1000 Hari Perlindungan
Image

Catat, Persiapan Ibu Melahirkan Anak Pertama yang Perlu Dilakukan

Menyambut detik-detik kelahiran anak pertama menjadi momen yang sangat membahagiakan sekaligus mendebarkan. Tidak sabar rasanya ingin melihat wajahnya untuk yang pertama kalinya namun bercampur rasa gugup akan kekhawatiran proses persalinan yang banyak orang bilang sangat menyakitkan. Persiapan ibu melahirkan anak pertama pun sudah Bunda lakukan dari jauh-jauh hari, seperti mempersiapkan nama untuknya, tempat bersalin, hingga perlengkapan bayi newborn.


Meskipun persiapan persalinan kurang lebih sama untuk semua ibu hamil, namun persiapan ibu melahirkan anak pertama biasanya butuh kehati-hatian sebab mungkin para ibu baru masih belum berpengalaman. Kesempurnaan dalam persiapan bisa membuat Bunda lebih tenang saat tanda persalinan mulai muncul. Persiapan ibu melahirkan anak pertama tidak hanya terkait dengan membeli produk yang dibutuhkan si kecil saja, namun ada hal lain yang sama pentingnya yang tidak boleh dilupakan agar membantumu memperlancar persalinan, di antaranya:


Baca Juga : Memilih Sabun Pencuci Botol Yang Aman Untuk Bayi


1.       Memilih dokter kandungan atau bidan

Hal pertama yang paling krusial adalah pilihan dokter kandungan atau bidan. Pilihlah dokter yang sesuai kriteriamu untuk masuk dalam daftar paling atas persiapan ibu melahirkan anak pertama. Jika ingin melahirkan secara normal, pastikan mereka pro normal (mendukung persalinan normal atau tidak mudah menyarankan operasi caesar). Mereka juga harus cepat tanggap karena Hari Perkiraan Lahir (HPL) bisa saja berubah-ubah, sehingga dokter yang siap sedia melakukan tindakan untuk ibu dan bayi amat dibutuhkan. Kalau bisa, dokter kandungan atau bidan yang Bunda pilih juga mendukung IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

 

2.       Persiapan mental

Menyiapkan mental untuk kesiapanmu menjalani proses persalinan sangat penting dalam persiapan ibu melahirkan anak pertama. Seorang ibu yang baru akan pertama kali melahirkan seringkali merasa stress dan kesulitan  karena belum adanya pengalaman. Selalu tanamkan afirmasi positif dalam pikiran bahwa Bunda dapat menjalani proses persalinan dengan lancar dan akan baik-baik saja. Melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama Ayah sebelum anak pertama lahir juga dapat dilakukan sebagai salah satu persiapan mental.

 

Penelitian di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa 2/3 atau sekitar 50-75% ibu melahirkan mengalami sindrom baby blues. Istilah baby blues memiliki arti sebuah kondisi dimana Bunda seringkali merasa sedih setelah melahirkan. Meskipun dianggap sebagai depresi ringan, tentu saja tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berisiko pada kondisi yang lebih parah lagi, yaitu terjadinya postpartum depression.


Penyebab baby blues sebenarnya sangat banyak, salah satunya adalah Bunda kesulitan menyusui bayi, perubahan waktu tidur dan hormon tubuh Bunda.  Oleh karena itu, Ayah dan Bunda harus bisa saling kerja sama dalam melalui masa-masa setelah persalinan. Ayah sebagai support system utama diperlukan untuk membantu Bunda dalam menjalani peran barunya. Hal ini akan berpengaruh bagi kesehatan fisik dan mental Bunda kelak. Diskusikan dengan Ayah dan keluarga dekat apa yang dapat mereka bantu.

 

Baca Juga : Napas Bayi Bunyi: Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya 


3.       Menjaga stamina tubuh agar tetap sehat

Persiapan ibu melahirkan anak pertama yang tak kalah pentingnya adalah menjaga stamina tubuh tetap fit dan sehat, karena proses persalinan membutuhkan stamina tubuh yang sehat dan fisik yang siap, baik untuk persalinan normal maupun caesar. Aktivitas fisik seperti senam hamil dan yoga dapat dilakukan untuk bisa mengurangi stress dan kendala fisik, serta proses persalinan pun menjadi lebih lancar. Senam hamil atau yoga dapat dilakukan di rumah sakit, studio yoga atau dilakukan sendiri di rumah dengan bantuan video. Namun jika usia kehamilan


Bunda di atas 36 minggu, biasanya bidan/instruktur senam akan membantu ibu berlatih cara mengejan yang benar. Jika kehamilan Bunda berisiko, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

 

4.       Menentukan metode persalinan

Metode persalinan semakin beragam, tidak hanya persalinan normal dan caesar saja, namun ada persalinan di dalam air (water birth), persalinan yang mengikuti kemauan bayi memilih jalan lahirnya sendiri (gentle birth) serta penggunaan teknik hipnotis diri untuk mengurangi rasa sakit saat menjelang dan selama persalinan (hypnobirthing) juga banyak dipraktekkan. Metode persalinan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatanmu, serta metode persalinan yang dipilih ini nantinya akan menentukan lokasi persalinan, tenaga kesehatan yang terlibat


(dokter/bidan/doula), biaya yang diperlukan, perlu atau tidaknya mengambil kelas persiapan persalinan, serta peralatan yang dibutuhkan jika persalinan dilakukan di rumah.

