1000 Hari Perlindungan
Image

7 Rekomendasi Mainan untuk Anak dan Tips Memilihnya

Selain asupan makanan yang bergizi, anak juga butuh mainan untuk menstimulasi kemampuan motoriknya. Bagi orang tua maupun pengasuh, mainan bermanfaat sebagai media untuk berinteraksi dengan anak itu sendiri. Umumnya si kecil sudah bisa diberi mainan mulai dari usia enam bulan. Semakin bertambah umur, jenis mainan ini tentu akan berbeda. Bunda sudah punya mainan apa saja untuk sang buah hati? Jangan lupa dirawat dengan rajin mencucinya pakai Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser ya!


Jenis mainan kian beragam. Hal inilah yang justru membingungkan para Bunda. Terutama jika anak masih berusia setahun ke bawah, dimana mereka belum dapat menentukan sendiri pilihannya. Namun satu hal yang perlu digaris bawahi, jangan hanya melihat harganya semata. Artinya, mainan mahal belum tentu paling baik secara kualitas untuk menunjang kemajuan perkembangan anak-anak, begitupun sebaliknya.


Manfaat Mainan Berdasarkan Fase Usia Anak

Jika dipilih sesuai usia, mainan dapat menjadi sarana edukasi paling efektif untuk anak. Dengan mainan, kemampuan motorik si kecil bisa semakin terasa, begitu pula untuk aspek kognitif dan sosialnya. Secara garis besar, manfaat mainan anak dapat dibagi menjadi tiga fase sesuai dengan usia anak, antara lain:


Baca Juga : Hidung Bayi Mampet Tapi Tidak Pilek, Ada Apa?

1.   Bayi

Bayi suka sekali mengeksplorasi dunianya yang baru sehingga suka sekali jika diberi rattle untuk melatih pendengarannya, blok warna mencolok untuk melatih penglihatannya, maupun kantong berisi pasir untuk melatih indera perabanya. Mainan untuk bayi secara garis besar berfungsi untuk melatih motoriknya.

 

2.   Balita

Di usia ini, anak sudah mulai bisa mengkoordinasikan seluruh panca inderanya dan bermain dengan imajinasinya. Memilih mainan yang tepat untuk balita akan membuat mereka makin siap untuk bersosialisasi saat memasuki usia sekolah kelak.

 

3.   Usia sekolah (lebih dari 6 tahun)

Ketika anak memasuki usia sekolah atau mendekati, berarti sudah saatnya mereka memilih sendiri mainan yang mereka mau. Tidak usah terjebak dengan titel 'mainan edukatif' karena semua mainan bernilai edukasi jika terus didampingi oleh orang tua atau pengasuh.

 

Tips Memilih Mainan untuk Si Kecil

Memilih mainan untuk anak mungkin terlihat sepele. Asal punya uang, semua tampaknya bisa tinggal dibeli. Namun kenyataannya tidak semudah itu. Ingatlah bahwa peran mainan bukan sekadar membuat anak anteng dan tak rewel. Dengan memberi mainan yang tepat bisa menstimulasi perkembangan si kecil. 

Sebelum memutuskan untuk beli mainan, tetap ada beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh para orangtua. Berikut diantaranya:

-       Tidak bias gender

-       Sesuai usia

-       Batasi screen time

-       Harus yang membuat anak kreatif

-       Latih Imajinasinya

-       Pilih mainan yang aman


7 Rekomendasi Mainan Anak Terbaik


Baca Juga : Ketahui Cara Memandikan Bayi Newborn yang Aman di Sini


Menurut Asosiasi Dokter Anak Amerika (AAP), ada 7 rekomendasi mainan yang paling efektif mendukung perkembangan anak. AAP menyarankan para orang tua untuk memberikan mainan yang justru lebih sederhana ketimbang canggih belaka. Apa sajakah mainan tersebut?


1.   Flash card

Mainan edukatif pertama yang direkomendasikan adalah flash card. Bagi anak usia mulai dari satu tahun, kartu ini bisa dipakai untuk memperkenalkan kosakata baru kepada anak. Kartu ini banyak macamnya, mulai dari memperkenalkan warna, huruf, maupun benda-benda yang ada di sekeliling. Selain itu, mainan anak jenis ini juga bisa melatih daya ingat anak.

