1000 Hari Perlindungan
Image

Kenali 8 Jenis Alergi Pada Kulit Bayi

Apakah si kecil pernah mengalami gejala alergi pada kulitnya? Alergi adalah reaksi yang dikeluarkan oleh sistem imun tubuh terhadap benda asing yang dinilai dapat membahayakan kesehatan tubuh, padahal tidak demikian. Benda asing pemicu alergi (alergen) ini dapat berbentuk apapun yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari makanan, serbuk tanaman, udara yang kotor, suhu maupun benda tertentu yang kontak langsung dengan kulitnya. Saat alergi terjadi, tubuh lalu memproduksi antibodi untuk melawan benda asing tersebut agar tidak menyebabkan penyakit. Saat terjadi kontak dengan alergen, tubuh akan bereaksi dengan membuat kulit kemerahan dan meradang, hingga menimbulkan gangguan pernapasan atau pencernaan.

          Kulit bayi sangat rentan terkena alergi karena selain daya tahan tubuhnya yang masih lemah, kulitnya pun masih sangat sensitif. Pemicu alergi pada kulit bayi bisa berasal dari makanan yang si kecil makan, udara, suhu ataupun bahan kimia yang mengenai kulit bayi secara langsung. Tanda alergi yang paling mudah terlihat adalah muncul ruam dan gatal pada kulit si kecil, hingga pembengkakan pada beberapa bagian tubuh yang pastinya sangat membuat si kecil merasa tidak nyaman. Alergi pada kulit bayi biasanya disebabkan oleh 2 hal: pertama, kulit bayi bersentuhan langsung dengan zat pemicu alergi (alergen); kedua, sistem kekebalan tubuhnya bereaksi dengan melepaskan zat kimia histamin pada kulit sebagai respon terhadap masuknya alergen ke dalam tubuhnya. Beberapa jenis alergi yang umum terjadi pada kulit bayi, antara lain:

Baca Juga : Manfaat Minyak Telon Pada Bayi

1.       Alergi makanan

Alergi makanan adalah jenis alergi yang paling umum terjadi. Gejalanya beragam, mulai dari muncul bintik atau benjolan merah, gatal-gatal, batuk, muntah, perut kembung hingga diare. Terkadang alergi ini juga terjadi pada bayi yang belum mulai makan. Namun, ketika bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, saat itulah alergi terhadap makanan tertentu mulai muncul. Beberapa makanan yang dapat memicu alergi pada bayi biasanya adalah produk susu, kacang-kacangan, makanan laut dan sebagainya.

 

2.       Bintik-bintik merah

Ketika mengalami alergi terhadap sesuatu, tubuh akan melepaskan senyawa kimia histamin yang dapat memicu timbulnya bintik-bintik merah dan gejala alergi lainnya. Bintik merah ini bisa menimbulkan rasa gatal pada kulit. Selain ukurannya yang beragam, bintik ini biasanya berwarna merah atau merah muda yang bisa muncul di seluruh bagian tubuh dan berkelompok.

 

3.       Gatal-gatal

Gatal-gatal pada kulit biasa disertai dengan muncul bercak atau benjolan kemerahan. Ini biasanya tidak berlangsung lama dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pada kondisi alergi tertentu, rasa gatal ini jika digaruk malah akan semakin gatal dan membuat kulit mengalami iritasi akibat garukan tersebut. Bayi pun akan semakin rewel karena merasa tidak nyaman akibat rasa gatal yang ditimbulkan alergi.

 

4.       Pembengkakan (angioedema)

Alergi pada kulit bisa juga muncul berupa angioedema, yaitu pembengkakan pada jaringan di bawah kulit dan bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti bibir, kelopak mata, tenggorokan, hingga organ kelamin. Angioedema ini bisa disebabkan oleh gigitan serangga, infeksi virus, antibiotik, getah tanaman, hingga makanan seperti kacang, kedelai, gandum, susu dan makanan laut.

 Baca Juga : 7 Tips Memilih Produk yang Bagus Untuk Si Kecil

5.       Eksim

Eksim dapat ditandai dengan munculnya ruam pada bagian wajah atau kepala. Ruam ini kemudian dapat menyebar ke bagian dada dan lengan. Selain ruam, eksim seringkali disertai dengan kulit kering dan menebal serta infeksi berulang pada kulit. Faktor genetik dan lingkungan sangat mempengaruhi bayi rentan menderita eksim. Pemicu yang paling umum adalah zat kimia pada sabun, suhu yang panas serta kain yang dipakainya ketika bergesekan dengan kulit bayi dapat menimbulkan iritasi. Ruam eksim pada bayi usia di bawah enam bulan cenderung terdapat pada bagian kulit kepala, wajah dan dahi si kecil. Sementara pada bayi usia 6 bulan – 1 tahun, ruam eksim sering terjadi pada bagian lutut dan siku. Di antara berbagai tipe eksim, eksim atopik paling sering dialami pada kulit si kecil. Eksim atopik adalah kondisi ruam yang terjadi pada orang yang memiliki riwayat kepekaan dalam keluarganya dan paling sering muncul saat si kecil berusia kurang dari 1 tahun. Gejala yang ditimbulkan biasanya akan muncul di bagian wajah, berbentuk bintik atau benjolan kecil kemerahan. Ini dapat meluas ke area kulit kepala, leher, tangan dan tungkai.

 

6.       Papular urticaria

Papular urticaria terjadi karena reaksi alergi terhadap gigitan serangga yang menimbulkan munculnya benjolan ruam kemerahan. Serangga yang dapat menimbulkan alergi ini biasanya adalah nyamuk, kutu, kutu kasur, dan sebagainya. Walaupun alergi jenis ini biasanya dialami oleh anak usia 2-6 tahun, namun bayi di bawah usia 2 tahun juga bisa mengalaminya. Papular urticaria dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu pada kulit si kecil.

