1000 Hari Perlindungan
Image

7 Cara Ayah Menidurkan Bayi yang Bisa Dicoba di Rumah

Adanya pandemi Covid-19 tentu membuat Ayah banyak menghabiskan waktu #dirumahaja bersama Bunda dan si Kecil. Segala hal yang berurusan dengan mengurus si Kecil, Ayah juga sudah familiar. Namun, seringkah Ayah kesulitan saat menidurkan si Kecil?


Bayi membutuhkan jam tidur yang lebih lama dari orang dewasa, yakni 16,5 jam sehari. Durasi tidur yang cukup lama ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia si Kecil. Mengapa bayi membutuhkan waktu tidur yang lama?


Tidur sangat diperlukan oleh bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Hormon pertumbuhan pada bayi akan aktif ketika ia sedang tidur. Tak hanya itu, tidur yang cukup juga dapat melindungi bayi dari kerusakan pembuluh darah dan jantung, menjaga berat badannya, dan membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi. Maka tak heran jika bayi baru lahir akan lebih banyak tidur dibanding bayi yang berusia satu tahun.


Pada bayi yang baru lahir, waktu tidur biasanya terbagi menjadi 8 jam tidur siang dan 8,5 jam tidur malam. Namun pada usia ini, pola tidurnya masih tidak beraturan. Di sinilah tugas para orangtua – terutama Ayah – untuk menidurkan bayi ketika porsi tidurnya masih kurang atau pola tidurnya sedang berantakan. 


Supaya lebih mudah, kami akan memberikan beberapa cara Ayah menidurkan bayi yang bisa langsung dipraktikkan di rumah. Selamat mencoba!


Menetapkan waktu tidur

Salah satu cara Ayah menidurkan bayi adalah dengan menetapkan waktu tidurnya. Ayah bisa mengusahakan waktu tidur si Kecil agar sama setiap harinya. Hal ini agar tubuh bayi mempunyai pola tidur sendiri, jadi akan lebih mudah untuk menidurkannya. Jika Ayah menidurkan si Kecil di luar jam tidurnya, kemungkinan ia akan menolak untuk tidur. Pendiri Center for Pediatric Sleep Disorders pada Children Hospital Boston menyatakan bahwa ketika si Kecil susah tidur di malam hari, kemungkinan masalahnya ada pada orangtuanya yang tidak konsisten pada jam tidurnya. Jadi akan lebih baik jika menetapkan jam tidur agar tubuh si Kecil memiliki pola.


Membuat si Kecil kenyang sebelum tidur

Trik ini sering dipakai oleh orangtua lain ketika akan menidurkan bayinya. Dalam keadaan perut terisi, bayi akan merasa nyaman dan mudah untuk tidur lelap. Jika terlihat ia masih aktif karena lapar, berikan ASI atau MPASI. Perhatikan juga porsinya tidak terlalu banyak agar ia tidak kekenyangan. Kondisi ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan memunculkan gumoh atau muntah. Setelah makan, ajak tidur si Kecil dengan jeda waktu kurang lebih satu jam agar perutnya nyaman.


Suasana kamar kondusif

Sama seperti orang dewasa, bayi akan mengantuk dan mudah tertidur ketika suasana kamar nyaman dengan lampu temaram. Pada bayi, Ayah bisa memilih baju tidur dari bahan katun yang nyaman dan menyerap keringat. Pemilihan baju juga tergantung dari suhu kamar saat itu. Jika Ayah menggunakan AC, jagalah suhu ruangan agar tidak terlalu dingin, tapi juga tidak terlalu panas. Pencahayaan pun sebaiknya temaram menggunakan lampu tidur supaya bayi cepat mengantuk. Satu hal yang paling penting ialah ketenangan dalam kamar. Jangan sampai Ayah susah payah berjuang menidurkan si Kecil, tapi ternyata banyak suara berisik yang membuat ia tetap terjaga.


Berkomunikasi dengan si Kecil

Tahukah Ayah bahwa meskipun bayi belum bisa bicara, tapi ia mengerti apa yang Ayah ucapkan? Kini, terapkan komunikasi antara Ayah dan si Kecil mengenai ajakan untuk tidur. Ajaklah ia untuk tidur bersama Ayah dan tenangkan ia dengan mengatakan bahwa Ayah akan selalu menjaganya. Buatlah nada suara yang lembut namun tetap mencirikan bahwa Ayah yang sedang berbicara. Komunikasi seperti ini selain akan membuat bayi tertidur, juga akan memperkuat ikatan batin padanya. Jika ikatan batin sudah kuat, tentu Ayah akan mampu menidurkannya dengan tenang dan mudah.


