1000 Hari Perlindungan
Image

Bayi Kuning, Jangan Panik! Atasi dengan 4 Cara Sederhana Ini

Bayi nampak kuning di minggu pertama setelah lahir? Jangan khawatir. Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, 60 persen dari seluruh bayi di dunia sangat lumrah terlahir kuning. Selama tidak ada indikasi berbahaya, masalah ini bahkan dapat teratasi dengan perawatan sederhana dari rumah. Jangan lupa, gunakan selalu Sleek Baby Telon Oil untuk memberi kehangatan maksimal pada tubuh bayi newborn.


Penyebab Bayi Kuning

Penyebab bayi kuning tak lain karena bilirubin tidak diproses sebagaimana mestinya oleh hati. Apa itu bilirubin? Bilirubin merupakan pigmen kuning dalam darah dan tinja yang diproduksi oleh tubuh ketika sel darah merah hancur secara alami. Kuning pada bayi Hal terjadi karena jumlah produksi bilirubin dari penghancuran sel darah itu terlalu banyak, sehingga hati tidak sempat memprosesnya.


Nah, perlu diketahui bahwa organ hati si kecil memang belum dapat bekerja maksimal hingga ia berusia 3 minggu. Ketika hal ini terjadi, jangan kaget bila permukaan kulit dan bagian putih pada matanya berubah menjadi kekuningan. 


Bilirubin yang tinggi juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan cairan berupa ASI (Air Susu Ibu). Menurut Breastfeeding basics, ada sesuatu di dalam beberapa susu yang dapat mempengaruhi organ hati dalam proses menurunkan kadar bilirubin. Sehingga jika asupan ini kurang, bayi akan mengalami kuning, Kondisi bayi kuning ini biasa disebut breastfeeding jaundice.


Baca Juga : Penyebab Perut Bayi Kembung dan Berbunyi


Kadar Bilirubin Normal Pada Bayi

Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin normal seharusnya di bawah 5 mg/dL. Namun, tidak sedikit bayi baru lahir yang memiliki kadar bilirubin melebihi kadar tersebut. Untuk sebagian kasus jaundice ringan pada bayi baru lahir, tidak dibutuhkan terapi khusus atau tindakan medis.


Sementara itu, bayi dengan bilirubin tinggi harus segera mendapat penanganan khusus dari rumah sakit agar kondisinya dapat kembali normal. Berikut kadar bilirubin yang tergolong sedang hingga berat sesuai usia bayi:


Lebih dari 10 mg/dL pada bayi usia kurang dari 1 hari

Lebih dari 15 mg/dL pada bayi usia 1-2 hari

Lebih dari 18 mg/dL pada bayi usia 2-3 hari

Lebih dari 20 mg/dL pada bayi usia lebih dari 3 hari.


Jika kadar bilirubin si kecil mencapai angka di atas 13 mg/dL di usia terhitung harian, umumnya bayi disarankan untuk melakukan fototerapi alias terapi menggunakan sinar ultraviolet selama beberapa hari di rumah sakit.


Tanda-Tanda Bayi Kuning

Ciri-ciri penyakit kuning pada bayi secara fisik, umumnya dapat terlihat dari bagian wajah. Warna kuning tersebut kemudian akan merembet ke bagian dada, perut, tangan dan kakinya. Untuk mengecek apakah bayi kuning atau tidak, Bunda dapat menekan permukaan kulitnya dengan telunjuk. Bila saat dilepas timbul warna kekuningan, berarti ia mengalami kuning. Selain itu, tanda bayi kuning juga nampak jelas dari bagian putih matanya yang ikut menguning.


Bayi dengan kondisi ini biasanya sering tampak lemas, mengantuk, dan rewel. Terkadang juga disertai demam tinggi dengan suhu di atas 37,5 derajat celsius. Jangan kaget jika feses si kecil berwarna pucat atau urinnya gelap, karena itu pun dapat mengindikasikan gejala bayi kuning. Pada kasus yang lebih parah, berat badan si kecil bahkan tak kunjung bertambah meskipun usianya sudah menginjak satu bulan.