 

7.       Alergi dingin

Alergi dingin atau urtikaria dingin adalah reaksi alergi pada kulit saat terpapar suhu yang dingin. Gejala alergi dingin adalah munculnya pembengkakan dan kemerahan pada kulit serta rasa gatal. Biasanya pembengkakan akan membesar saat kulit menghangat.

 

8.       Alergi obat

Reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu pada kulit bayi merupakan hasil dari pelepasan histamin. Gejala yang umum terjadi bisa berupa benjolan kemerahan atau biduran, kulit memerah dan gatal. Gejala ini juga bisa disertai dengan mata merah dan pembengkakan pada mulut dan tenggorokan. Jika alergi berat terjadi, si kecil bahkan dapat mengalami sesak napas, kulit membiru, pusing, nadi berdenyut cepat, mual hingga pingsan. Segera hubungi dokter untuk dilakukan penanganan yang tepat.

Sebagian besar alergi yang terjadi pada bayi akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia dan semakin kuat kekebalan tubuhnya. Tidak semua alergi membutuhkan perawatan khusus, salah satu cara sederhana yang dapat Bunda lakukan di rumah sebagai pertolongan pertama untuk mengobati gejala alergi ringan pada kulitnya adalah dengan mengoleskan minyak telon. Walaupun ada berbagai macam minyak telon di pasaran, berikut ciri-ciri minyak telon yang dapat Bunda amati dalam memilih minyak telon bayi paling bagus untuk jadi pertolongan pertama di rumah:

- Minyak telon bayi paling bagus yang tidak lengket di kulit bayi ketika dioleskan;

- Minyak telon bayi paling bagus memiliki aroma khas bayi dan wangi yang segar agar si kecil merasa nyaman dan rileks;

- Minyak telon bayi paling bagus memiliki informasi kandungan, tata cara penggunaan, indikasi serta tanggal kadaluarsa produk pada label kemasannya yang dapat Bunda perhatikan. Membaca label kemasan sangat penting dilakukan untuk mengetahui keamanan penggunaan, terlebih lagi jika akan digunakan pada si kecil.

- Minyak telon bayi paling bagus dengan kandungan minyak kayu putih yang tidak terlalu banyak atau kuat, tidak akan menimbulkan efek panas pada kulit bayi.

- Minyak telon bayi paling bagus juga memiliki kandungan minyak anisi yang teruji ampuh meredakan perut kembung.

- Hentikan pemakaian apabila setelah dioleskan minyak telon, kulit si kecil memerah dan mengalami iritasi. Segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya serta cara menanganinya.

Baca Juga : 27 Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Minyak telon telah digunakan secara turun temurun dan menjadi produk andalan bagi setiap orangtua yang memiliki bayi. Seperti yang telah Bunda ketahui bahwa minyak telon bayi paling bagus memiliki 3 kandungan utama, yaitu minyak kayu putih, minyak adas dan minyak kelapa dengan ukuran masing-masing kandungan ditakar dan disesuaikan dengan kulit bayi dan anak kecil. Minyak telon bayi paling bagus memiliki kandungan minyak kelapa asli yang bersifat antimikroba, yaitu memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari mikroorganisme dan menghindari kulit si kecil dari infeksi dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan salah satunya oleh alergi. Tak hanya itu, minyak telon bayi paling bagus dapat menghidrasi kulit dengan baik sehingga kulit terasa lebih lembab dan mampu mengatasi masalah iritasi pada kulit akibat alergi seperti ruam dan biang keringat.

Gejala perut kembung akibat alergi makanan juga dapat diatasi dengan mengoleskan minyak telon bayi pada perutnya sambil memijat lembut untuk menenangkannya. Minyak adas yang terkandung dalam minyak telon bayi paling bagus, apabila dioleskan pada bagian perut dapat membantu meredakan perut kembung. Dengan mengoleskan minyak telon bayi, aroma khasnya yang menenangkan dapat membuat si kecil tidur lebih nyenyak saat rewel akibat rasa tidak nyaman yang ditimbulkan saat terjadi alergi. Tak hanya memberikan kehangatan dan membuatnya tidur nyenyak, minyak telon bayi paling bagus dapat meredakan keluhan-keluhan yang kerap terjadi pada bayi hingga anak-anak. Seperti hidung tersumbat karena pilek sampai perut kembung. 

Sleek Baby Telon Oil dari Sleek Baby menjadi salah satu pilihan minyak telon bayi paling bagus yang tepat untuk menggantikan minyak telon biasa yang selama ini Bunda berikan kepada si kecil. Berbeda dari minyak telon pada umumnya, Sleek Baby Telon Oil memiliki kandungan 2x minyak telon biasa dan minyak anisi lebih banyak, sehingga bisa dikatakan masuk kriteria minyak telon bayi paling bagus. Selain dapat menghangatkan tubuh si kecil secara lebih maksimal, Sleek Baby Telon Oil tentunya efektif melancarkan aliran pernapasan dan meredakan kembung pada perut si kecil. Sleek Baby Telon Oil dapat menjadi andalan untuk Bunda sebagai salah satu pertolongan pertama serta menjaga kesehatan si kecil setiap hari.

Meskipun pada umumnya alergi yang terjadi pada kulit bayi ini tidak berbahaya, namun alergi pada kulit bayi tidak bisa dianggap remeh lho, Bunda. Jika reaksi alergi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran, konsultasikan pada dokter anak untuk menentukan penanganan dan perawatan yang tepat untuk mengatasinya. Alergi dapat menyebabkan beragam gangguan lain jika dibiarkan.


Leave a comment