1000 Hari Perlindungan
Image

Apa Saja Kegiatan yang Bisa Perkuat Bonding Ayah dan Bayi?

Merawat Si Kecil bukan hanya kewajiban bagi Bunda saja, Ayah juga memiliki kewajiban untuk merawat Si Kecil. Merawat Si Kecil bisa mendatangkan banyak manfaat bagi Ayah dan juga Si kecil. Dengan merawat Si Kecil, maka bonding antara Ayah dengan bayi juga bisa menjadi lebih erat. Kegiatan Ayah dengan bayi bisa lebih mudah dilakukan karena di masa pendemi seperti saat ini, Ayah lebih banyak menghabiskan waktu di rumah berhubung pekerjaan yang seharusnya dilakukan di kantor dialihkan ke rumah alias melakukan WFH (Work From Home). Hal ini bisa dijadikan kesempatan bagi Ayah untuk mempererat hubungan dengan Si Kecil. 


Ada beberapa kegiatan yang bisa memperkuat bonding antara Ayah dengan Si Kecil, beberapa di antaranya ada di bawah ini:


- Memandikan  Si Kecil

Kegiatan pertama yang bisa dilakukan oleh Ayah dan bayi untuk memperkuat bonding adalah dengan cara memandikan Si Kecil. Jika biasanya yang memandikan Si Kecil adalah Bunda, maka kali ini Ayah yang akan mengambil alih tugas tersebut selama berada di rumah saat pandemi. Tapi sebelum memandikan Si Kecil, sebaiknya Ayah mempelajari terlebih dahulu dan menanyakan cara-caranya kepada Bunda karena memandikan bayi tak sama dengan cara memandikan anak-anak yang usianya sudah berada di atas 1 tahun. 


- Mengganti Popok

Setelah memandikan Si Kecil, Ayah juga bisa menggantikan popok Si Kecil untuk memperkuat bonding Ayah dan anak. Selama menggantikan popok Si Kecil, Ayah juga bisa sambil mengajak berbicara dan membuat suara yang lucu sehingga bisa mempererat hubungan. Saat mengganti popok Si Kecil, usahakan alas yang digunakan cukup empuk sehingga membuat Si Kecil merasa nyaman. 


- Lakukan Shift Malam

Bayi sangat mudah sekali terbangun tengah malam, oleh karena itu Ayah harus bergantian melakukan shift malam dengan Bunda. Biasanya bayi yang terbangun tengah malam ini dikarenakan ia masih merasa asing dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Secara awalnya Si Kecil sudah terbiasa dalam kandungan Bunda selama kurang lebih sembilan bulan, maka ketika ia lahir akan merasakan suasana yang terbilang asing. Selain itu, bayi yang terbangun tengah malam juga bisa dikarenakan rasa lapar atau popoknya basah. Jika Si Kecil terbangun tengah malam, Ayah tak perlu khawatir karena hal ini biasa terjadi. Ayah tinggal mencaritahu penyebabnya dan menanganinya. 


- Tenangkan Si Kecil Saat Sedang Menangis

Ketika Si Kecil menangis, biasanya siapa yang akan menenangkannya? Jika biasanya hal ini dilakukan oleh Bunda, saat sedang WFH, hal ini bisa dilakukan oleh Ayah. Si Kecil yang menangis bisa ditenangkan dengan cara menggendongnya dan memberikan sentuhan lembut pada bagian punggungnya untuk meredakan tangisnya. Cara lainnya untuk menenangkan bayi yang menangis adalah dengan memberikan pelukan hangat, mengalihkan perhatiannya, dan mengajaknya jalan-jalan.


- Menemani Tidur Siang

Menemani Si Kecil tidur juga bisa menjadi salah satu kegiatan yang bisa memperkuat bonding Ayah dan bayi. Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama sehingga mereka harus tidur siang setidaknya 2-3 jam Kegiatan ini bisa menjadi salah satu kegiatan yang juga menyenangkan untuk dilakukan karena Ayah juga bisa sambil beristirahat di sela-sela WFH.    


- Bermain Bersama

Salah satu cara untuk mempererat bonding Ayah dan bayi adalah dengan mengajaknya bermain bersama. Memang belum banyak permainan yang bisa dilakukan saat Si Kecil masih bayi. Tapi bukan berarti tidak ada permainan yang dilakukan oleh bayi. Ayah bisa mengajak main kerincingan, mainan gigit, mainan remas, bouncer, hingga bermain di playmat. 