 

5.       Memilih tempat bersalin

Setelah menentukan metode persalinan yang akan Bunda lakukan, memilih tempat bersalin menjadi tahapan selanjutnya dalam daftar persiapan ibu melahirkan anak pertama. Biasanya pemilihan tempat bersalin sudah ditentukan sejak Bunda memilih dokter kandungan atau bidan. Dengan memilih rumah sakit atau bidan yang sama dengan tempat Bunda melakukan kontrol kehamilan rutin, rekam medis kehamilan sudah tersedia dan dokter atau bidan yang menangani sudah paham dengan riwayat kesehatanmu. Beberapa kriteria berikut dapat menjadi pertimbangan dalam memilih tempat bersalin:

 

- Biaya persalinan

Khawatir dengan biaya persalinan yang mahal? Tenang saja, karena sekarang sudah banyak rumah sakit yang menerima pasien dengan BPJS Kesehatan untuk menanggung biaya persalinan, selama memenuhi syarat dan ketentuan berlaku. Jika tidak menggunakan asuransi, jangan memaksakan kehendak untuk melahirkan di rumah sakit yang di luar jangkauanmu. Ingat, kebutuhan perawatan bayi setelah lahir, akan sangat banyak ke depannya. Bunda dapat memilih tempat bersalin yang sesuai budget, namun tetap memiliki tenaga medis berkualitas.


- Fasilitas yang ditawarkan

Saat membandingkan harga, Bunda juga perlu membandingkan fasilitas yang ditawarkan oleh tempat bersalin tersebut seperti ruangan, jumlah tempat tidur, sofa untuk menunggu pasien, air hangat, pendingin ruangan dan makanan, serta fasilitas lain seperti kantin, mushola, mesin ATM dan jenis pembayaran untuk biaya persalinannya. Rumah sakit dengan fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit) juga dapat menjadi pertimbanganmu memilih tempat bersalin.

 

6.       Mempelajari tahapan persalinan

Mempelajari tahapan proses persalinan tidak boleh terlewatkan pada saat persiapan ibu melahirkan anak pertama, karena tentu Bunda belum pernah mengalami proses ini sebelumnya. Dengan mempelajarinya, Bunda bisa lebih siap menghadapi persalinan. Teknik dasar yang perlu Bunda ketahui di antaranya frekuensi dan durasi kontraksi, teknik pernapasan saat kontraksi dan mengejan, tanda-tanda pecah ketuban, menghitung detak jantung bayi dan jumlah tendangannya serta apa yang harus Bunda lakukan dalam kondisi darurat.

 

7.       Siapkan dokumen penting

Persiapan ibu melahirkan anak pertama juga meliputi persiapan administrasi. Karena kondisi Bunda menjelang persalinan mulai tidak kondusif untuk mengurus administrasi, Bunda bisa meminta tolong Ayah untuk mengurusnya. Paling tidak yang harus dipersiapkan itu KTP Bunda dan Ayah beserta fotokopinya, kartu BPJS Kesehatan dan fotokopinya, Kartu Keluarga dan fotokopinya, surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama serta buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian gawat darurat pasca persalinan, bayi dapat didaftarkan menjadi peserta BPJS paling lambat 3x24 jam setelah lahir.


Baca Juga : Tips Mudah Mengatasi Nafas Bayi Berbunyi Grok Grok 


8.       Menyiapkan perlengkapan bayi newborn

Periksa kembali apakah perlengkapan bayi newborn di rumah sudah ready? Perlengkapan tersebut umumnya meliputi kain bedong, baju dan celana, kaos singlet, popok, alat mandi, hingga skin care. Pastikan Bunda juga menyiapkan Sleek Baby Telon Oil yang penting untuk menghangatkan tubuh bayi, serta ampuh mengatasi permasalahan lain seperti hidung mampet atau perut kembung berkat kandungannya 2x minyak telon biasa dan memiliki minyak anisi yang lebih banyak.  Jadi, siapkan juga sebagian perlengkapan tersebut serta kebutuhan ibu dalam satu koper besar untuk dibawa ke tempat bersalin nantinya.   


9.       Mempelajari perawatan bayi

Dalam persiapan ibu melahirkan anak pertama, para ibu baru juga disarankan untuk dapat belajar tentang bagaimana merawat bayi yang baru lahir melalui buku, internet, video ataupun mengikuti kelas khusus di minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan. Paling tidak, Bunda bisa mengetahui cara menyusui, memandikan bayi, menggendong, menidurkan, mengganti popok bayi, merawat kulit bayi dan sebagainya. Selain Bunda, libatkan juga ayah untuk ikut merawat si kecil. Ingat, merawat bayi adalah bukan hanya tugas seorang ibu, namun kedua orangtua.

 

10.   Memahami prinsip pemberian Air Susu Ibu (ASI)

Bayi yang baru lahir biasanya akan menyusui setiap 2-3 jam sekali dengan durasi 5-20 menit. Namun, semua itu tentu saja tergantung keinginan si kecil. Bunda diharapkan dapat mempunyai prinsip untuk memberikan ASI sedini mungkin, dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD) kemudian pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan, yang dilanjutkan hingga 2 tahun meskipun sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Sejak bayi berusia 6 bulan ke atas, zat gizi dalam ASI memang tidak lagi mencukupi sehingga perlu ditambah dengan MPASI yang kaya akan kandungan gizi termasuk zat besi.

 

Ya, seperti itulah 10 persiapan ibu melahirkan anak pertama yang perlu Bunda lakukan. Setelah merampungkan persiapan ibu melahirkan ini, usahakan tetap rileks dan jangan pikirkan rasa sakitnya begitu HPL tiba. Bayangkan saja Bunda akan bertemu dengan makhluk kecil yang selama 9 bulan ditunggu-tunggu, niscaya pasti lebih menenangkan. Semoga lancar ya, Bun!

Leave a comment