1000 Hari Perlindungan
Image

Cermat Mengenal 7 Akibat Musim Pancaroba Bagi Si Kecil

Pancaroba bukan sekadar momen pergantian musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Lebih dari itu, akibat musim pancaroba harus diwaspadai karena rentan mengganggu kesehatan dan keceriaan buah hati Bunda. Kondisi musim yang tak menentu memang membuat Bunda harus ekstra cermat menjaga kesehatan si Kecil.

Ingin tahu apa saja akibat musim pancaroba yang harus diwaspadai mulai sekarang? Yuk simak dulu ulasan selengkapnya berikut ini!

Serangan Berbagai Penyakit Menular

Salah satu dampak buruk musim pancaroba yang paling berisiko bagi buah hati Bunda adalah wabah penyakit menular. Kelembapan udara yang tinggi saat pergantian musim menciptakan habitat hidup bagi mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri, jamur, dan virus). Oleh sebab itu, penyakit menular akibat mikroorganisme tersebut jadi sulit dihindari. Beberapa penyakit yang kerap menyerang anak-anak di musim pancaroba adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), influenza, diare, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala-gejala penyakit yang sering terjadi pada anak di musim pancaroba antara lain:

  • Demam tinggi.
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Diare yang disertai sakit perut atau kembung.
  • Mual dan muntah.
  • Pilek, hidung tersumbat, batuk, atau sakit tenggorokan.
  • Tubuh lemas dan malas beraktivitas.
  • Susah tidur.

Anak-Anak Jadi Rewel dan Susah Tidur

Anak-anak yang sakit atau merasa tak nyaman saat musim pancaroba biasanya jadi rewel dan menangis tanpa henti. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh cuaca panas yang berlebihan. Ketidaknyamanan tersebut membuat anak jadi susah tidur. Padahal, balita membutuhkan waktu tidur yang cukup agar tubuh kembang fisik dan psikisnya berlangsung maksimal. Bunda harus lebih sabar dan sigap mengatasi masalah si Kecil yang susah tidur di musim pancaroba. Buatlah suasana kamar senyaman mungkin agar buah hati Bunda cepat mengantuk usai beraktivitas. Lakukan beberapa hal ini agar si Kecil selalu merasa nyaman di kamarnya:

  • Membersihkan kamar secara teratur setiap hari. Jangan lupa menggunakan vacuum cleaner untuk menyingkirkan debu dan kotoran penyebab penyakit.
  • Mengganti seprai, selimut, sarung bantal, dan perlengkapan tidur anak setiap satu minggu sekali.
  • Memasang pendingin ruangan (Air Conditioner atau AC) agar kamar si Kecil terasa sejuk.
  • Mengatur pencahayaan kamar secara tepat sehingga buah hati Bunda tidak terganggu dengan cahaya silau yang membuatnya susah tidur.
  • Menyingkirkan hal-hal yang bisa mengganggu kualitas tidur anak, misalnya TV, laptop, atau gadget lainnya.
  • Menciptakan rutinitas yang rileks dan menyenangkan sebelum tidur, misalnya membacakan dongeng untuk si Kecil, memijat tubuhnya, atau bermain dengan boneka.

Si Kecil Lebih Sering Bermain Gadget di Rumah

Kondisi cuaca yang tak menentu tentu membuat Bunda tidak mengizinkan si Kecil bermain lama-lama di luar rumah. Sehingga salah satu akibat musim pancaroba yang sulit dihindari adalah kecenderungan anak bermain gadget dengan intensitas tinggi di rumah. Alangkah lebih baik bila Bunda menetapkan screen time untuk mengatur durasi penggunaan gadget bagi si Kecil. Idealnya, balita membutuhkan screen time maksimal 30 menit per hari. Setelah menggunakan gadget selama 30 menit, alihkan perhatian si Kecil dengan mengajaknya melakukan aktivitas lain seperti membersihkan kamar, menyiapkan makanan, atau bermain dengan kakak adik dan hewan peliharaan. Bermain di rumah selama musim pancaroba berlangsung bukan berarti membuat si Kecil boleh menggunakan gadget secara berlebihan ya, Bun.

