1000 Hari Perlindungan
Image

Cara Terbaik Memaknai Hari Gizi Nasional agar Si Kecil Tetap Sehat

Tahukah Bunda kalau tanggal 25 Januari setiap tahun diperingati sebagai Hari Gizi Nasional?

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat pada tahun 1970-an. Tema Hari Gizi Nasional setiap tahun selalu berbeda dan diharapkan menumbuhkan semangat masyarakat dalam mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

Kalau soal produk perawatan tubuh si Kecil, Bunda pasti selalu mempercayakannya pada Sleek Baby. Apalagi kini Sleek Baby memiliki produk minyak telon berkualitas bernama Sleek Baby Telon Oil yang siap memenuhi kebutuhan buah hati Bunda. Kandungan minyak telonnya 2x lebih banyak sehingga tak hanya menghangatkan tetapi juga melancarkan pernapasan dan mencegah kembung pada bayi.

Lantas, bagaimana untuk urusan kebutuhan gizi si Kecil?

Apakah Bunda sudah mengupayakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi buah hati?

Hari Gizi Nasional di tahun 2021 ini bisa dijadikan momentum untuk memaksimalkan asupan gizi bagi anak. Asupan gizi yang seimbang tak hanya membuat anak tetap sehat tetapi juga memaksimalkan tumbuh kembangnya. Bunda bisa mempraktikkan beberapa cara memaknai hari gizi nasional berikut ini agar si kecil tetap sehat dan cerdas:

Mengenal Kebutuhan Gizi Anak Berdasarkan Usianya

Kebutuhan gizi anak mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usianya. Anak-anak usia 1-3 tahun memiliki kebutuhan gizi dengan rincian sebagai berikut:

  • Gizi makro:
  • Energi: 1125 kkal
  • Protein: 26 gr
  • Lemak 44 gr
  • Karbohidrat 155 gr
  • Serat: 16 gr
  • Air: 1200 mililiter (ml)

Gizi mikro  (vitamin dan mineral):

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg
  • Kalsium: 650 mg
  • Fosfor: 500 mg
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Kalium: 3000 mg
  • Zat Besi: 8 mg

Setelah mengetahui kebutuhan gizi si Kecil berdasarkan usianya, Bunda pasti lebih cermat memilih bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Mengajak Anak Menyantap Makanan Sehat

Anak-anak adalah peniru yang sangat baik. Itulah sebabnya cara terbaik memaknai hari gizi agar si kecil tetap sehat harus dimulai dari diri Bunda terlebih dahulu. Bunda harus menjalani pola makan sehat agar buah hati Bunda tergugah untuk mengikutinya. Selain menyantap makanan berat yang kaya karbohidrat, ajaklah si Kecil menyantap buah-buahan, salad, dan olahan makanan sehat lainnya. Cara sederhana ini juga efektif mengurangi keinginan si Kecil untuk menyantap fast food, junk food, dan makanan instan dalam kemasan.

Menghindari Metode Konvensional untuk Mengatur Pola Makan Anak

Wujud kekeliruan yang masih dilakukan orang tua modern adalah menerapkan metode konvensional untuk mengatur pola makan anak. Salah satu contohnya yaitu mengharuskan anak makan nasi setiap hari karena anak dianggap belum kenyang jika belum makan nasi. Padahal, asupan karbohidrat bisa diperoleh dari aneka bahan makanan lain seperti umbi-umbian, pasta, sorgum, dan sebagainya. Penerapan metode konvensional hanya akan membuat anak jenuh dan berujung pada mogok makan. Jika buah hati mogok makan, Bunda pasti resah dan sibuk mencari solusinya.

Membiarkan Anak Memilih Makanannya Sendiri

Biasanya anak cenderung makan lebih lahap bila diperbolehkan memilih makanannya sendiri. Itulah sebabnya Bunda harus mulai memberikan kebebasan kepada si Kecil untuk memilih makanan sebagai salah satu cara memaknai hari gizi nasional agar si Kecil tetap sehat. Lakukan beberapa cara berikut ini agar si Kecil lebih bersemangat menyantap makanannya:

  • Mengajak buah hati Bunda belanja bahan makanan bersama agar si buah hati bisa memilih bahan makanan yang diinginkan.
  • Melibatkan si Kecil saat memasak di rumah.
  • Mengizinkan si Kecil mulai menyantap makanan yang disajikan untuk seluruh anggota keluarga di rumah sehingga Bunda bisa mulai mengenali selera makan buah hati.

