomatis dikerjakan di rumah. Cuti dianggap tidak perlu karena tidak mungkin juga digunakan untuk liburan dan kerja pun sudah dari rumah. Tapi yang terjadi adalah ketika di rumah, Ayah semakin sibuk dan justru jarang bermain dengan si Kecil. Raganya ada di rumah, namun jiwanya di pekerjaan kantor. Si Kecil bisa merasakan ketidakhadiran perhatian Ayah walau sama-sama satu rumah. Maka, ambillah cuti setidaknya 1-2 hari. Gunakan waktu tersebut untuk merawat bayi, bermain dengannya, sambil melepas penat dari pekerjaan.


Menenangkan tangisan si Kecil 

Pada kodratnya, bayi akan selalu menangis untuk berkomunikasi dengan orangtuanya. Ketika ia lapar, kepanasan, digigit serangga, ketakutan, sakit perut, hingga popok basah ia sampaikan melalui tangisan. Orang dewasa perlu memahami arti tangisan tersebut dan menenangkannya sesegera mungkin. Ayah bisa menenangkan tangisan dengan cara menggendong, memeluk, memberikan dot, bernyanyi, dan lainnya agar tangisannya reda. Memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar bagi Ayah untuk langsung memahami maksud tangisan si Kecil. Namun lambat laun Ayah pasti akan paham apa yang si Kecil ingin sampaikan.


Mengganti popok bayi

Cara merawat bayi bagi Ayah selanjutnya ialah mengganti popok. Salah satu penyebab bayi menangis ialah popok yang basah dan kotor. Sama seperti orang dewasa, bayi merasa tidak nyaman jika ada sesuatu yang basah menempel di kulitnya. Sebelum menangis, bayi akan menunjukkan gestur tidak nyaman pada tubuhnya. Tugas selanjutnya adalah mengecek apakah popok yang ia kenakan sudah penuh atau belum. Jika sudah penuh, gantilah segera dengan yang baru. Jangan lupa, lap bersih bagian yang kotor dan pasang dengan popok baru. Bayi tidak bisa diprediksi kapan ia akan mengeluh karena popoknya penuh. Pada momen tak terduga seperti saat Ayah sedang makan pun, ia bisa menangis. Maka, sebaiknya belajarlah untuk menghindari rasa jijik dan jorok ketika akan mengganti popok, karena hal tersebut akan menjadikan Ayah lebih dekat dengan si Kecil.


Tips di atas cocok bagi Ayah yang tugasnya bergantian dengan Bunda untuk merawat si Kecil. Lalu seperti apa solusinya jika suatu hari Bunda pergi keluar rumah untuk keperluan lain dan Ayah harus merawat bayi sendirian?


Keperluan untuk pergi keluar rumah memang tidak bisa dihindari, begitupun untuk para Bunda. Entah itu untuk urusan belanja kebutuhan rumah, mengurus pekerjaan, atau sekadar me-time di salon. Dalam hal ini, Ayah wajib turun tangan untuk merawat si Kecil sendirian. Untuk mengurangi rasa panik, kami sajikan tipsnya untuk Ayah:


Persiapkan kebutuhan si Kecil

Bayi memerlukan kebutuhan yang cukup banyak, seperti popok, minyak telon, tisu basah, kapas, kaus kaki, baju hangat, dan lainnya. Tidak lupa juga ASI perah yang sudah dipompa oleh Bunda. Pastikan kebutuhan tersebut terpenuhi sebelum Bunda pamit pergi agar Ayah lebih siap. Hangatkan ASI perah yang masih beku sebelum bayi membutuhkannya supaya ia tidak menunggu terlalu lama.


Awas dengan gestur bayi

Mata dan perasaan seorang Ayah harus tajam dalam mendeteksi gestur bayi. Jika bayi tampak tidak nyaman, gelisah, kemudian menangis, segera cari tahu penyebabnya. Apakah berasal dari popok yang sudah penuh, apakah ia kelaparan, atau ia bosan dan butuh perhatian orang lain. Perhatikan juga dengan posisi tidur bayi. Jika Ayah menidurkan ia di atas kasur dewasa sementara si Kecil sudah mulai bisa membalikkan badannya, buatlah “benteng” dengan bantal dan guling supaya ia tidak jatuh. Walau terlihat sudah aman, Ayah tetap harus mengecek apakah ia membalikkan badannya hingga guling jatuh, atau wajahnya tertutup selimut. Pastikan semua dalam pengawasan Ayah.

Jaga kebersihan mainan dan botol dot bayi

Cara merawat bayi bagi Ayah yang terakhir adalah menjaga kebersihan benda yang sering ia sentuh, seperti mainan dan botol dotnya. Untuk hal ini, caranya cukup mudah. Ayah hanya memerlukan Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser. Cukup cuci benda tersebut dengan Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser dan gunakan sikat atau spon untuk hasil yang maksimal. Lalu bilas dengan air matang. Formula 100% FOOD GRADE membuat produk ini aman bagi si Kecil jika dot atau mainannya dimasukkan ke mulut. Kandungan di dalamnya tidak akan menyebabkan iritasi sehingga lembut di tangan, karena sudah Dermatologically Tested dan Paraben Free. Jadi aman untuk kulit. Ingin tahu lebih banyak seputar Sleek Baby Bottle, Nipple, & Accessories Cleanser? Kunjungi link berikut.

Leave a comment