 

2.   Busy book

Seperti namanya, mainan ini bertujuan untuk membuat anak selalu sibuk untuk beberapa waktu karena memang satu buku dirancang untuk memiliki beberapa bentuk permainan untuk mengembangkan kreativitas anak. Jadi, Bunda tak perlu membeli banyak mainan. Biasanya, satu busy book mengandung mainan berupa sorting ABC, sorting color and shape, dan matching card untuk melatih kemampuan berpikir logis dan berekspresi anak.

 

3.   Mainan alat musik

Ingin menumbuhkan jiwa seni di dalam diri anak? Bunda bisa membelikan mainan anak berbentuk berbagai alat musik yang dijual di pasaran. Harganya pun beragam, tergantung bahan dan jenis alat musiknya. Dengan mainan seperti ini, anak bisa diajarkan mengenal bunyi dan nada serta untuk beberapa mainan juga bisa dikenalkan warna.

 

4.   Balok bangunan (lego)

Mainan ini dikategorikan dalam jenis open ended karena tidak diperlukan aturan khusus dalam memainkannya. Biarkan saja anak berkreasi dalam menyusun bentuk dan benda yang ada sesuai imajinasinya sehingga juga mengasah kreativitasnya. Mainan blok bangun ini juga masih relevan dipakai sekalipun anak sudah menginjak usia sekolah.

 

5.   Papan tulis

Bunda juga bisa memberikannya papan tulis, sejak anak menjadi sarana bagi orang tua dan anak untuk melakukan banyak hal, mulai dari belajar menggambar, menulis, dan lain-lain. Jika khawatir dengan debu yang mungkin beterbangan jika menggunakan papan tulis dengan kapur atau spidol, papan tulis magnetik bisa menjadi solusinya.

 

6.   Masak-masakan

Perkenalkan kegiatan masak memasak lewat mainan kitchen set yang kini sedang hits di kalangan anak-anak perempuan. Dengan mainan ini, dapat meningkatkan perkembangan bahasa dan komunikasi mereka. Si kecil akan belajar mengucapkan kosa kata baru seperti 'memasak', 'aduk', 'panas', atau 'dingin'. Selain itu, masak-masakan mendorong anak untuk bermain dengan teman sebayanya. Bermain dengan teman otomatis akan meningkatkan perkembangan sosial mereka sedari dini. Sehingga anak pun mulai terbiasa belajar kerja sama dan berbagi.


 Baca Juga : Bayi Kuning, Jangan Panik! Atasi dengan 4 Cara Sederhana Ini


7.   Dokter-dokteran

Sama dengan masak-masakan, mainan klasik ini selalu bisa menumbuhkan daya imajinasi anak tentang seperti apa menjadi dokter yang baik. Bedanya, main dokter-dokteran bisa dilakoni semua gender. Lewat mainan ini pula, orang tua juga bisa menanamkan dalam diri anak bahwa dokter bukanlah momok yang harus ditakuti sehingga anak tidak trauma ketika harus pergi ke dokter untuk imunisasi maupun berobat.

 

Perhatikan Selalu Kebersihan Mainan Anak

Mainan yang kotor rentan menularkan penyakit. Maka selain membelikan mainan sesuai usia anak, jangan lupa untuk rutin membersihkannya minimal dua hari sekali dengan Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi atau biasa disebut Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser.

Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser mengandung 100% food grade yang aman digunakan untuk peralatan si kecil. Stain removal formulanya juga ampuh membersihkan kotoran hingga tak bersisa. Adapun beberapa kelebihan lain Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser yakni:

-       Efektif membunuh kuman dan bakteri menggunakan Natural Anti Bacterial.

-       Bersifat konsentrat sehingga lebih irit.

-       Aman digunakan untuk mencuci buah dan sayur.

-       Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser tidak menimbulkan iritasi.

-    tidak mengandung parabn sehingga aman untuk si kecil

-    sudah teruji klinis


Bagaimana cara membersihkan mainan anak menggunakan Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser? Isi ember dengan air hangat dan tambahkan beberapa tetes Sleek Bottle Nipple & Baby Accessories Cleanser. Rendam sebentar dan gosoklah beberapa bagian pada mainan yang terlihat kotor. Kemudian bilas sampai bersih, dan selesai!

Ternyata memilih mainan untuk perlu memperhatikan beberapa hal juga ya. Pasalnya, banyak sekali manfaat dari sarana tersebut. Bahkan dengan memberi mainan yang tepat, si kecil juga tidak akan tertarik memegang gadget. Semoga rekomendasi dan tips memilih mainan untuk anak pada artikel ini membantu ya, Bun.


Leave a comment