Kurangi aktivitas yang membuat si Kecil terlalu aktif

Salah satu cara untuk membuat ikatan batin atau bonding yang kuat antara Ayah dan si Kecil ialah bermain. Bermain memang dunianya anak-anak. Tapi sebaiknya kurangi waktu bermain jika sudah dekat dengan jam tidur. Pilih jenis permainan yang tidak terlalu aktif dan membuat ia terjaga. Misalnya seperti bermain kuda-kudaan, bercanda, tertawa, lari-larian keliling rumah, dan menonton video atau televisi. Sinar biru membuat mata bayi sulit tidur di malam hari. Alih-alih bermain aktif, sebaiknya Ayah membacakan buku cerita atau dongeng sebelum tidur, menyanyikan lagu tidur, atau bermain bayangan dengan lampu yang redup. Pastikan kegiatan sebelum tidur yang Ayah lakukan dapat membuat si Kecil mengantuk dan segera tertidur.


Menggendong sambil menepuk lembut

Cara Ayah menidurkan bayi yang paling mudah dilakukan adalah menggendong sambil menepuk lembut. Cara ini bisa dikatakan paling mudah namun juga tidak selalu berhasil. Jika bayi menangis malam hari dan Ayah ingin membuatnya tidur kembali, pastikan penyebab tangisannya sudah diatasi. Apakah si Kecil menangis karena haus, popoknya basah, kepanasan, mimpi buruk, atau digigit serangga. Jika sudah teratasi, tenangkan ia dengan menggendong sambil menepuk lembut di punggung atau pinggulnya. Arahkan ke tempat dengan pencahayaan yang lebih redup dan usap dahinya ke arah mata untuk mengurangi ketegangan pada mata bayi. Tak lupa, buatlah suara “ssssh… ssssh…” atau white noise saat menenangkannya. Suara ini mirip dengan suara yang selalu bayi dengar saat di dalam rahim sehingga dapat membuatnya lebih tenang.


Mencoba dengan empeng

Jika cara Ayah menidurkan bayi seperti di atas belum mempan juga, mungkin si Kecil membutuhkan sesuatu untuk diisap. Pada dasarnya, kebanyakan bayi memiliki refleks mengisap yang kuat. Beberapa bayi bahkan mengisap jempolnya sebelum ia lahir. Hal ini dikarenakan mengisap terkadang memiliki efek menenangkan pada bayi. Hadirnya empeng atau pacifiers sebetulnya membantu bayi untuk mengisap tanpa membuat ia kenyang – karena tidak ada susunya. 


Ada banyak pro kontra dibalik penggunaan empeng. Jika dilihat dari sisi baiknya, empeng dapat membantu bayi agar lebih cepat tidur, mengatasi ketidaknyamanan saat naik pesawat, menjadi distraksi sementara saat disuntik untuk vaksinasi, dan membantu mengurangi risiko terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau bayi meninggal tiba-tiba. Dibalik manfaatnya, empeng juga memiliki efek yang kurang baik seperti, si Kecil menjadi ketergantungan sehingga sulit lepas, adanya risiko infeksi telinga bagian tengah, dan kesehatan gigi si Kecil pun bisa terganggu. Jadi, jika Ayah ingin menggunakan empeng, gunakanlah seperlunya dan jangan lupa untuk menjaga kebersihannya.


Menjaga kebersihan barang-barang bayi, terutama yang diisap seperti dot atau empeng sangatlah penting. Caranya dengan mencucinya menggunakan sabun khusus yang didesain untuk bayi seperti Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser. Dengan formula 100% FOOD GRADE dan No Fragrance, membuat Sleek Baby tidak mengiritasi kulit bayi serta tidak meninggalkan residu pada dot atau empeng. Produk ini juga sudah dermatology tested dengan formula Natural Antibacterial dan Stain Removal Formula yang efektif mampu membunuh bakteri serta menghilangkan bau amis susu. Kandungannya bebas paraben, sehingga sangat aman untuk bayi. Ingin tahu info mengenai Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser? Silakan kunjungi link berikut.  

Leave a comment