Melakukan Upaya Berbagi Ilmu Gizi Secara Teratur

Di masa modern ini, Bunda tak akan kesulitan mencari ilmu baru tentang asupan makanan bergizi untuk si kecil. Bunda bisa follow akun-akun media sosial yang rutin berbagi info kesehatan anak, menonton tayangan Youtube, atau bergabung dengan WhatsApp dan Telegram Grup yang membahas tentang kebutuhan gizi anak. Bila Bunda rutin memperkaya wawasan tentang gizi anak, kemungkinan besar Bunda menjadi orang tua yang sigap dan bijaksana dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil melalui asupan gizi yang cukup.

Mengolah Aneka Bahan Makanan Baru Sebagai Alternatif Hidangan

Menu makanan yang itu-itu saja pasti membuat anak-anak mudah bosan. Oleh sebab itu, Bunda harus berusaha mengolah aneka bahan makanan baru sebagai alternatif hidangan untuk si Kecil. Cobalah mengolah sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan yang belum pernah disajikan di rumah. Rasa, tekstur, dan aroma makanan yang baru dikenal si Kecil akan membantu menggugah nasfu makannya. Kebutuhan gizi buah hati pun akan terpenuhi kalau Bunda mengolah bahan makanan yang variatif setiap hari.

Mencoba Resep Makanan Baru Khusus untuk Anak

Saat Bunda punya waktu senggang, manfaatkan momen tersebut untuk mencoba berbagai resep makanan baru. Si Kecil pasti tergugah mencicipi makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya. Beberapa kriteria resep makanan khusus anak yang patut jadi perhatian Bunda antara lain:

  • Memiliki warna yang menarik dan tekstur yang beragam (bisa lembut, renyah, atau kenyal).
  • Rasanya sesuai dengan selera si buah hati.
  • Dibentuk secara khusus supaya menggugah selera, misalnya bento yang ditata secara apik.
  • Tampilan dan teksturnya menggugah selera sehingga si Kecil tak menyadari keberadaan bahan makanan yang tidak disukai, contohnya olahan omelet yang diisi dengan keju dan potongan sayuran.

Merencanakan Playdate dan Momen Makan Bersama

Playdate adalah aktivitas bermain anak bersama teman-teman sebayanya. Aktivitas yang satu ini tentu bermanfaat untuk melatih kemampuan anak dalam bersosialisasi dan menstabilkan emosi. Sebaiknya playdate juga diisi dengan kegiatan makan bersama supaya si Kecil bisa saling berbagai makanan bergizi dengan teman-temannya. Biasanya buah hati Bunda akan makan lebih lahap jika melakukannya bersama teman-teman sebaya. Trik sederhana ini jelas ampuh untuk mengatasi anak yang susah makan.

Membatasi Asupan Makanan Cepat Saji Bagi Anak

Makanan cepat saji atau makanan instan dalam kemasan sering dianggap sebagai solusi terbaik bagi anak yang susah makan. Rasanya yang lezat dan penyajiannya yang praktis memang membuat makanan cepat saji disukai anak-anak. Sayangnya, makanan tersebut biasanya mengandung kalori tinggi dan kandungan gizinya kurang seimbang. Sebaiknya Bunda mulai membatasi asupan makanan cepat saji bagi si Kecil sejak dini. Usahakan agar si Kecil selalu menyantap makanan bergizi setiap hari. Alangkah lebih baik kalau Bunda tidak menyuguhkan makanan cepat saji sebagai reward untuk si buah hati. Kalau si Kecil terbiasa menyantap makanan sehat sejak kecil, niscaya keinginan untuk menyantap makanan cepat saji bisa diminimalkan.


Tak ada kata terlambat untuk memaknai hari gizi nasional agar si Kecil tetap sehat. Yuk, mulai memenuhi kebutuhan si kecil dengan cara yang paling sederhana, yaitu mengajak seluruh anggota keluarga memberi teladan pola makan sehat bagi buah hati.


Leave a comment