1000 Hari Perlindungan
Image

7 Cara Membangun Kedekatan Ayah dan Bayi

“You don’t raise heroes, you raise sons, and if you treat them like sons, they’ll turn out to be heroes, even if it’s just in your eyes.” – Walter M. Schirra, Jr


Seorang astronot Amerika Serikat, Walter M, Schirra, Jr, mengungkapkan betapa pentingnya figur seorang ayah dalam membesarkan anak. Ia mengatakan bahwa seorang ayah tidak mendidik pahlawan, melainkan anak. Apabila seorang ayah memperlakukan anaknya dengan baik, mereka akan menjadi pahlawan, setidaknya di mata seorang ayah. Hal ini menjadi bukti bahwa seorang ayah perlu membangun kedekatan atau memperkuat bonding dengan si Kecil sejak mereka bayi.


Beragam cara membangun kedekatan Ayah dan bayi bisa dilakukan agar nantinya si Kecil tidak hanya dekat dengan Bundanya saja. Wajar adanya apabila bayi lebih dekat dengan Bundanya dibanding Ayahnya. Pasalnya, selama 9 bulan sang bayi hidup “melekat” dengan Bunda. Setelah 9 bulan pun, kehidupan bayi lebih banyak diasuh oleh Bunda. Sementara itu Ayah tidak selalu berada di rumah karena bertugas untuk mencari nafkah, melakukan pekerjaan yang jauh dari pengasuhan bayi. Otomatis bonding antara ayah dan bayi pun kurang terjalin.


Ayah perlu membangun kedekatan dengan bayi melalui berbagai cara pengasuhan. Sebuah penelitian dari Children’s Psychiatric Hospital di University of Michigan mengungkap adanya tiga dampak negatif jika sang ayah tidak terlibat dalam pengasuhan bayi:


- 56% anak memiliki kemampuan akademik di bawah rata-rata

- 63% anak mengalami masalah psikologis seperti sedih, moody, gelisah, fobia, hingga depresi

- 43% anak memiliki sikap agresi terhadap orangtuanya


Hal ini terjadi karena Ayah memegang peranan penting dalam tumbuh kembang si Kecil. Mulai dari psikis, kognitif, kemampuan sosial, juga pembentukan karakternya hingga dewasa kelak. Ada beberapa manfaat yang diperoleh ketika Ayah ikut mengasuh bayi, seperti:

- Fisik dan mental anak akan berkembang baik ketika Ayah aktif mengajaknya bermain sejak bayi

- Bonding yang kuat dengan Ayah akan mampu mencegah depresi pada anak

- Pria yang memiliki hubungan baik dengan Ayahnya sedari bayi akan mampu mengatasi stres

- Anak yang memiliki interaksi kuat dengan Ayahnya dari usia dini akan lebih sukses dalam hal akademis dan mempunyai hubungan baik dengan teman sebayanya


Di saat pandemi Covid-19 seperti ini, Ayah tentu melakukan pekerjaan #dirumahaja. Otomatis ada banyak waktu yang bisa dihabiskan bersama dengan si Kecil. Terdapat beberapa cara membangun kedekatan Ayah dan bayi yang bisa dilakukan di rumah seperti berikut:


Latih kedekatan hubungan sebelum bayi lahir

Jika Bunda sedang hamil, saatnya Ayah mulai melatih kedekatan dengan si Kecil. Ayah bisa meletakkan tangan atau telinga di perut Bunda untuk mulai berkomunikasi. Rasakan gerakan si Kecil di dalam perut Bunda. Walau belum terlihat, ajak ngobrol si Kecil atau bacakan buku untuknya. Bagi bayi, suara Ayah sama pentingnya dengan suara Bunda.


Alirkan kasih sayang melalui sentuhan

Pada awal bayi lahir, Ayah dapat memberikan kasih sayang melalui sentuhan sambil menatap mata bayi. Memang, penglihatan bayi baru lahir belum terlalu jelas dan hanya berjarak 20-40 cm saja. Namun adanya sentuhan tersebut mampu membuat Ayah dan bayi terkoneksi dari hati ke hati. Ayah juga bisa melakukan skin-to-skin ketika menggendong bayi. Caranya, letakkan bayi pada dada Ayah dalam keadaan tidak memakai baju, sehingga kulit Ayah dan kulit bayi saling bersentuhan. Bayi mampu mendengar detak jantung Ayah dan dapat membantu menjaga temperatur tubuhnya. 


