1000 Hari Perlindungan
Image

Bunda, Yuk Simak 7 Tips untuk Ibu Baru Setelah Melahirkan

Menjadi ibu memang menyenangkan. Apalagi saat pandemi yang membuat #dirumahaja seperti ini. Bagi Bunda yang cuti melahirkan dan dilanjut dengan WFH tentu melegakan karena lebih sering menghabiskan waktu dengan si Kecil. Misalnya saat menyusui lebih mudah karena tidak harus memompa ASI di ruang menyusui kantor. Kegiatan menjadi ibu baru pun terasa lebih nikmat karena selalu di rumah. Tapi menjadi ibu baru apakah selalu nikmat?


Jawabannya, tidak juga. Semua ibu baru pasti akan menemukan kondisi yang berbeda-beda. Senang, sedih, bangga, khawatir, terharu, stres menjadi satu. Tak heran ada sebagian Bunda yang lebih sering menangis putus asa dan menjadi baby blues syndrome karena tidak mampu mengontrol sedih, khawatir dan stresnya menjadi ibu baru. Lalu adakah tips untuk ibu baru setelah melahirkan yang tepat? Tentu saja ada. Berikut kami sajikan beberapa tipsnya untuk Bunda.


It’s okay not to be okay

Kalimat yang sering terdengar akhir-akhir ini cocok untuk menggambarkan kondisi ibu baru. Saat baru menjadi ibu, wajar adanya jika Bunda harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang rawan stres. Banyak hal yang harus dikerjakan, istirahat kurang, sementara ada makhluk kecil yang sangat bergantung pada Bunda. Tidak apa-apa jika Bunda merasa tertekan dan sesekali tidak menikmati peran menjadi ibu. Merawat bayi baru lahir memang tidak mudah. Agar kalimat “not to be okay” menjadi “okay”, Bunda perlu me-time sejenak. Misalnya menyusui sambil menonton film favorit atau ketika si Kecil tidur lelap, Bunda bisa mandi dengan air hangat agar rileks. Hal kecil seperti itu dapat membuat Bunda segar dan kembali “okay”. 


Hindari panik terhadap kondisi si Kecil

Setiap Bunda baru pasti akan menghadapi hal-hal baru nan ajaib yang belum pernah dialami sebelumnya. Mulai dari penyesuaian cara menyusui, penyebab si Kecil menangis, mengapa si Kecil gumoh, dan lainnya. Hal baru ini tentu membuat Bunda khawatir dan panik terhadap kondisi si Kecil. Khawatir tentang nutrisi yang tidak terserap karena proses menyusui yang salah, apakah wajar si Kecil sering menangis, hingga takut berat badan si Kecil menurun akibat gumoh. Semua kekhawatiran dan kepanikan Bunda bisa jadi karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan tentang di Kecil. Perbanyak konsultasi dengan dokter atau diskusi dengan Bunda lain yang bisa dipercaya agar kekhawatiran bisa diminimalisir.


Tetap tenang saat menyusui

Salah satu tips untuk ibu baru setelah melahirkan adalah tentang menyusui. Kegiatan wajib ini perlu diperhatikan selain agar si Kecil mendapat nutrisi yang cukup, juga dapat mempererat bonding dengan Bundanya. Walaupun ada banyak sekali pendapat soal menyusui, diskusikan dengan ahlinya dan pilihlah mana yang paling tepat dengan kondisi Bunda. Jangan lupa, susui si Kecil tanpa batasan waktu, pastikan pelekatan puting dengan mulut si Kecil sudah tepat, perbanyak kontak kulit, dan yang paling penting berusaha untuk tetap tenang agar Bunda juga si Kecil semakin nyaman.



Cukupi kebutuhan nutrisi

Menjadi ibu baru memang terasa melelahkan. Maka, kecukupan nutrisi tidak hanya berlaku pada bayi saja, namun juga untuk Bunda. Penuhi kebutuhan makan tiga kali sehari dengan seimbang. Ibu menyusui cenderung merasa lapar, padahal “hanya” menyusui sepanjang hari. Ketika menyusui, Bunda menghasilkan 450-1200 ml ASI dan tubuh akan membakar sekitar 300-800 kalori per hari. Ini setara dengan bersepeda selama 3-4 jam. Maka wajar bila rasa lapar dan lelah muncul. Jadi, perbanyak porsi makanan bernutrisi dengan gizi seimbang.


Hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, begitu pula dengan ibu baru. Sebaiknya, jangan membandingkan kondisi Bunda dengan orang lain yang mungkin terlihat lebih hebat, lebih jago, dan lebih sempurna. Bunda perlu menemukan kenyamanan dan kebahagiaan dengan cara merawat yang Bunda percayai. Tidak perlu sama dengan orang lain karena merawat bayi bukanlah sebuah kompetisi. Merawat, mengasuh, dan membesarkan anak yang baik bergantung dari kenyamanan orangtua dengan pilihan terbaiknya. Jangan biarkan perbandingan keberhasilan seseorang membuat Bunda stres dan tidak percaya diri.


Hindari stres

Tidak sedikit ibu baru yang stres setelah melahirkan. Mengingat rutinitas baru yang membuat kaget, ditambah beban pikiran tentang ketidakmampuan Bunda menjadi ibu sempurna untuk si Kecil. Beban pikiran seperti ini bisa membuat Bunda stres dan memicu adanya baby blues syndrome. Agar sindrom tersebut tidak mampir ke Bunda, maka buatlah daftar pekerjaan yang harus Bunda kerjakan segera. Meminta bantuan ke Ayah atau orangtua Bunda yang notabene lebih berpengalaman, juga tidak salah. Jangan bebani diri sendiri jika memang Bunda kewalahan.


Atur jadwal tidur

Tips untuk ibu baru setelah melahirkan adalah mengatur jadwal tidur. Hal ini mungkin bagi sebagian Bunda terdengar tidak mungkin. Padahal jika Bunda bisa mengatur dengan baik dan berkompromi dengan Ayah, hal itu menjadi mungkin. Caranya, curi waktu untuk istirahat ketika si Kecil sedang tidur siang. Pada malam hari, Bunda bisa bergantian dengan Ayah ketika si Kecil terbangun. Misalnya si Kecil menangis karena popoknya basah, bisa ditangani oleh Ayah. Atau jika si Kecil butuh ASI, Ayah bisa memberikan ASIP yang telah dihangatkan, dengan menggunakan botol susu. Dengan kebutuhan tidur yang cukup, produksi ASI Bunda pun akan lebih optimal.


Berbicara tentang ibu baru, memang tidak akan jauh dari seputar menyusui. Baik menyusui langsung (direct breastfeeding) atau dengan botol susu, keduanya sama-sama dibutuhkan oleh bayi. Masing-masing pun memiliki keunggulannya sendiri, tergantung dari kondisi dan kenyamanan Bunda. 


Bagi Bunda yang memilih menyusui dengan botol susu, sudahkah dicek kebersihan botolnya? Apakah masih meninggalkan noda susu? Apakah kerak pada leher botol bisa hilang? Apakah mencuci dengan sabun cuci sudah menjamin kebersihannya? Apakah merendam botol di air hangat sudah cukup? 


Untuk menjawab semua pertanyaan Bunda, Sleek Baby hadir dengan produk Sleek Baby Bottle, Nipple and Accessories Cleanser. Hadir dengan formula 100% food grade, Sleek Baby Bottle, Nipple and Accessories Cleanser sangat aman untuk mencuci perlengkapan bayi. Jadi ketika ada sisa sabun pembersih yang tertinggal dan tidak sengaja tertelan, tidak akan berbahaya untuk si Kecil. Tak hanya itu, ada formula Natural Antibacterial dan Stain Removal yang mampi membunuh bakteri dan menghilangkan noda susu pada botol. Sleek Baby Bottle, Nipple and Accessories Cleanser juga tidak akan membuat alergi kulit dan pernapasan pada bayi karena bebas Paraben dan No Fragrance.


Pastikan Bunda cek kemasan produk sebelum membeli sabun pembersih peralatan bayi. Adakah terkandung bahan berbahaya dan apakah sudah 100% food grade? Jika tidak ingin repot mengecek kandungan produk lain, langsung saja pilih Sleek Baby Bottle, Nipple and Accessories Cleanser. Kandungannya aman, membuat Bunda dan si Kecil nyaman. Ingin melihat produk Sleek Baby lainnya, klik tautan berikut.

Leave a comment