Baca Juga : Manfaat Aroma Minyak Telon yang Belum Banyak Orang Ketahui


Tips Mengatasi Bayi Kuning di Rumah

Jika bilirubin bayi kuning memiliki kadar yang masih tergolong sedang (13 mg/dL), cukup lakukan beberapa treatment dari rumah saja. Berikut tips mengatasi bayi kuning tanpa ke rumah sakit:


1. Jemur bayi

Treatment pertama yang bisa Bunda lakukan yaitu menjemur bayi. Vitamin D pada sinar matahari pagi sangat ampuh membantu si kecil untuk menghilangkan penyakit kuning yang ada di tubuhnya. Bunda hanya perlu menjemurnya sekitar pukul 06.30-09.00, dan pastikan bahwa cuaca di pagi itu tidak mendung. Jemurlah si kecil dalam kondisi telanjang selama 15-30 menit. Namun, pastikan agar matanya terlindung dari paparan sinar matahari secara langsung ya.

 

2. Beri lebih banyak ASI

Kunci mengatasi bayi kuning secara alami juga dipengaruhi oleh supply ASI. Maka itu, susui ia lebih sering minimal 2 jam sekali dengan takaran 60 ml per satu kali sesi menyusu. Konon, zat yang terkandung dalam ASI dapat meningkatkan sistem imun pada bayi dibandingkan sebelumnya. Nah, tugas sistem imun tersebut adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.

 

3. Tambah dengan susu formula

Tak semua ibu dianugerahi banyak ASI. Banyak hal yang melatarbelakangi, salah satunya jika terlanjut stres melihan kondisi anak kuning. Bila supply ASI Bunda memang kurang–biasanya ditandai bayi terus menangis dan sulit tidur nyenyak, minta saran dokter untuk menambahkan asupan minum di kecil lewat susu formula. Dengan jumlah cairan yang tercukupi, niscaya kuning pada bayi akan barangsur reda.

 

4. Mengetahui penyebab lainnya

Agar usaha mengatasi bayi kuning berhasil meski dari rumah saja, cari tahu penyebab lainnya. Semisal, apakah kondisi ini disebabkan oleh faktor fisiologis ataukah faktor patologis? Jika disebabkan oleh faktor fisiologis, maka penyakit kuning tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Sedangkan jika dikarenakan oleh faktor patologis, maka diperlukan anjuran dari dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

Setelah melakukan beberapa hal di atas, perhatikan selalu kondisi fisik bayi jika terjadi perubahan. Bunda perlu mewaspadai saat bayi mulai tampak lemas serta tidak aktif bergerak. Di samping itu, Bunda juga perlu khawatir jika ia tidak mau menyusu atau seringkali merintih. Ketika hal itu terjadi pada bayi, segeralah bawa si kecil ke rumah sakit.


 Baca Juga : 7 Tips Memilih Produk yang Bagus Untuk Si Kecil


Sleek Baby Telon Oil Beri Si Kecil Kenyamanan Maksimal

Bayi yang baru lahir membutuhkan kehangatan selayaknya masih di perut Bunda. Terlebih saat ia mengalami kuning akibat bilirubin tinggi. Selain melakukan upaya mengatasi masalah tersebut, Bunda juga perlu membuat si kecil merasa nyaman dan aman dengan mendekapnya (skin to skin), ditambah baluran Sleek Baby Telon Oil.


Sudahkah Bunda memilih Sleek Baby Telon Oil sebagai salah satu produk andalan dalam merawat bayi? Manfaat Sleek Baby Telon Oil luar biasa sekali, lho. Sleek Baby Telon Oil memiliki kandungan 2x minyak telon biasa dan kaya akan minyak anisi. Jadi selain menghangatkan, Sleek Baby Telon Oil pun lebih efektif mencegah perut kembung serta melancarkan pernapasan si kecil, Bun. Multi fungsi sekali ya!


Cara menggunakannya, tuangkan Sleek Baby Telon Oil di tangan Bunda. Lalu oleskan Sleek Baby Telon Oil secara perlahan pada bagian tubuh si kecil yang diinginkan. Mulai dari dada, punggung, perut, tangan, hingga telapak kaki bayi. Baiknya lakukan kebiasaan membalurkan Sleek Baby Telon Oil ini setiap habis mandi dan sebelum tidur. Hindari pemakaian minyak telon di dekat area mata, bagian mulut dan luka terbuka karena akan menimbulkan rasa perih


Begitulah cara mengatasi bayi kuning yang perlu Bunda ketahui. Jangan lupa, selalu jadikan Sleek Baby Telon Oil sahabat bagi Bunda dan si kecil selama perawatan tersebut berlangsung. Niscaya bayi terus merasa nyaman hingga bilirubinnya kembali normal. Yuk, Bun jaga si kecil tetap nyaman, hangat, dan sehat setiap hari dengan Sleek Baby Telon Oil!

Leave a comment