1000 Hari Perlindungan
Image

Ibu Harus Tahu, Begini Tips Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Perut kembung kerap terjadi pada bayi dan dianggap normal karena saluran pencernaannya yang belum sempurna. Namun sebagai orang tua, Bunda patut merasa waspada apabila hal ini terjadi pada si kecil. Normalnya pada saluran pencernaan setiap orang terdapat gas atau udara, baik pada orang dewasa maupun bayi sekalipun. Namun yang menjadi masalah yang cukup mengganggu, jika gas di dalam saluran pencernaan tersebut jumlahnya berlebih yang menyebabkan perut bayi kembung. 


Sebenarnya gas berlebih ini dapat dengan mudah dikeluarkan pada orang dewasa atau anak yang lebih besar. Namun, bayi tidak dapat dengan mudah mengeluarkan gas dari dalam perutnya yang mengakibatkan perut bayi kembung sampai menimbulkan rasa tidak nyaman, kesakitan dan membutuhkan bantuanmu untuk mengeluarkannya. 


Tanda-tanda perut bayi kembung di antaranya adalah bayi menjadi rewel dan menangis tanpa alasan. Jika bayi mulai rewel dan menangis tanpa alasan yang jelas, Bunda bisa coba melihat dan memeriksa bagian perut bayi. Perut bayi kembung biasanya ditandai dengan perut yang terasa agak keras dan beberapa kali buang angin. Selain rewel dan menangis tanpa alasan yang jelas, pertanda perut bayi kembung dapat juga dilihat dari gerakan bayi yang menggeliat, melengkungkan punggungnya ke belakang serta mengangkat kedua kakinya ke atas. 


Penyebab Perut Bayi Kembung

Perut bayi kembung dapat membuatnya terus menangis. Hal ini lah yang kini lebih familiar disebut dengan istlah kolik. Atasi bersama, yuk! Ketahui terlebih dahulu penyebabnya berikut ini:


1. Salah posisi menyusui

Saat Bunda menyusui, perlu diperhatikan posisi payudara apakah puting payudara menempel dengan sempurna pada mulut bayi. Jika salah memposisikan payudara saat menyusui dapat membuat bayi menelan terlalu banyak udara yang mengakibatkan perut bayi kembung.


2. Bentuk dot bayi

Jika si kecil meminum susu formula dari botol susu bayi, Bunda wajib untuk lebih cermat dan teliti dalam memilih bentuk dot yang pas untuk mulut bayi. Beberapa botol susu dan dot bayi memang dirancang khusus untuk mengurangi udara yang dapat masuk ke dalam mulut bayi saat minum susu dengan menggunakan botol. Contohnya saja, dot dengan bentuk ujung yang terlalu kecil dapat membuat lebih banyak udara yang ikut masuk ke dalam perut bayi ketika sedang meminum susu. Hal ini dapat mengakibatkan perut bayi kembung.


3. Meminum laktosa berlebihan

Bayi meminum laktosa berlebihan biasa terjadi saat bayi masih mendapat terlalu banyak foremilk di awal-awal menyusui. Foremilk sendiri adalah ASI pertama yang dihisap bayi saat bayi pertama kali menyusui atau biasa disebut ASI depan. Foremilk ini mengandung banyak karbohidrat, vitamin, protein serta kaya akan laktosa, yang mampu membantu perkembangan otak bayi. Foremilk ini meskipun tinggi akan laktosa, namun rendah lemak. Keadaan ini membuat tidak semua laktosa dapat dicerna oleh bayi karena tidak ada cukup lemak untuk memperlambat proses ini. Akibatnya terjadi penumpukan gas di dalam perut bayi yang menyebabkan perut bayi kembung.


4. Minuman selain Air Susu Ibu (ASI)

Bayi yang masih di bawah usia 6 bulan memang tidak dianjurkan untuk minum minuman lain selain ASI, susu formula dan air putih. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna dan masih sulit mencerna fruktosa atau kandungan gula pada buah yang terdapat dalam jus buah meskipun gula tersebut alami. Hal ini dapat menyebabkan adanya gas berlebih pada perut bayi disertai dengan diare.