Menidurkan bayi

Menidurkan bayi juga dapat menjadi cara membangun kedekatan Ayah dan bayi. Saat menidurkan bayi, Ayah bisa menyanyikan atau membacakan cerita untuknya. Kegiatan ini dapat membantu supaya bayi mengenal dan akrab dengan suara Ayahnya. Jadi ketika bayi mendengar suara Ayah, ia akan merasa nyaman dan tenang.


Memandikan bayi

Memandikan bayi memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi bukan berarti Ayah tidak bisa melakukannya. Pada awalnya, mungkin Ayah merasa ragu karena takut salah posisi atau melukai si Kecil. Tapi jika kegiatan ini dilakukan terus menerus, pasti Ayah akan terbiasa dan mampu melakukannya dengan baik. Setelah mandi, dekap si Kecil dalam gendongan dan pastikan ia merasa nyaman. Jadikanlah dada Ayahnya tempat bersandar paling nyaman dalam hidupnya.


Mengganti popok

Biasanya Bunda menggantikan popok bayi ketika sudah penuh. Supaya ikatan dengan bayi lebih kuat, Ayah perlu terlibat dalam kegiatan ini. Hindari alasan jijik atau tidak tahan dengan bau popok bayi. Karena biar bagaimanapun, Ayah sudah sepatutnya ikut terjun langsung dalam proses perkembangan bayi hingga ia dewasa nanti. Ayah bisa menjadi contoh yang baik ketika kelak ia akan menjadi ayah untuk anaknya nanti.


Memijat bayi

Buatlah bayi tenang dan rileks dengan memberinya pijatan lembut. Berbagai sentuhan mudah direspon oleh bayi. Tidak hanya skin-to-skin saja, Ayah juga bisa memberi pijatan yang menenangkan. Usap lembut bagian kaki, tangan, leher, dan perut bayi dengan minyak aromaterapi khusus bayi selama 10 hingga 15 menit. Berikan pijatan penuh sayang saat bayi dalam kondisi tenang. 


Berbagi cerita

Walau bayi belum bisa merespon dengan baik, berbagi cerita adalah salah satu cara membangun kedekatan Ayah dan bayi. Apapun yang Ayah ingin ceritakan, lakukanlah. Misalnya tentang makanan kesukaan Ayah, baju yang ingin Bunda beli, olahraga apa yang Ayah lakukan hari ini, hingga mungkin curhat perasaan Ayah bisa diceritakan kepada si Kecil walau ia masih berusia 1 bulan. Percayalah, walau bayi tidak mengerti topiknya, ia akan setia mendengarkan. Ajak juga ia untuk belajar merespons dengan tanya pendapatnya mengenai cerita Ayah. Setidaknya ada ekspresi menyimak dan ocehan suara bayi yang ia keluarkan sebagai tanda respons kepada Ayah. Kegiatan ini selain memperkuat ikatan, juga dapat membuat si Kecil lancar berbicara nantinya.


Bantu menyusui

Pada awal kehadiran si Kecil di rumah, tentu jam tidur orangtua akan berubah. Normal adanya jika bayi haus di tengah malam karena pada dasarnya, ia harus disusui setiap beberapa jam sekali. Hal ini tentu membuat Bunda kurang tidur karena harus menyusui tengah malam. Belum lagi seharian mengurus bayi. Ayah bisa membantu memberi ASIP (perah) yang telah Bunda pompa pada si Kecil melalui botol dot. Bangunlah tengah malam ketika si Kecil terbangun karena lapar. Berikan ia ASIP sambil menggendongnya dan mengajak ngobrol. Jika ia sudah kenyang dan lelah, pasti akan tertidur dengan sendirinya.


Jangan lupa untuk selalu mencuci bersih botol dan dot ASIP si Kecil dengan Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser. Produk ramah bayi ini memiliki formula 100% FOOD GRADE, sehingga aman karena tidak akan meninggalkan residu berbahaya pada botol dan dot. Tak hanya itu, formula Stain Removal dan Natural Antibacterial-nya secara efektif mampu membunuh bakteri sekaligus menghilangkan bau amis pada botol. Formula Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser juga No Fragrance, jadi aman untuk Si Kecil. Cara menggunakannya cukup cuci botol susu dengan sikat atau spon, lalu bilas dengan air matang. Info produk lebih jelasnya, Ayah dan Bunda bisa klik di sini.

Leave a comment