Mudah Berkeringat saat Beraktivitas

Beraktivitas saat cuaca gerah juga membuat si Kecil mudah berkeringat, terutama bila si Kecil tergolong anak yang aktif bergerak. Jangan biarkan si Kecil terlalu lama memakai baju yang basah karena keringat ya, Bun. Sebab keringat tersebut bisa menyebabkan iritasi kulit dan memicu perkembangbiakan mikroorganisme penyebab penyakit. Itulah sebabnya anak-anak rentan mengalami biang keringat pada musim pancaroba bila sering menggunakan baju yang basah oleh keringat. Jangan lupa mengganti baju si Kecil yang sudah basah secara rutin sehingga buah hati Bunda selalu nyaman beraktivitas dengan pakaian yang kering. 

Interaksi dengan Teman Sebaya Jadi Berkurang 

Interaksi dengan teman-teman sebaya penting untuk mendukung kemampuan sosialisasi buah hati Bunda. Sayangnya, musim pancaroba kerap membatasi interaksi si Kecil dengan teman sebaya karena lebih jarang bermain di luar rumah. Namun, sebenarnya Bunda bisa merencanakan playdate supaya buah hati Bunda bisa tetap bermain dengan teman sebaya. Buatlah rencana playdate bersama orang tua teman-teman si Kecil dengan menyusun aktivitas seru di dalam ruangan. Playdate di masa pancaroba harus tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Si Kecil dan teman-temannya mesti berada dalam kondisi sehat. saling menjaga jarak satu sama lain, dan menyiapkan bekal makan minum pribadi untuk meminimalkan risiko penyakit menular. 

Nafsu Makan Si Kecil Menurun

Cuaca panas berlebihan akibat musim pancaroba juga bisa membuat nafsu makan si Kecil berkurang drastis. Sehingga buah hati Bunda lebih suka minum minuman dingin daripada menyantap makanan yang disajikan untuknya. Jangan kesal dulu dengan risiko pancaroba yang satu ini ya, Bun. Karena Bunda hanya perlu lebih sabar dan kreatif dalam menyiasati nafsu makan si Kecil. Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mengembalikan nafsu makan si Kecil:

  • Membuat makanan berat atau camilan dari bahan makanan favorit si Kecil, misalnya ayam, keju, daging asap, atau telur.
  • Mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lainnya seperti umbi-umbian, pasta, atau roti gandum agar buah hati Bunda tidak mudah bosan.
  • Menyajikan makanan dengan bentuk dan warna menarik sehingga si Kecil tergiur untuk menyantapnya.
  • Mempraktikkan resep makanan dan minuman baru yang belum pernah disantap si Kecil. Jangan lupa menggunakan bahan-bahan bergizi seperti susu, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Gampang Merasa Kedinginan

Selain mudah kegerahan akibat musim pancaroba yang membuat cuaca sangat panas, anak-anak juga rentan kedinginan saat angin bertiup kencang atau hujan deras. Jadi, jangan biarkan si Kecil kedinginan terlalu lama ya, Bun. Bunda patut melakukan beberapa hal berikut ini agar buah hati merasa nyaman dan tidak kedinginan lagi:

  • Memakaikan pakaian yang teksturnya tebal supaya si Kecil merasa hangat.
  • Menyajikan makanan dan minuman hangat untuk si Kecil.
  • Memandikan buah hati Bunda dengan air hangat.
  • Mematikan AC di kamar ketika si Kecil akan tidur. 
  • Mengoleskan minyak telon pada tubuh buah hati Bunda setelah mandi. Manfaat minyak telon sangat baik untuk memaksimalkan kualitas tidur anak. Minyak telon yang hangat akan membuat si Kecil merasa nyaman dan bisa tidur panjang di malam hari. Untuk urusan memilih minyak telon, Bunda tak perlu bingung lagi. Kini, Bunda bisa mengandalkan Sleek Baby Telon Oil yang kandungannya terdiri dari minyak kelapa, minyak cajuput, dan minyak anisi.

Kandungan minyak telonnya terbukti 2x lebih banyak sehingga tak hanya menghangatkan tetapi juga melancarkan pernapasan dan mencegah kembung pada bayi dan balita. Usai memandikan si kecil, oleskan Sleek Baby Telon Oil pada bagian dada, perut, dan punggungnya atau gunakan Sleek Baby Telon Oil untuk memijat si Kecil agar lebih rileks.


Mulai sekarang, Bunda tak perlu terlalu resah menghadapi musim pancaroba. Si Kecil akan tetap sehat, aktif, dan ceria bila kesehatannya tetap terjaga selama pergantian musim berlangsung.

Leave a comment