Baca Juga : Menilik Manfaat Sleek Baby Telon Oil


5. Makanan yang dikonsumsi bayi

Ketika bayi mulai memasuki usia 6 bulan, bayi sudah dibolehkan untuk makan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) seperti buah-buahan dan sayuran. Namun, Bundatetap harus memperhatikan jenis buah dan sayur apa saja yang aman dan tidak aman jika dikonsumsi berlebih oleh bayi. Contohnya saja brokoli, meskipun brokoli sangat sehat dan baik untuk tubuh, namun jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan gas berlebih dan membuat perut bayi kembung.


6. Makanan yang dikonsumsi ibu

Untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan dan hanya bisa minum ASI saja, perut bayi kembung dapat juga disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh Bunda sendiri. Sebaiknya hindari makanan yang dapat mengakibatkan gas berlebih setelah dicerna, seperti kol, kacang, brokoli, atau bawang.


7. Bayi kurang mengonsumsi cairan

Bayi yang kurang minum akan menderita sakit perut, susah buang air dan akan berakibat pada perut bayi kembung. Oleh karena itu, pastikan asupan ASI atau susu formula yang diberikan untuk bayi jumlahnya cukup.


8. Menangis terlalu lama

Bayi menangis sebenarnya itu hal yang wajar, lho. Namun jika menangis terlalu lama, akan ada banyak udara yang masuk ke saluran pencernaannya dan mengakibatkan perut bayi kembung. 


Baca Juga : Atasi Hidung Bayi Mampet Dalam Sekejap, Lakukan Cara-Cara Ini


Cara Mengatasi Perut Bayi Kembung

Sebagai ibu, tak perlu khawatir saat bayi mengalami perut kembung. Bunda harus tetap tenang menghadapinya, agar bayi tidak semakin rewel. Berikut beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi perut bayi kembung:


- Tuang beberapa tetes Sleek Baby Telon Oil lalu oleskan pada bagian perut bayi lalu pijat perlahan dengan gerakan searah jarum jam. Kandungan minyak anisi yang lebih banyak pada Sleek Baby Telon Oil efektif mencegah  perut kembung pada bayi akibat gas berlebih, selain itiu juga mampu melegakan pernafasan si kecil.


- Letakkan si kecil di atas kedua pahamu, lalu usap-usap punggung bayi dengan lembut juga membantu meredakan perut bayi kembung.


- Letakkan si kecil di atas kasur dengan posisi tidur telentang. Angkat kedua kakinya dan gerakkan kedua kaki si kecil seperti sedang mengayuh sepeda. Lakukan secara lembut dan perlahan sambal mengajaknya berkomunikasi. Gerakan kaki ini akan menekan bagian perut yang akan mendorong gas untuk keluar dari dalam perut bayi.


Baca Juga : Minyak Telon Bayi, Seberapa Penting? Kenali Ragam Khasiatnya


Cegah Perut Bayi Kembung dengan Cara Ini

Tindakan preventif juga dapat Bunda lakukan untuk mencegah perut kembung pada si kecil, dengan cara sebagai berikut:


- Saat menyusui, pastikan posisi payudara ataupun dot botol bayi melekat sempurna pada mulut bayi sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalam mulut yang akan mengakibatkan perut bayi kembung.


- Posisi tubuh bayi saat menyusui juga perlu diperhatikan ya. Pastikan posisi tubuh tegak atau posisi kepala selalu lebih tinggi dari perut agar susu dapat masuk ke perut dengan lancar dan udara akan naik ke atas sehingga bayi akan lebih mudah bersendawa.


- Dianjurkan untuk menyusui si kecil sebelum ia merasa lapar. Hal ini dapat meminimalisir kemungkinan perut bayi kembung akibat masuk angin karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut. Ketika si kecil sudah menangis karena kelaparan, ia kan menelan banyak udara atau gas yang masuk saat menangis.


- Setelah menyusui si kecil, biasakan untuk menggendongnya dengan posisi tubuh bayi menghadap ibu, tempelkan perutnya di dadamu, lalu tepuk-tepuk perlahan sehingga si kecil dapat bersendawa dan gas dapat keluar dari tubuhnya.


- Bunda juga dianjurkan untuk membatasi asupan makanan yang aka diberikan kepada si kecil, seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, hasil olahan susu seperti keju, yoghurt dan mentega yang setelah dicerna akan menghasilkan gas.


Seperti itulah penyebab, cara mengatasi, dan upaya pencegahan perut bayi kembung yang bisa Bunda lakukan sendiri dirumah terhadap sang buah hati. Semoga lekas sembuh!

Leave a comment