- Memakaikan Minyak Telon Kepada Si Kecil

Kegiatan terakhir yang dapat memperkuat bonding antara Ayah dan bayi adalah dengan cara memakaikannya minyak telon pada Si Kecil. Dengan cara mengoleskan minyak telon ke tubuh Si Kecil akan membuatnya merasakan kedekatan hubungan antar Ayah dan bayi. Hal ini dikarenakan bayi akan merasakan sentuhan fisik melalui tangan Ayah. Saat memakaikan minyak telon kepada Si Kecil, jangan lupa juga untuk memberikan pijatan lembut supaya khasiat dari minyak telon bisa dirasakan oleh bayi dengan lebih optimal.  


Untuk pilihan minyak telon terbaik yang bisa dipilih oleh Ayah adalah Sleek Baby Telon Oil yang kandungannya 2x minyak telon biasa selain itu terdapat kandungan minyak kelapa, minyak cajuput, dan minyak anisi. Sleek Baby Telon Oil sangat mudah ditemukan di minimarket, supermarket, hingga marketplace seperti di Lazada dan Shopee dengan harga yang sangat terjangkau. Jika ingin tahu informasi selengkapnya mengenai Sleek Baby Telon Oil, Ayah bisa langsung cek di sini!


Q & A Seputar Pemakaian Minyak Telon yang Perlu Ayah Ketahui

Minyak telon menjadi salah satu kebutuhan pokok yang wajib dimiliki Ayah dan Bunda saat merawat Si Kecil. Seperti yang dijelaskan di atas, ada banyak penggunaan minyak telon pada Si Kecil. Mulai dari setelah mandi, sebelum tidur, sebelum bepergian keluar rumah, hingga pada saat anak merasa rewel dan terkena kolik. Berhubung penggunaannya sangat sering, pastinya ada beberapa pertanyaan yang ingin dikemukakan oleh Ayah dan Bunda. Dari sekian banyak pertanyaan, ada beberapa yang paling sering ditanyakan, yaitu: 


Q: Apa bedanya minyak telon dengan minyak kayu putih?

A:  Minyak telon berbeda dengan minyak kayu putih. Minyak kayu putih dibuat dari hasil penyulingan daun dan ranting kayu putih. Sedangkan untuk minyak telon dibuat dari gabungan tiga jenis minyak di dalamnya, yakni minyak kayu putih, minyak kelapa, dan minyak anisi. 


Q: Pemakaian minyak telon sampai usia berapa?

A: Ada banyak pertanyaan mengenai pemakaian minyak telon sampai usia berapa? Sebenarnya pemakaian minyak telon sampai usia berapa ini tidak ditentukan karena pada dasarnya minyak telon bisa digunakan untuk semua kalangan usia. Hanya saja, berhubung minyak telon ini sifatnya hangat dan aromanya tidak semenyengat minyak kayu putih, maka lebih banyak digunakan pada anak usia 0-3 tahun karena tidak membuat kulit anak iritasi dan wanginya juga lebih lembut. Tapi kalau ingin pemakaian minyak telon sampai usia berapa digunakan pada anak di atas usia 3 tahun, boleh-boleh saja karena manfaat dari minyak telon sendiri ada banyak sekali. Jadi bukan berarti pemakaian minyak telon sampai usia berapa ini ada batasannya, melainkan bisa digunakan mulai dari usia 0 tahun hingga lebih. 


Q: Bagaimana cara yang tepat mengoleskan minyak telon?

A: Minyak telon bisa digunakan dengan cara mengoleskannya ke bagian dada, lengan, telapak kaki, leher, dan punggung. Bagian tersebut merupakan titik yang menjadi area terbuka sehingga memiliki banyak pembuluh darah halus yang ada di bawah permukaan kulit. Nantinya ketika dioleskan minyak telon, permukaan kulit tersebut akan melebar lebih mudah saat dioleskan minyak telon. Dengan melebarnya pembuluh darah, maka minyak telon merasuk ke dalamnya bisa memperlancar peredaran darah dan membantu transportasi oksigen ke seluruh tubuh dengan mudah. 


Q: Bagian tubuh mana yang tidak boleh dioleskan minyak telon?

A: Ada beberapa bagian tubuh Si Kecil yang tidak boleh terkena minyak telon, yakni area sekitar mata, mulut, hidung, serta telapak tangannya. Telapak tangan harus dihindari karena dikhawatirkan nantinya Si Kecil akan mengusap atau mengucek mata dengan tangannya sehingga minyak telon bisa terkena area mata dan sekitarnya. Hindari juga untuk mengoleskan minyak telon pada kulit yang sedang teriritasi atau ruam. 


Itulah informasi mengenai apa saja kegiatan yang bisa memperkuat bonding ayah dan bayi. Semoga nantinya bisa berguna untuk Ayah untuk mendekatkan hubungan dengan Si Kecil. 

Leave a comment